Frugal Living vs Flexing, Begini Cara Bijak Atur Gaya Hidup di 2026

D Dina 05 Jun 2026 5 dilihat 3 menit baca

Jakarta, 4 Juni 2026 – Di tengah gempuran media sosial dan gaya hidup serba instan, sebuah fenomena menarik terjadi di kalangan anak muda Indonesia. Dua kutub yang berlawanan, frugal living dan flexing, kini hidup berdampingan dan bahkan saling bertarung dalam keseharian. Di satu sisi, budaya pamer kekayaan atau flexing masih marak ditemui di berbagai platform digital. Namun di sisi lain, tren hidup hemat atau frugal living semakin menguat dan menjadi simbol gaya hidup yang keren dan bijaksana.

Fenomena ini menarik perhatian para sosiolog dan pegiat literasi keuangan. Antropolog Universitas Indonesia, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, menilai bahwa media sosial memiliki peran ganda yang unik. Di satu sisi, platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter menjadi ruang pamer kemewahan—mulai dari liburan ke luar negeri, membeli barang branded, hingga makan di restoran mahal. Tapi di sisi yang sama, media sosial juga menjadi sarana efektif untuk menyebarkan kesadaran akan pentingnya menabung, investasi, dan hidup sederhana.

"Generasi muda kini sangat terpapar dua arus informasi yang kontradiktif. Mereka melihat teman-temannya pamer mobil baru, tetapi juga melihat konten kreator yang membagikan tips memotong pengeluaran, memasak sendiri, atau menggunakan transportasi umum. Ini menciptakan semacam perang batin," ujar Prof. Semiarto dalam sebuah diskusi virtual yang digelar awal pekan ini.

Frugal living, yang berarti gaya hidup hemat dan tidak boros, bukanlah sekadar pelit. Ini adalah pendekatan sadar untuk membelanjakan uang hanya pada hal-hal yang benar-benar bernilai dan sesuai prioritas. Penganut frugal living biasanya memiliki anggaran ketat, menghindari utang konsumtif, dan lebih memilih menabung atau berinvestasi untuk masa depan. Di tahun 2026, tren ini semakin populer karena ketidakpastian ekonomi global dan tingginya biaya hidup di kota-kota besar.

Sementara itu, flexing adalah kebalikannya. Flexing adalah perilaku pamer kekayaan atau gaya hidup mewah, seringkali dengan tujuan mendapat pengakuan sosial atau validasi dari orang lain. Fenomena ini tidak hanya boros secara finansial, tetapi juga dapat memicu kecemasan sosial dan tekanan mental bagi mereka yang merasa tidak mampu mengimbanginya.

Lalu, bagaimana cara bijak mengatur gaya hidup di tengah dua arus yang berlawanan ini? Para pakar merekomendasikan beberapa langkah praktis. Pertama, kenali nilai-nilai hidup Anda. Tanyakan pada diri sendiri: apa yang benar-benar membuat bahagia? Apakah memiliki barang mahal atau merasa aman secara finansial? Kedua, buat anggaran bulanan dan patuhi. Pisahkan kebutuhan pokok, tabungan, investasi, dan dana hiburan. Ketiga, batasi konsumsi media sosial yang memicu keinginan untuk flexing. Ingatlah bahwa banyak unggahan pamer kekayaan tidak mencerminkan realitas keuangan sebenarnya.

Keempat, cari komunitas yang mendukung gaya hidup sehat secara finansial. Banyak grup frugal living di WhatsApp atau Telegram yang saling berbagi tips dan motivasi. Kelima, jangan takut untuk terlihat "kuno" atau "pelit". Hidup hemat bukanlah aib; justru itu adalah bentuk tanggung jawab pada diri sendiri dan masa depan.

Di tahun 2026, Kementerian Keuangan juga meluncurkan program literasi keuangan nasional yang menyasar generasi muda. Program ini mengajarkan pentingnya menabung, berinvestasi, dan menghindari jebakan gaya hidup konsumtif. Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pidatonya beberapa waktu lalu menegaskan bahwa generasi muda yang bijak mengatur keuangan adalah fondasi ekonomi nasional yang kuat.

Pada akhirnya, pilihan antara frugal living dan flexing adalah pilihan pribadi. Namun, kebijaksanaan finansial tidak pernah salah. Dengan mengatur gaya hidup secara bijak, Anda tidak hanya selamat dari tekanan sosial, tetapi juga membangun masa depan yang lebih stabil dan bahagia. Mulailah dari hal kecil hari ini, karena setiap rupiah yang dihemat adalah investasi untuk mimpi-mimpi besar Anda esok hari.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
D

Ditulis oleh

Dina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait