Umum

Deru Banjir Bandang Luluh Lantakkan Guci

👤 Oleh Admin 📅 21 Dec 2025 👁 230 Dilihat
Deru Banjir Bandang Luluh Lantakkan Guci

Kawasan objek wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, luluh lantak diterjang banjir bandang pada Sabtu sore, 20 Desember 2025, sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu menjadi pemicu meluapnya Sungai Gung dan Sungai Sawangan, mengirimkan gelombang air dan material lumpur yang merusak fasilitas utama destinasi populer tersebut.

Dampak kerusakan sangat signifikan. Kolam pemandian legendaris Pancuran 13 dilaporkan hilang tersapu arus deras, bersama dengan sebuah jembatan kecil dan pipa-pipa aliran air panas yang vital. Tak hanya itu, Pancuran 5 dan Kolam Barokah juga tak luput dari amukan banjir, menyisakan tumpukan lumpur, pasir, dan bebatuan yang menutupi sebagian besar area wisata. Untuk alasan keamanan serta mempermudah upaya pembersihan dan perbaikan, kawasan wisata Guci kini ditutup sementara untuk umum. Penutupan ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar, terutama menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan dan penopang ekonomi lokal.

Meskipun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tim dari BPBD Kabupaten Tegal segera bergerak cepat di lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat. Mereka fokus pada evaluasi kerusakan dan koordinasi langkah-langkah pemulihan. Di tengah upaya pemulihan, aktivis lingkungan menyoroti dugaan deforestasi di lereng Gunung Slamet sebagai salah satu faktor penyebab yang memperparah kejadian banjir bandang ini. Penebangan hutan yang masif diyakini mengurangi daya serap tanah, membuat kawasan hulu rentan terhadap aliran air permukaan yang deras saat hujan lebat, mempercepat dan memperbesar volume banjir. BNPB juga mengimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Gung, termasuk di wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna, hingga kawasan Pantura, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

Kendati debit air Sungai Gung dilaporkan mulai surut dan berangsur membaik pada Sabtu malam, dengan hujan ringan yang masih turun, tantangan pemulihan Guci tetap besar. Pihak berwenang optimistis objek wisata ini dapat segera dibuka kembali menyambut Nataru, namun proses perbaikan fasilitas yang rusak membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Insiden ini menjadi pengingat penting akan urgensi menjaga keseimbangan alam dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, terutama di area yang menjadi denyut nadi pariwisata daerah.

Bagikan Artikel Ini

Bagikan di WhatsApp
Spasi Iklan (728x90)

Kolom Komentar

0 Komentar

Jadilah yang pertama berkomentar.