Kalau kamu pernah melihat foto atau video area perkemahan di Belanda, mungkin kamu akan terkejut. Bukan tenda kecil segitiga sederhana yang biasa dibawa backpacker, melainkan sebuah "kompleks" mini lengkap dengan tenda utama, tenda tambahan (bijzettent), teras beratap, dapur portabel, bahkan kadang ada lantai kayu dan lampu hias yang membuatnya terlihat seperti rumah sungguhan. Banyak yang mengira ini cuma gaya-gayaan atau pamer kemewahan. Padahal, di balik "camping bertingkat" ala Belanda ini, ada alasan yang jauh lebih praktis dan mengakar dalam budaya mereka.
Di Belanda, berkemah bukan aktivitas sesekali saat liburan panjang saja. Camping sudah menjadi tradisi keluarga sejak puluhan tahun lalu, terutama setelah era pasca-Perang Dunia II ketika liburan murah dan dekat alam menjadi cara populer bagi keluarga kelas menengah untuk healing bersama. Banyak keluarga Belanda punya "spot langganan" di taman kemah yang sama setiap tahun, bahkan menyewa lahan yang sama musim demi musim. Karena durasinya bisa berminggu-minggu, wajar jika perlengkapan yang dibawa jauh lebih lengkap daripada sekadar tenda dan sleeping bag.
Alasan paling mendasar dari setup camping berlapis ini adalah cuaca. Belanda dikenal dengan cuaca yang berubah-ubah drastis dalam satu hari, hujan gerimis bisa datang tiba-tiba, angin kencang dari laut juga sering menerpa area perkemahan yang biasanya berada di dataran terbuka. Tenda tambahan atau awning yang menempel di tenda utama berfungsi sebagai ruang transisi, tempat menyimpan sepatu basah, sepeda, atau peralatan masak tanpa harus membawanya masuk ke tenda tidur. Dengan begitu, area tidur tetap kering dan bersih, sementara aktivitas harian tetap bisa berjalan meski hujan turun.
Belanda adalah salah satu negara dengan kepadatan penduduk tertinggi di Eropa. Rumah-rumah di sana pun cenderung mungil dengan tata ruang yang efisien. Kebiasaan memaksimalkan setiap sudut ruang ini terbawa sampai ke gaya berkemah mereka. Alih-alih membawa satu tenda besar yang boros ruang, mereka lebih memilih sistem modular, tenda utama untuk tidur, tenda tambahan untuk dapur dan ruang makan, serta area terbuka beratap untuk bersantai. Sistem bertingkat ini justru membuat penggunaan lahan kemah jauh lebih efisien dibanding satu tenda raksasa yang menghabiskan seluruh area.
Belanda punya industri peralatan camping dan karavan yang sangat berkembang, dengan banyak produsen kelas dunia berasal dari negara ini. Persaingan industri yang ketat mendorong munculnya berbagai inovasi, mulai dari vouwwagen (caravan lipat) hingga sistem tenda modular yang mudah dipasang dan dibongkar. Karena akses terhadap perlengkapan berkualitas tinggi ini relatif mudah dan terjangkau, wajar jika standar "camping yang nyaman" di Belanda jadi lebih tinggi dibanding negara lain. Bagi mereka, membawa perlengkapan lengkap bukan kemewahan, melainkan hal yang lumrah karena memang tersedia dan terjangkau.
Ada satu kata dalam bahasa Belanda yang sulit diterjemahkan sempurna ke bahasa lain, yaitu gezellig. Kira-kira artinya adalah suasana hangat, nyaman, dan menyenangkan saat berkumpul bersama orang-orang terdekat. Konsep ini sangat memengaruhi cara mereka berkemah. Ruang tambahan di tenda bukan cuma soal fungsi, tapi juga soal menciptakan suasana betah berlama-lama, tempat untuk ngobrol sambil minum kopi, bermain kartu, atau sekadar duduk santai meski cuaca di luar kurang bersahabat. Suasana gezellig inilah yang membuat mereka rela membawa peralatan lebih banyak, karena kenyamanan psikologis dianggap sama pentingnya dengan kenyamanan fisik.
Karena liburan musim panas di Belanda bisa berlangsung dua sampai empat minggu, banyak keluarga benar-benar memperlakukan area kemah mereka seperti rumah kedua sementara. Semakin lama waktu tinggal, semakin masuk akal untuk berinvestasi pada kenyamanan, mulai dari kasur yang lebih baik, dapur yang lebih fungsional, sampai ruang penyimpanan tambahan. Dengan kata lain, setup bertingkat ini adalah solusi logis atas durasi liburan yang panjang, bukan sekadar tren estetika.
Melihat semua alasan di atas, jelas bahwa camping bertingkat ala Belanda lahir dari kombinasi faktor cuaca, efisiensi ruang, kemajuan industri outdoor, serta nilai budaya gezellig yang sangat mereka junjung tinggi. Yang terlihat seperti kemewahan sebenarnya adalah hasil dari kebutuhan praktis yang berkembang menjadi tradisi turun-temurun. Jadi, lain kali kamu melihat tenda Belanda yang "mewah" di taman kemah, ingatlah bahwa di baliknya ada logika yang sangat masuk akal, bukan sekadar pamer gaya.