Avoidant Attachment dan Dampaknya terhadap Relasi Interpersonal

S Sawalika 24 Nov 2025 201 dilihat 2 menit baca

Attachment Style yang terbentuk selama masa perkembangan anak berperan signifikan dalam pola hubungan interpersonal di usia dewasa. Avoidant attachment merupakan salah satu bentuknya, ditandai dengan preferensi menjaga jarak emosional serta Tingkat kenyamanan yang rendah terhadap kedekatan interpersonal. Individu dengan gaya ini sangat menekankan kemandirian yang rendah terhadap kedekatan interpersonal. Individu dengan gaya ini sangat menekankan kemandirian dan otonomi, yang sering kali mengesampingkan kebutuhan akan intimasi, sehingga menghasilkan pola hubungan yang kompleks dan penuh hambatan.

 

Dalam praktiknya, dampak avoidant attachment terhadap relasi interpersonal sangat nyata dan seringkali merugikan. Individu dengan gaya ini cenderung menutup diri , menghindari konflik , dan sulit untuk membuka perasaan yang dalam. Ketika hubungan menjadi semakin dekat atau muncul masalah, mereka biasanya menarik diri secara emosional maupun fisik. Perilaku ini sering disalahtafsirkan oleh pasangan sebagai sikap dingin , tidak peduli , atau tidak berkomitmen. Padahal , di baliknya seringkali terdapat ketakutan yang mendalam terhadap ketergantungan atau kekhawatiran akan kehilangan kebebasan diri.

 

Kesadaran adalah pintu pertama yang harus diketuk. Bagi mereka yang cenderung menjaga jarak, memahami akar dari rasa takut terhadap kedekatan dapat menjadi titik balik. Sementara itu, orang yang berada disamping mereka membutuhkan hati yang sabar dan kata – kata penuh pengertian. Meski jalannya tidak mulus, keintiman yang sehat tetap mungkin tetap tercapai. Sedikit demi sedikit, mereka bisa belajar mempercayai hubungan tanpa merasa terpojok atau kehilangan ruang diri.

Kategori: Umum

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sawalika

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Beban Ekonomi Memicu Lonjakan Pekerja Anak di Berbagai Wilayah: Tantangan Kesejahteraan Sosial yang Kian Kompleks

Beban Ekonomi Memicu Lonjakan Pekerja Anak di Berbagai Wilayah: Tantangan Kesejahteraan Sosial yang Kian Kompleks

Bandung  — Fenomena keterlibatan anak di bawah umur dalam aktivitas perekonomian semakin marak terjadi di sejumlah daerah. Tekanan finansial rumah tangga yang kian berat akibat dinamika ekonomi nasional memaksa sebagian anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk terjun ke lapangan kerja demi...

31 Agu 2026

Hotspot Karhutla Menurun, Pemerintah Tetap Perkuat Penanganan di Kalimantan dan Sumatera

Hotspot Karhutla Menurun, Pemerintah Tetap Perkuat Penanganan di Kalimantan dan Sumatera

Jakarta  — Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Meskipun jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi mengalami penurunan, upaya pemadaman dan pencegahan masih dilakukan secara intensif karena kebakaran masih terjadi di sejumlah lokasi....

31 Agu 2026

Mulai Besok 1 September, Stasiun Karet Resmi Ditutup untuk Layanan Naik-Turun Penumpang KRL

Mulai Besok 1 September, Stasiun Karet Resmi Ditutup untuk Layanan Naik-Turun Penumpang KRL

JAKARTA – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) resmi mengumumkan kebijakan baru terkait operasional layanan kereta rel listrik (KRL) di wilayah ibu kota. Mulai besok, tepatnya pada Selasa, 1 September 2026 , Stasiun Karet yang berlokasi di kawasan Tanah Abang,...

31 Agu 2026

Sah! Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031 pada Muktamar ke-35 NU di Jombang

Sah! Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031 pada Muktamar ke-35 NU di Jombang

JAKARTA – Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung khidmat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, resmi melahirkan nahkoda baru bagi jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus...

31 Agu 2026