Terbaru
Pemerintah Jakarta Permudah Warga, Kartu Layanan Gratis KLG Kini Bisa Didaftar Lewat HP dan Diambil di Kelurahan Kejutan Politik Istana Akhir Perjalanan Dadan Hindayana Usai Dicopot Presiden Prabowo Subianto dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional Haiti vs Selandia Baru. Benturan Gaya Klasik Karibia dan Disiplin Oceania OpenAI Siap Gunakan AI untuk Membantu Pengembangan Vaksin Jika Pandemi Kembali Terjadi Menatap Bolivia Raksasa Lithium yang Terperangkap dalam Pusaran Konflik Jalan Ambles di Lenteng Agung Bikin Rute Transjakarta Dipangkas, Penumpang Diminta Cari Alternatif Samsung Galaxy Tab S10 Lite: Produktivitas Unggul dengan Galaxy AI Perluasan Jaringan Stasiun Pengisian Daya Cepat Di Sepanjang Ruas Jalan Tol Utama Sukses Mendorong Minat Masyarakat Beralih Ke Kendaraan Listrik Pemerintah Jakarta Permudah Warga, Kartu Layanan Gratis KLG Kini Bisa Didaftar Lewat HP dan Diambil di Kelurahan Kejutan Politik Istana Akhir Perjalanan Dadan Hindayana Usai Dicopot Presiden Prabowo Subianto dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional Haiti vs Selandia Baru. Benturan Gaya Klasik Karibia dan Disiplin Oceania OpenAI Siap Gunakan AI untuk Membantu Pengembangan Vaksin Jika Pandemi Kembali Terjadi Menatap Bolivia Raksasa Lithium yang Terperangkap dalam Pusaran Konflik Jalan Ambles di Lenteng Agung Bikin Rute Transjakarta Dipangkas, Penumpang Diminta Cari Alternatif Samsung Galaxy Tab S10 Lite: Produktivitas Unggul dengan Galaxy AI Perluasan Jaringan Stasiun Pengisian Daya Cepat Di Sepanjang Ruas Jalan Tol Utama Sukses Mendorong Minat Masyarakat Beralih Ke Kendaraan Listrik

Tan Malaka: Kisah Seorang Revolusioner yang Terlupakan dalam Sejarah Kemerdekaan

H Herman 19 Agu 2025 692 dilihat 2 menit baca

Jakarta – Dalam lembaran sejarah kemerdekaan Indonesia, ada kisah yang sering terselip di antara narasi-narasi besar. Ia adalah kisah seorang pemikir revolusioner, seorang pejuang bawah tanah yang hidup dalam bayang-bayang, dan seorang pahlawan yang nyaris terlupakan. Namanya Tan Malaka, dan perjalanannya adalah cermin dari perjuangan tak kenal lelah demi sebuah bangsa yang merdeka.

Sebagai Pahlawan Nasional yang diakui secara resmi, Tan Malaka (nama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka) memiliki peran yang sangat unik. Berbeda dengan Soekarno-Hatta yang lebih mengutamakan jalan diplomasi, Tan Malaka berkeyakinan bahwa kemerdekaan sejati hanya bisa dicapai melalui revolusi total.

Pemikiran dan Perjalanan Hidup yang Penuh Misteri

Lahir di Nagari Pandam Gadang, Sumatera Barat, Tan Malaka menunjukkan kecerdasan luar biasa sejak muda. Pemikirannya yang paling terkenal adalah "Madilog" (Materialisme, Dialektika, Logika), sebuah ideologi yang menjadi panduan bagi banyak pejuang muda dan kelompok-kelompok bawah tanah.

Hidupnya penuh dengan petualangan layaknya seorang mata-mata. Demi menghindari kejaran intelijen Belanda dan Jepang, ia menggunakan puluhan nama samaran. Jejaknya melintasi berbagai negara di Asia dan Eropa, di mana ia aktif dalam gerakan komunis internasional dan mendirikan sekolah-sekolah untuk melatih para pejuang pergerakan.

Pada tahun 1942, ia kembali ke Indonesia secara diam-diam. Ia bergerak di bawah tanah dan terus menyebarkan semangat revolusi tanpa kompromi. Ia adalah sosok yang secara konsisten menuntut kemerdekaan 100%, tanpa menerima perundingan yang menurutnya bisa merugikan bangsa.

Akhir Tragis dan Status Pahlawan Nasional

Misteri terbesar dalam kisah Tan Malaka adalah akhir hidupnya. Pada Februari 1949, ia ditangkap dan dieksekusi di Kediri, Jawa Timur. Versi kematiannya masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan hingga saat ini. Yang jelas, kematiannya menandai sebuah akhir yang tragis bagi seorang pejuang yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk kemerdekaan. Makamnya pun baru ditemukan pada tahun 2009.

Meskipun demikian, pada 23 Maret 1963, Presiden Soekarno secara resmi mengesahkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Pengakuan ini menegaskan bahwa, meskipun strateginya berbeda, kontribusi pemikiran dan perjuangan Tan Malaka adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah berdirinya bangsa ini.

Kisah Tan Malaka mengajarkan kita bahwa sejarah kemerdekaan tidak hanya tentang perundingan dan deklarasi, melainkan juga tentang perjuangan tak kenal lelah, ideologi yang kuat, dan pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya. Hingga kini, namanya terus hidup sebagai simbol perlawanan dan keberanian.

Kategori: Umum

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
H

Ditulis oleh

Herman

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Pemerintah Jakarta Permudah Warga, Kartu Layanan Gratis KLG Kini Bisa Didaftar Lewat HP dan Diambil di Kelurahan

Pemerintah Jakarta Permudah Warga, Kartu Layanan Gratis KLG Kini Bisa Didaftar Lewat HP dan Diambil di Kelurahan

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berinovasi untuk memudahkan warganya mengakses transportasi umum gratis. Kini, program unggulan Kartu Layanan Gratis (KLG) untuk Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta dapat didaftarkan dengan mudah melalui ponsel pintar (HP), dan kartu fisiknya...

03 Jun 2026

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ratusan Rumah Hangus Tiga Warga Luka-Luka dan Ratusan Jiwa Mengungsi

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ratusan Rumah Hangus Tiga Warga Luka-Luka dan Ratusan Jiwa Mengungsi

Jakarta  – Musibah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di belakang Pasar Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam. Kobaran api yang muncul sekitar pukul 21.00 WIB itu dengan cepat membesar...

02 Jun 2026

Pemerintah Kota Kediri Pacu Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Penghubung Guna Menyambut Lonjakan Konektivitas Regional Dan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Kota Kediri Pacu Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Penghubung Guna Menyambut Lonjakan Konektivitas Regional Dan Pertumbuhan Ekonomi

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri bersama jajaran pemangku kepentingan terkait terus memacu percepatan penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur jalan dan fasilitas publik di berbagai titik strategis. Langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari persiapan daerah dalam menyambut era baru konektivitas regional...

02 Jun 2026

Dalih Paman di Bekasi Bunuh Bocah 2 Tahun Terganggu Main Game hingga Klaim Dengar Bisikan Gaib

Dalih Paman di Bekasi Bunuh Bocah 2 Tahun Terganggu Main Game hingga Klaim Dengar Bisikan Gaib

BEKASI – Sebuah tragedi memilukan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota. Seorang balita tak berdosa berinisial A, yang baru menginjak usia dua tahun, meregang nyawa di tangan pamannya sendiri, berinisial R (24). Peristiwa yang terjadi di sebuah...

01 Jun 2026