Bekasi – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mandiri. Mengusung tema "Aksi Gotong Royong sebagai Upaya Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan", kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Taman Anggrek Perum Keranggan Permai, Jalan Anggrek 13 No.5 RT.007/RW.014, Kelurahan Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.
Tim pelaksana yang terdiri dari lima orang mahasiswa, yaitu Alfath Priarharsyah (ketua sekaligus koordinator), Amanda Ahlaqul Sadiyah, Ammar Zidan H, Dina Lutfiyah, dan Mohamad Galuh Wicaksana, turun langsung ke lapangan pada bulan Mei 2026. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh temuan kondisi lingkungan yang masih memprihatinkan di beberapa titik, seperti penumpukan sampah rumah tangga, saluran drainase yang tidak terawat, rumput liar di sekitar fasilitas umum, serta rendahnya kesadaran dan partisipasi warga dalam kegiatan kebersihan rutin.
Berdasarkan hasil observasi awal tim, permasalahan tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, antara lain bau tidak sedap, genangan air, berkembangnya sarang nyamuk penyebab demam berdarah, serta risiko penyakit kulit dan diare. Melihat situasi itu, mahasiswa UBSI bersama perangkat RT/RW setempat sepakat untuk menggelar aksi gotong royong yang dipadukan dengan edukasi singkat mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya lingkungan bersih.
Kegiatan diawali dengan tahap persiapan yang meliputi koordinasi dengan mitra, survei lokasi, serta penyediaan perlengkapan kebersihan seperti sapu lidi, cangkul, sekop, kantong sampah besar, sarung tangan karet, hingga cairan disinfektan. Tim juga menyiapkan media edukasi berupa poster, X-banner, dan spanduk untuk menambah semangat warga serta menyampaikan pesan-pesan kebersihan secara visual.
Pada hari pelaksanaan, puluhan warga setempat bersama tim mahasiswa bahu-membahu membersihkan jalan lingkungan, mengangkut tumpukan sampah, membersihkan selokan dan saluran drainase, serta memotong rumput liar yang tumbuh di area publik. Suasana gotong royong berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Tidak hanya kerja fisik, tim juga menyisipkan edukasi interaktif mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik, serta kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan saluran air secara berkala.
Menurut Alfath Priarharsyah selaku ketua pelaksana, gotong royong dipilih sebagai metode utama karena sesuai dengan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kerja sama dan kepedulian sosial. "Kami ingin mengajak warga untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong. Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu atau dua orang, tetapi tanggung jawab kita bersama," ujar Alfath di sela-sela kegiatan.
Dukungan penuh datang dari mitra, yaitu perangkat RT/RW dan warga Taman Anggrek Perum Keranggan Permai. Mereka aktif membantu koordinasi, menentukan titik-titik prioritas pembersihan, serta ikut serta dalam kerja bakti hingga akhir. Hal ini membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata dalam waktu singkat.
Setelah kegiatan selesai, tim pelaksana melakukan evaluasi dengan membandingkan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah. Hasilnya, lingkungan terlihat lebih bersih, sampah berhasil terkumpul dan dibuang dengan baik, saluran air menjadi lebih lancar, serta rumput liar di sekitar fasilitas umum sudah terpotong. Yang tidak kalah penting, warga mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai hubungan erat antara kebersihan lingkungan dan kesehatan, serta pentingnya pemilahan sampah rumah tangga.
Salah seorang warga setempat mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Semoga tidak hanya sekali, tetapi bisa menjadi rutinitas agar lingkungan kami selalu sehat dan nyaman," tuturnya.
Kegiatan PKM Mandiri ini juga menghasilkan sejumlah luaran, antara lain laporan akhir, dokumentasi foto dan video kegiatan, poster, X-banner, spanduk, serta rencana publikasi melalui media lokal atau media sosial. Video dokumentasi berdurasi 3–5 menit direncanakan akan diunggah ke YouTube sebagai bentuk publikasi dan inspirasi bagi khalayak luas.
Total biaya yang direalisasikan dalam kegiatan ini sebesar Rp1.460.000 yang digunakan untuk pembelian perlengkapan kebersihan, pembuatan media edukasi, konsumsi peserta, serta transportasi tim.
Sebagai saran, tim pelaksana berharap warga dan perangkat RT/RW dapat membuat jadwal kerja bakti berkala agar kebersihan lingkungan tetap terjaga secara berkelanjutan. Selain itu, edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan pentingnya menjaga saluran air juga diharapkan terus dilakukan, baik secara mandiri maupun dengan dukungan dari perguruan tinggi atau pihak terkait lainnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa aksi gotong royong yang sederhana, jika dilakukan dengan konsisten dan penuh kesadaran, mampu membawa perubahan besar bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan. Mahasiswa UBSI berharap semangat ini dapat menyebar ke lebih banyak komunitas di seluruh Indonesia.