Hari ini, Minggu, 14 Juni 2026, seluruh dunia kembali memperingati Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day. Peringatan tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini menjadi momentum yang sangat krusial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang pentingnya donor darah sukarela, serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendonor yang telah rela menyumbangkan sebagian dari tubuh mereka demi membantu menyelamatkan jutaan nyawa manusia di seluruh penjuru bumi. Tanggal 14 Juni dipilih tidak secara kebetulan, melainkan bertepatan dengan hari lahir Karl Landsteiner, seorang ilmuwan brilian asal Austria yang berjasa besar menemukan sistem golongan darah ABO pada tahun 1901. Penemuan fundamental inilah yang menjadi fondasi penting yang memungkinkan transfusi darah dilakukan dengan aman, efektif, dan menyelamatkan nyawa tanpa risiko reaksi fatal yang sebelumnya sering terjadi.
Di Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Kementerian Kesehatan terus menggencarkan berbagai kampanye donor darah secara massal di berbagai kota dan kabupaten, mengingat kebutuhan darah yang tak pernah surut dan justru cenderung meningkat setiap tahunnya. Data dari Unit Donor Darah (UDD) PMI di berbagai daerah menunjukkan bahwa permintaan darah di rumah sakit-rumah sakit rujukan terus mengalami peningkatan signifikan, terutama untuk kasus-kasus darurat seperti kecelakaan lalu lintas, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, ibu hamil dengan komplikasi pasca persalinan, serta penderita penyakit darah kronis seperti talasemia dan hemofilia yang membutuhkan transfusi rutin seumur hidup. Di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, misalnya, kebutuhan darah di rumah sakit setempat mencapai 80 hingga 100 kantong darah per hari. Angka ini fluktuatif tergantung pada musim dan kondisi darurat, namun secara umum terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Kepala UDD PMI Kebumen, dr. Siti Aminah, mengungkapkan bahwa pihaknya harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut karena ketersediaan stok darah sering kali berada di bawah angka ideal. "Kami sangat bergantung pada para pendonor sukarela. Jika tidak ada kegiatan donor massal, stok darah bisa habis dalam dua hingga tiga hari," ujarnya dalam keterangan pers yang dirilis hari ini, Minggu (14/6).
Peringatan Hari Donor Darah Sedunia tahun 2026 ini mengusung pesan kuat bahwa donor darah adalah bentuk solidaritas kemanusiaan tertinggi. Tidak hanya bermanfaat bagi penerima yang membutuhkan, donor darah rutin juga ternyata memiliki beragam manfaat bagi kesehatan para pendonor itu sendiri. Setiap kali seseorang mendonorkan darah, ia akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, denyut nadi, suhu tubuh, serta skrining untuk penyakit menular seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan sifilis. Selain itu, donor darah secara teratur dapat merangsang sumsum tulang belakang untuk memproduksi sel-sel darah merah baru yang lebih segar dan sehat, membantu mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh (yang jika berlebihan dapat merusak organ hati dan jantung), serta menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah karena kekentalan darah menjadi lebih stabil.
Meskipun manfaatnya besar dan prosesnya relatif mudah, tingkat partisipasi pendonor sukarela di Indonesia kerap kali masih berada di bawah angka ideal yang direkomendasikan oleh WHO, yaitu minimal 1-2 persen dari total populasi suatu negara. Saat ini, Indonesia hanya memiliki sekitar 0,8 persen penduduk yang menjadi pendonor darah sukarela, sementara kebutuhan darah nasional mencapai sekitar 5,1 juta kantong per tahun. Artinya, masih terdapat defisit sekitar 1 hingga 1,5 juta kantong darah setiap tahunnya. Kesenjangan ini sering menyebabkan kelangkaan darah, terutama untuk golongan darah langka seperti AB negatif dan O negatif. Karena itu, WHO mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, hingga komunitas-komunitas berbasis keagamaan dan sosial, untuk secara rutin hadir di unit transfusi darah terdekat atau mengikuti kegiatan donor darah massal yang diselenggarakan di berbagai tempat seperti pusat perbelanjaan, kampus, kantor, dan masjid.
Seperti pesan kampanye tahun ini, "Satu tetes darah yang Anda sumbangkan bisa menjadi harapan hidup bagi mereka yang sedang berjuang melawan maut." Ketua Panitia Donor Darah Massal PMI Kebumen 2026, Surya Pratiwi, dalam acara yang digelar serentak di halaman Pendopo Kabumen hari ini, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. "Kami menargetkan 500 kantong darah dari hari ini, tapi hingga pukul 11.00 WIB, sudah terkumpul 350 pendonor. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk berbagi melalui donor darah terus tumbuh, meskipun masih perlu ditingkatkan lagi," ujarnya. PMI pusat juga menginformasikan bahwa hingga hari ini, Minggu (14/6), total tercatat 12.847 kegiatan donor darah serentak berlangsung di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan target pengumpulan 250.000 kantong darah dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia. Masyarakat yang ingin berdonasi dapat menghubungi kantor PMI terdekat atau mencari informasi melalui laman resmi pmi.or.id/donordarah serta aplikasi Donor Darah Indonesia yang tersedia di Play Store dan App Store.