Era AI dan Kelangkaan Komponen, Harga HP Ikut Melambung Tinggi di 2026

N Nair 11 Des 2025 305 dilihat 3 menit baca

Harga handphone di Indonesia diproyeksikan melonjak signifikan pada tahun 2026, menjadi kabar kurang menyenangkan bagi konsumen. Kenaikan ini bukan sekadar isu, melainkan dampak langsung dari fenomena global yang mengubah lanskap industri semikonduktor, terutama kelangkaan dan meroketnya harga komponen vital seperti RAM dan SSD. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, bahkan secara terang-terangan menyatakan bahwa kenaikan drastis ini hampir pasti terjadi, didorong oleh perubahan besar dalam industri memori global yang menggeser prioritas produksi ke sektor kecerdasan buatan (AI).

Pemicu utama gejolak harga ini adalah permintaan masif dari sektor AI. Pusat data AI membutuhkan memori dan penyimpanan dalam jumlah besar, seperti High Bandwidth Memory (HBM), DRAM, dan NAND Flash berkapasitas tinggi. Ini menyebabkan produsen semikonduktor raksasa seperti Samsung dan SK Hynix mengalihkan fokus produksi mereka dari perangkat konsumen, termasuk smartphone, ke server AI yang lebih menguntungkan. Akibatnya, pasokan RAM dan SSD untuk pasar smartphone menipis, mendorong harga kontrak melambung. Contohnya, harga RAM DDR5 16GB di pasar spot yang sempat menyentuh $24,83 pada November 2025, diprediksi bisa mencapai sekitar $30 per keping pada pertengahan 2026.

Selain memori, kenaikan harga chipset juga turut memperparah kondisi. Perusahaan manufaktur chipset terbesar dunia dilaporkan akan menaikkan harga jual kepada klien-klien besar seperti Apple dan Samsung. Biaya produksi yang semakin kompleks dengan teknologi fabrikasi mutakhir 2nm atau 3nm, ditambah krisis rantai pasok global, membuat chipset premium seperti Snapdragon 8 Elite atau Dimensity 9400 menjadi lebih mahal.

Di Indonesia, kebijakan pemerintah turut membentuk harga akhir bagi konsumen. Intensifikasi tarif bea masuk dan penyesuaian PPN serta PPh untuk barang impor, termasuk handphone, bertujuan meningkatkan penerimaan negara dan mengendalikan impor. Meskipun ada potensi penurunan PPh Impor untuk elektronik, kebijakan seperti pengawasan impor yang ketat, registrasi IMEI wajib, dan penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) akan memastikan semua perangkat yang beredar resmi dan dikenai pajak sesuai aturan. Hal ini berpotensi membuat harga jual perangkat di pasar lebih kompetitif jika diproduksi lokal, namun untuk perangkat impor, biaya tambahan tetap ada.

Dampak langsung terasa pada berbagai segmen handphone, tidak hanya flagship. Ponsel kelas menengah yang rentan terhadap fluktuasi harga komponen diperkirakan akan mengalami kenaikan. Analis memprediksi handphone seharga Rp 3 jutaan bisa naik Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu, sementara model flagship bisa melonjak jutaan rupiah. Konsumen pun dipaksa lebih cermat, dengan kecenderungan mencari pilihan lebih terjangkau atau mempertahankan perangkat lama. Vendor merespons dengan menaikkan harga atau mengalihkan fokus ke model premium demi menjaga margin. Bahkan, fitur AI on-device yang menjadi tren masa depan juga menambah biaya produksi sekitar US$40-US$60 per perangkat.

Fenomena kenaikan harga handphone di tahun 2026 adalah cerminan dari kompleksitas rantai pasok global dan pergeseran prioritas industri teknologi menuju AI. Konsumen Indonesia perlu bersiap menghadapi realitas harga yang lebih tinggi dan mungkin harus meninjau ulang strategi pembelian mereka, sementara produsen dituntut untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang semakin menantang.

Kategori: Teknologi

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
N

Ditulis oleh

Nair

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Anak Muda Indonesia Ciptakan Robot Pemilah Sampah Bertenaga AI, Siap Bantu Atasi Krisis Sampah Nasional

Anak Muda Indonesia Ciptakan Robot Pemilah Sampah Bertenaga AI, Siap Bantu Atasi Krisis Sampah Nasional

JAKARTA — Sebuah inovasi membanggakan lahir dari tangan anak muda Indonesia. Sekelompok mahasiswa berhasil menciptakan robot pemilah sampah otomatis yang ditenagai oleh kecerdasan buatan ( artificial intelligence ). Robot ini diklaim mampu memilah sampah organik, plastik, kertas, hingga logam secara...

18 Jul 2026

Pameran Teknologi Pertanian AGRIMAT 2026 Digelar di Semarang, Bersamaan dengan Konferensi Nasional Engineering Perhotelan di Bali

Pameran Teknologi Pertanian AGRIMAT 2026 Digelar di Semarang, Bersamaan dengan Konferensi Nasional Engineering Perhotelan di Bali

Bali - Tanggal 17 Juli 2026 menjadi hari yang cukup sibuk bagi dunia industri dan akademisi di Indonesia. Dua acara besar dari bidang yang berbeda digelar secara bersamaan di dua pulau yang berbeda, menyita perhatian para pelaku industri, akademisi, dan...

17 Jul 2026

China Klaim Berhasil Tanam Implan Otak Komersial Pertama di Dunia

China Klaim Berhasil Tanam Implan Otak Komersial Pertama di Dunia

China mengklaim telah mencetak tonggak penting dalam perkembangan teknologi neuroteknologi dengan keberhasilan melakukan implantasi brain-computer interface (BCI) komersial pertama di dunia. Pencapaian tersebut menandai babak baru dalam persaingan global pengembangan antarmuka otak-komputer, yang selama ini didominasi oleh perusahaan teknologi asal...

17 Jul 2026

Logitech Hadirkan Kamera AI untuk Mendukung Tren Rapat Hybrid di Perusahaan

Logitech Hadirkan Kamera AI untuk Mendukung Tren Rapat Hybrid di Perusahaan

Perkembangan pola kerja hybrid yang semakin diterapkan oleh berbagai perusahaan mendorong produsen perangkat teknologi menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan kualitas kolaborasi jarak jauh. Salah satu inovasi terbaru datang dari Logitech yang memperkenalkan Rally AI Camera , sebuah kamera konferensi berbasis...

17 Jul 2026