Jakarta — Google resmi meluncurkan model AI terbarunya, Gemini 4 Argon, yang diklaim sebagai model paling kuat yang pernah dikembangkan oleh perusahaan tersebut. Peluncuran ini menjadi langkah besar Google setelah delapan bulan sejak model frontier terakhirnya, dan menandai persaingan yang semakin ketat dengan OpenAI dan Anthropic.
Gemini 4 Argon diperkenalkan melalui blog resmi Google pada Rabu, 30 September 2026 waktu setempat, dan mulai diluncurkan secara bertahap kepada sekelompok mitra keamanan siber terpilih melalui program Fairwind — inisiatif keamanan Google yang dirancang untuk menyalurkan teknologi AI kepada para "pertahanan siber terpercaya". Peluncuran bertahap ini merupakan bagian dari strategi Google untuk memastikan model yang sangat canggih tersebut tidak disalahgunakan, sekaligus mengikuti proses evaluasi sukarela pra-rilis yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat sebelum akhirnya tersedia secara lebih luas.
Kemampuan Gemini 4 Argon
Gemini 4 Argon dirancang untuk menangani alur kerja yang kompleks, termasuk di bidang rekayasa perangkat lunak, pekerjaan pengetahuan perusahaan (seperti hukum dan keuangan), serta pertahanan keamanan siber. Google mengklaim bahwa Argon mampu "secara otomatis menemukan, memvalidasi, dan menambal kerentanan perangkat lunak kritis".
Salah satu peningkatan teknis paling signifikan adalah batas output token yang kini mencapai 1 juta token — jauh melampaui batas sebelumnya yang hanya 64.000 token. Dengan kapasitas ini, Argon dapat melakukan penalaran mendalam dalam satu sesi tunggal, menghasilkan ratusan ribu token untuk menyelesaikan masalah-masalah kompleks secara langsung.
Model ini juga telah digunakan secara internal oleh Google. Dalam sebuah studi kasus, tim agen Argon menganalisis penggunaan memori di pusat data Google dan berhasil mengoptimalkannya, membebaskan lebih dari 300 TiB memori. Google bahkan menggunakan Argon untuk memigrasikan basis kode C/C++ mereka ke bahasa Rust, termasuk proyek berskala besar seperti kernel Fuchsia OS yang mencapai lebih dari 800.000 baris kode.
Keunggulan di Berbagai Benchmark
Google mengklaim bahwa Argon memperoleh skor yang lebih tinggi dibandingkan model GPT-6 Astra milik OpenAI dan model Fable serta Opus milik Anthropic di berbagai tolok ukur AI. Dari 18 benchmark yang diungkap Google, Argon memimpin secara langsung di 12 kategori dan menempati posisi teratas di satu kategori lainnya.
Keunggulan terbesar Argon terlihat pada alur kerja perusahaan dan konteks panjang. Pada Harvey's Legal Agent Benchmark, Argon mencetak skor 19,6 persen — jauh di atas GPT-6 Astra (5,4 persen) dan Claude Opus 5.5 (3,8 persen). Pada AutomationBench milik Zapier, Argon memperoleh 51,3 persen, dibandingkan 42,5 persen untuk Claude Opus 5.5 dan 41,4 persen untuk GPT-6 Astra. Sementara itu, pada DeepSWE v1.1 yang mengukur tugas rekayasa perangkat lunak jangka panjang di dunia nyata, Argon mencapai 77,9 persen.
Harga Kompetitif dan Persaingan Global
Untuk strategi penetrasi pasar, Google menawarkan harga perkenalan yang agresif: 2 dolar AS per satu juta token input dan 10 dolar AS per satu juta token output. Token input yang di-cache bahkan mendapatkan diskon hingga 95 persen dari harga input reguler.
Langkah Google ini menjadi jawaban atas dominasi model-model sebelumnya dari kompetitornya. Pada Agustus 2026, Google mengumumkan bahwa aplikasi Gemini telah memiliki lebih dari satu miliar pengguna per bulan — angka yang membuat posisi Google kembali kompetitif dengan OpenAI yang juga mengumumkan ChatGPT mencapai satu miliar pengguna bulanan. Meskipun demikian, para analis menilai bahwa meskipun Argon telah mengembalikan Google ke garis terdepan persaingan AI, model ini belum sepenuhnya menjadikan Google sebagai pemimpin pasar.
Dengan peluncuran Gemini 4 Argon, lanskap persaingan model AI global semakin memanas. Google, OpenAI, dan Anthropic kini berlomba tidak hanya dalam hal kecanggihan teknologi, tetapi juga dalam strategi akses, keamanan, dan harga yang kompetitif.