Ancaman Siber Mengintai IoT Indonesia Antara Inovasi dan Kerentanan Digital

N Nair 28 Nov 2025 509 dilihat 2 menit baca

Indonesia tengah giat mengakselerasi transformasi digitalnya dengan adopsi masif teknologi Internet of Things (IoT), namun geliat konektivitas ini diiringi peningkatan drastis ancaman siber yang mengkhawatirkan. Serangan siber terbaru, mulai dari lumpuhnya Pusat Data Nasional (PDN) akibat ransomware hingga gempuran botnet skala global yang melibatkan perangkat dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menyoroti urgensi penguatan keamanan siber di tengah ambisi besar menuju masa depan digital yang cerdas.

Pertumbuhan pesat perangkat pintar dan ekspansi jaringan 4G serta 5G telah memperluas permukaan serangan digital. Data menunjukkan, Indonesia menghadapi sekitar 42.000 insiden siber setiap hari, dengan total 361 juta serangan dilaporkan sepanjang tahun 2023. Insiden serangan ransomware terhadap PDN pada Juni 2024, yang melumpuhkan 282 layanan publik pemerintah dan menuntut tebusan 8 juta dolar AS, adalah bukti nyata kerentanan infrastruktur krusial. Selain itu, serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS) oleh botnet Mirai dengan kekuatan 5,6 terabit per detik pada Oktober 2024, yang melibatkan lebih dari 13.000 perangkat IoT yang terkompromi, menegaskan bahwa perangkat IoT, termasuk di Indonesia, telah menjadi target empuk.

Pemerintah Indonesia telah merespons dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang menjadi fondasi penting untuk melindungi data dalam ekosistem IoT. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga aktif mengembangkan kerangka kerja dan peta jalan untuk IoT yang aman. Namun, para ahli menilai masih ada celah dalam kebijakan spesifik untuk keamanan perangkat IoT, serta kebutuhan akan pedoman rinci dalam penanganan data IoT.

Tantangan utama mencakup keterbatasan infrastruktur digital di luar perkotaan besar, kekurangan talenta siber yang terampil (diperkirakan membutuhkan 9 juta pekerja terampil digital hingga 2030), serta rendahnya kesadaran masyarakat dan bisnis akan risiko keamanan IoT. Implementasi solusi keamanan canggih juga memerlukan investasi awal yang tinggi, terutama bagi UMKM. Di sisi lain, peluang terbuka lebar dengan dukungan kuat pemerintah untuk program "Smart City Nusantara" dan "Making Indonesia 4.0", serta pertumbuhan pasar keamanan siber yang diproyeksikan tumbuh 19,6% dari 2025-2033. Inovasi lokal dan kolaborasi internasional menjadi kunci untuk mengembangkan solusi keamanan yang sesuai dengan konteks Indonesia.

Membangun ekosistem IoT yang aman di Indonesia membutuhkan upaya kolaboratif dari semua pihak: pemerintah, penyedia layanan, industri, dan masyarakat. Penguatan regulasi spesifik, peningkatan kapasitas SDM siber, investasi infrastruktur yang merata, serta edukasi publik adalah langkah fundamental untuk memastikan inovasi digital dapat berjalan seiring dengan keamanan data dan kedaulatan siber nasional.

Kategori: Teknologi

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
N

Ditulis oleh

Nair

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Anak Muda Indonesia Ciptakan Robot Pemilah Sampah Bertenaga AI, Siap Bantu Atasi Krisis Sampah Nasional

Anak Muda Indonesia Ciptakan Robot Pemilah Sampah Bertenaga AI, Siap Bantu Atasi Krisis Sampah Nasional

JAKARTA — Sebuah inovasi membanggakan lahir dari tangan anak muda Indonesia. Sekelompok mahasiswa berhasil menciptakan robot pemilah sampah otomatis yang ditenagai oleh kecerdasan buatan ( artificial intelligence ). Robot ini diklaim mampu memilah sampah organik, plastik, kertas, hingga logam secara...

18 Jul 2026

Pameran Teknologi Pertanian AGRIMAT 2026 Digelar di Semarang, Bersamaan dengan Konferensi Nasional Engineering Perhotelan di Bali

Pameran Teknologi Pertanian AGRIMAT 2026 Digelar di Semarang, Bersamaan dengan Konferensi Nasional Engineering Perhotelan di Bali

Bali - Tanggal 17 Juli 2026 menjadi hari yang cukup sibuk bagi dunia industri dan akademisi di Indonesia. Dua acara besar dari bidang yang berbeda digelar secara bersamaan di dua pulau yang berbeda, menyita perhatian para pelaku industri, akademisi, dan...

17 Jul 2026

China Klaim Berhasil Tanam Implan Otak Komersial Pertama di Dunia

China Klaim Berhasil Tanam Implan Otak Komersial Pertama di Dunia

China mengklaim telah mencetak tonggak penting dalam perkembangan teknologi neuroteknologi dengan keberhasilan melakukan implantasi brain-computer interface (BCI) komersial pertama di dunia. Pencapaian tersebut menandai babak baru dalam persaingan global pengembangan antarmuka otak-komputer, yang selama ini didominasi oleh perusahaan teknologi asal...

17 Jul 2026

Logitech Hadirkan Kamera AI untuk Mendukung Tren Rapat Hybrid di Perusahaan

Logitech Hadirkan Kamera AI untuk Mendukung Tren Rapat Hybrid di Perusahaan

Perkembangan pola kerja hybrid yang semakin diterapkan oleh berbagai perusahaan mendorong produsen perangkat teknologi menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan kualitas kolaborasi jarak jauh. Salah satu inovasi terbaru datang dari Logitech yang memperkenalkan Rally AI Camera , sebuah kamera konferensi berbasis...

17 Jul 2026