Deru Banjir Bandang Luluh Lantakkan Guci

N Nair 21 Des 2025 295 dilihat 2 menit baca

Kawasan objek wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, luluh lantak diterjang banjir bandang pada Sabtu sore, 20 Desember 2025, sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu menjadi pemicu meluapnya Sungai Gung dan Sungai Sawangan, mengirimkan gelombang air dan material lumpur yang merusak fasilitas utama destinasi populer tersebut.

Dampak kerusakan sangat signifikan. Kolam pemandian legendaris Pancuran 13 dilaporkan hilang tersapu arus deras, bersama dengan sebuah jembatan kecil dan pipa-pipa aliran air panas yang vital. Tak hanya itu, Pancuran 5 dan Kolam Barokah juga tak luput dari amukan banjir, menyisakan tumpukan lumpur, pasir, dan bebatuan yang menutupi sebagian besar area wisata. Untuk alasan keamanan serta mempermudah upaya pembersihan dan perbaikan, kawasan wisata Guci kini ditutup sementara untuk umum. Penutupan ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar, terutama menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan dan penopang ekonomi lokal.

Meskipun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tim dari BPBD Kabupaten Tegal segera bergerak cepat di lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat. Mereka fokus pada evaluasi kerusakan dan koordinasi langkah-langkah pemulihan. Di tengah upaya pemulihan, aktivis lingkungan menyoroti dugaan deforestasi di lereng Gunung Slamet sebagai salah satu faktor penyebab yang memperparah kejadian banjir bandang ini. Penebangan hutan yang masif diyakini mengurangi daya serap tanah, membuat kawasan hulu rentan terhadap aliran air permukaan yang deras saat hujan lebat, mempercepat dan memperbesar volume banjir. BNPB juga mengimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Gung, termasuk di wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna, hingga kawasan Pantura, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

Kendati debit air Sungai Gung dilaporkan mulai surut dan berangsur membaik pada Sabtu malam, dengan hujan ringan yang masih turun, tantangan pemulihan Guci tetap besar. Pihak berwenang optimistis objek wisata ini dapat segera dibuka kembali menyambut Nataru, namun proses perbaikan fasilitas yang rusak membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Insiden ini menjadi pengingat penting akan urgensi menjaga keseimbangan alam dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, terutama di area yang menjadi denyut nadi pariwisata daerah.

Kategori: Umum

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
N

Ditulis oleh

Nair

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Beban Ekonomi Memicu Lonjakan Pekerja Anak di Berbagai Wilayah: Tantangan Kesejahteraan Sosial yang Kian Kompleks

Beban Ekonomi Memicu Lonjakan Pekerja Anak di Berbagai Wilayah: Tantangan Kesejahteraan Sosial yang Kian Kompleks

Bandung  — Fenomena keterlibatan anak di bawah umur dalam aktivitas perekonomian semakin marak terjadi di sejumlah daerah. Tekanan finansial rumah tangga yang kian berat akibat dinamika ekonomi nasional memaksa sebagian anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk terjun ke lapangan kerja demi...

31 Agu 2026

Hotspot Karhutla Menurun, Pemerintah Tetap Perkuat Penanganan di Kalimantan dan Sumatera

Hotspot Karhutla Menurun, Pemerintah Tetap Perkuat Penanganan di Kalimantan dan Sumatera

Jakarta  — Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Meskipun jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi mengalami penurunan, upaya pemadaman dan pencegahan masih dilakukan secara intensif karena kebakaran masih terjadi di sejumlah lokasi....

31 Agu 2026

Mulai Besok 1 September, Stasiun Karet Resmi Ditutup untuk Layanan Naik-Turun Penumpang KRL

Mulai Besok 1 September, Stasiun Karet Resmi Ditutup untuk Layanan Naik-Turun Penumpang KRL

JAKARTA – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) resmi mengumumkan kebijakan baru terkait operasional layanan kereta rel listrik (KRL) di wilayah ibu kota. Mulai besok, tepatnya pada Selasa, 1 September 2026 , Stasiun Karet yang berlokasi di kawasan Tanah Abang,...

31 Agu 2026

Sah! Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031 pada Muktamar ke-35 NU di Jombang

Sah! Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031 pada Muktamar ke-35 NU di Jombang

JAKARTA – Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung khidmat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, resmi melahirkan nahkoda baru bagi jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus...

31 Agu 2026