Terbaru
AKSI GOTONG ROYONG SEBAGAI UPAYA MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN Resident Evil: Veronica Resmi Diumumkan di Summer Game Fest 2026, Capcom Akhirnya Hidupkan Kembali Salah Satu Seri Favorit Fans Transformasi Akses Pendidikan 2026: Beasiswa dan Sistem Seleksi Baru Buka Peluang Lebih Luas Gempa M 7,7 Guncang Tahuna Sangihe, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami Hasil Timnas Indonesia vs Mozambik Skor 1-0 Gol Tunggal Skuad Garuda Tutup FIFA Match Day dengan Sempurna Timur Tengah Kembali Bergejolak: Rudal Iran Hantam Pangkalan Israel IHSG Ditutup Menguat 7,57 Persen, Investor Sambut Positif Kenaikan BI Rate Instagram Rilis Fitur Reorder Grid Kini Pengguna Bisa Atur Ulang Estetika Foto di Profil Sesuka Hati AKSI GOTONG ROYONG SEBAGAI UPAYA MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN Resident Evil: Veronica Resmi Diumumkan di Summer Game Fest 2026, Capcom Akhirnya Hidupkan Kembali Salah Satu Seri Favorit Fans Transformasi Akses Pendidikan 2026: Beasiswa dan Sistem Seleksi Baru Buka Peluang Lebih Luas Gempa M 7,7 Guncang Tahuna Sangihe, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami Hasil Timnas Indonesia vs Mozambik Skor 1-0 Gol Tunggal Skuad Garuda Tutup FIFA Match Day dengan Sempurna Timur Tengah Kembali Bergejolak: Rudal Iran Hantam Pangkalan Israel IHSG Ditutup Menguat 7,57 Persen, Investor Sambut Positif Kenaikan BI Rate Instagram Rilis Fitur Reorder Grid Kini Pengguna Bisa Atur Ulang Estetika Foto di Profil Sesuka Hati

Gempa M 7,7 Guncang Tahuna Sangihe, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

D Dina 10 Jun 2026 0 dilihat 4 menit baca

Tahuna – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada hari ini, Senin (8/6/2026). Gempa besar ini terjadi pada pukul 07.37.42 WITA dan berpusat di laut dengan kedalaman 105 kilometer.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis BMKG melalui kanal media sosial @infogempadunia, pusat gempa atau episentrum terletak pada koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur. Lokasi tepatnya berada sekitar 236 kilometer di barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Dengan parameter ini, gempa dikategorikan sebagai gempa bumi dalam karena kedalamannya mencapai 105 kilometer di bawah permukaan laut, berbeda dengan dugaan awal sebagian masyarakat yang mengira gempa dangkal.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta menjelaskan bahwa gempa magnitudo 7,7 ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng di wilayah Laut Sulawesi. Wilayah ini merupakan pertemuan antara Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik, sehingga sangat rawan terhadap gempa bumi besar. Namun demikian, berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa ini memiliki pergerakan vertikal atau naik-turun, bukan horizontal. Hal ini menyebabkan tidak terjadinya deformasi kolom air laut yang signifikan, sehingga gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

"Kami sudah melakukan pemodelan dan analisis mendalam. Gempa dengan magnitudo 7,7 memang sangat besar, namun karena kedalamannya yang mencapai 105 kilometer dan mekanismenya vertikal, maka tidak ada potensi tsunami. Masyarakat di pesisir tidak perlu panik atau mengungsi ke tempat yang lebih tinggi," tegas Daryono dalam jumpa pers yang digelar secara daring.

Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Warga di Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, melaporkan getaran yang berlangsung antara 10 hingga 15 detik. Getaran juga dirasakan di Kota Manado, Bitung, Minahasa, serta Kepulauan Talaud. Di Provinsi Maluku Utara, warga di Kota Ternate, Tidore, dan Halmahera juga merasakan guncangan. Beberapa warga mengaku keluar rumah karena panik, namun situasi perlahan kembali kondusif setelah BMKG mengumumkan tidak ada ancaman tsunami.

Hingga pukul 10.00 WITA, BMKG mencatat telah terjadi beberapa kali gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo yang lebih kecil, yaitu antara 3,0 hingga 4,5. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada karena gempa susulan masih dapat terjadi dalam beberapa jam ke depan. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya atau hoaks yang kerap beredar setelah gempa besar.

"Kami memastikan bahwa semua informasi resmi hanya berasal dari BMKG. Masyarakat dapat mengakses info terkini melalui aplikasi InfoBMKG, website resmi, atau media sosial resmi kami seperti @infogempadunia dan @infoBMKG. Jangan mudah terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab," tambah Daryono.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe telah dikerahkan untuk melakukan asesmen cepat di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa magnitudo 7,7 ini. Namun, BPBD mengimbau warga untuk memeriksa kondisi rumah masing-masing, terutama retakan pada dinding atau pondasi, karena gempa besar dapat menyebabkan kerusakan struktural meskipun episentrumnya jauh di laut.

Wilayah Kepulauan Sangihe memang dikenal sebagai salah satu zona seismik paling aktif di Indonesia. Letaknya yang berada di jalur cincin api Pasifik atau Pacific Ring of Fire membuat kawasan ini sering diguncang gempa bumi tektonik. Kejadian gempa magnitudo 7,7 ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan bencana, termasuk melakukan simulasi evakuasi rutin dan memastikan jalur evakuasi dalam kondisi baik.

BMKG juga mengingatkan bahwa meskipun gempa kali ini tidak berpotensi tsunami, tidak berarti gempa di masa depan dengan kekuatan serupa juga aman. Setiap gempa harus dianalisis berdasarkan parameter kedalaman, lokasi, dan mekanisme sumber. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan kebencanaan dan selalu waspada karena Indonesia berada di kawasan rawan gempa bumi dan tsunami.

Hingga pukul 12.00 WITA, aktivitas gempa susulan mulai menurun. Masyarakat Tahuna dan sekitarnya sudah mulai kembali beraktivitas seperti biasa, meskipun masih ada sebagian warga yang memilih bertahan di luar rumah untuk sementara waktu. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD provinsi untuk memantau perkembangan situasi. Bantuan logistik dan tim medis juga disiagakan di posko bencana apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi call center BMKG di nomor 021-6546315 atau mengakses laman resmi www.bmkg.go.id. BMKG juga mengaktifkan layanan informasi 24 jam melalui media sosial Twitter, Instagram, dan Facebook dengan nama akun resmi @infoBMKG dan @infogempadunia. Tetap waspada, jangan panik, dan selalu mengacu pada sumber resmi.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
D

Ditulis oleh

Dina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Viral ‘Pocong’ di Belakang UNS, Polisi Selidiki Keaslian Rekaman CCTV

Viral ‘Pocong’ di Belakang UNS, Polisi Selidiki Keaslian Rekaman CCTV

Warga di kawasan Ngoresan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, digegerkan oleh beredarnya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong di sebuah gang permukiman. Video yang viral di media sosial sejak akhir pekan itu memicu berbagai spekulasi dan membuat sebagian...

08 Jun 2026

Gempa M 7,7 di Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia

Gempa M 7,7 di Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia

JAKARTA – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo kuat sebesar 7,7 baru saja mengguncang wilayah Filipina pada hari ini. Berdasarkan analisis data seismik yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan hebat tersebut dilaporkan berpotensi memicu gelombang tsunami yang...

08 Jun 2026

Empat Aksi Demonstrasi Digelar di Jakarta, Pengendara Diimbau Hindari Sejumlah Ruas Jalan

Empat Aksi Demonstrasi Digelar di Jakarta, Pengendara Diimbau Hindari Sejumlah Ruas Jalan

Sejumlah aksi demonstrasi berlangsung di berbagai titik di wilayah Jakarta pada Jumat 5/6/2026 Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat empat agenda unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung sepanjang hari dan berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di sejumlah kawasan strategis ibu kota....

08 Jun 2026

Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp 3,4 Miliar

Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp 3,4 Miliar

Jakarta – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan, dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan dalam kasus korupsi terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan...

07 Jun 2026