Umum

Gotong Royong Mahasiswa Merawat Masjid Kampus sebagai Bentuk Tanggung Jawab Sosial

👤 Oleh Sindi 📅 25 Dec 2025 👁 91 Dilihat
Gotong Royong Mahasiswa Merawat Masjid Kampus sebagai Bentuk Tanggung Jawab Sosial

Masjid kampus memiliki peran strategis dalam kehidupan akademik, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan nilai moral mahasiswa. Di lingkungan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Jatiwaringin, Masjid Al-Firdaus menjadi salah satu fasilitas yang digunakan secara aktif oleh mahasiswa dan civitas akademika. Tingginya intensitas penggunaan tersebut menuntut adanya perhatian bersama dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid.

Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kelompok 4 mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan Masjid Al-Firdaus UBSI Jatiwaringin pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi nyata nilai-nilai Pancasila yang dipelajari dalam perkuliahan.

Gotong royong dilakukan melalui sistem kerja kolaboratif yang melibatkan seluruh anggota kelompok. Area yang dibersihkan meliputi lantai dan karpet ruang ibadah, rak Al-Qur’an, perlengkapan salat, tempat wudhu, serta halaman masjid. Selain pembersihan, mahasiswa juga melakukan penataan ulang sarana ibadah agar lebih tertib dan nyaman digunakan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan masjid bukan hanya tanggung jawab pengurus masjid, melainkan kewajiban bersama seluruh pengguna fasilitas kampus. Melalui keterlibatan langsung mahasiswa, tumbuh kesadaran bahwa fasilitas ibadah merupakan aset bersama yang perlu dirawat secara kolektif. Nilai gotong royong menjadi sarana efektif untuk membangun rasa memiliki terhadap lingkungan kampus.

Dari sisi pembelajaran, kegiatan ini memberikan pengalaman konkret bagi mahasiswa dalam menerapkan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan di luar ruang kelas. Mahasiswa dilatih untuk bekerja sama dalam tim, membagi peran, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Proses ini secara tidak langsung membentuk sikap disiplin, kepedulian sosial, dan solidaritas antar mahasiswa.

Selain berdampak pada peningkatan kebersihan dan kenyamanan masjid, kegiatan ini juga berkontribusi dalam pembentukan karakter mahasiswa sebagai warga negara yang aktif dan peduli lingkungan. Pengabdian masyarakat semacam ini menjadi jembatan antara teori kewarganegaraan dengan praktik sosial di lingkungan kampus.

Ke depan, kegiatan gotong royong membersihkan masjid kampus diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa dan civitas akademika. Dengan demikian, budaya gotong royong dan tanggung jawab sosial dapat terus tumbuh sebagai bagian dari kehidupan kampus. Menjaga masjid bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga mencerminkan penghormatan terhadap nilai moral dan spiritual yang menjadi fondasi kehidupan bersama.

Bagikan Artikel Ini

Bagikan di WhatsApp
Spasi Iklan (728x90)

Kolom Komentar

0 Komentar

Jadilah yang pertama berkomentar.