Hilangnya Donat Indomie dan Mango Smoothies: Mengenang Tren Viral Kuliner

N Nair 24 Jun 2026 3 dilihat 5 menit baca

Fenomena Tren Kuliner Viral: Antara Gemerlap Awal dan Keterlupaan Cepat

Pada pertengahan tahun 2026 ini, lanskap kuliner Indonesia terus bergerak dinamis, diwarnai inovasi tiada henti dan kemunculan tren-tren baru. Namun, jika kita menengok ke belakang beberapa tahun silam, ada sejumlah kreasi kuliner yang sempat merajai jagat media sosial dan menjadi perbincangan hangat, namun kini keberadaannya bak ditelan bumi. Fenomena ini bukan hal baru, melainkan siklus berulang yang menggarisbawahi sifat sementara dari popularitas di era digital.

Dua contoh paling menonjol dari tren kuliner yang pernah sangat populer namun kini sulit ditemukan adalah Donat Indomie dan Mango Smoothies. Keduanya pernah menjadi bintang di linimasa media sosial, memancing rasa penasaran, dan mendorong banyak orang untuk ikut mencicipi atau bahkan membuat sendiri di rumah. Namun, seperti gelombang pasang, popularitas mereka datang dengan cepat dan surut tak kalah gesit.

Donat Indomie: Sensasi Mi Instan dalam Balutan Donat

Siapa yang tak ingat dengan sensasi Donat Indomie? Pada sekitar tahun 2018, kuliner unik ini meledak menjadi viral di seluruh Indonesia. Ide dasarnya sederhana namun brilian: mi instan legendaris diolah, dibentuk menyerupai donat, dilapisi tepung panir, kemudian digoreng hingga renyah keemasan. Hasilnya adalah perpaduan tekstur renyah di luar, kenyal di dalam, dengan cita rasa mi instan yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Inovasi ini kala itu dianggap revolusioner, mengubah persepsi akan mi instan yang biasanya disajikan dalam mangkuk.

Popularitas Donat Indomie melesat berkat kekuatan media sosial. Foto dan video kreasi ini memenuhi linemasa, memicu tantangan untuk membuatnya sendiri di rumah atau berburu di gerai-gerai yang mulai bermunculan. Daya tarik utamanya terletak pada faktor kebaruan dan kejutan (novelty factor). Konsep "mi instan rasa donat" adalah sesuatu yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, dan ini berhasil menarik perhatian luas.

Namun, justru kemudahan dalam proses pembuatannya menjadi bumerang bagi kelangsungan tren ini. Resep Donat Indomie yang relatif sederhana membuat siapa saja bisa bereksperimen di dapur mereka sendiri. Ini berarti, konsumen tidak perlu repot mencari penjual khusus untuk menikmati kuliner ini. Ketika faktor kebaruan mulai memudar dan masyarakat mampu menciptakan versi mereka sendiri, permintaan pasar secara otomatis menurun drastis. Bisnis-bisnis yang mengandalkan penjualan Donat Indomie pun kesulitan mempertahankan eksistensinya, dan tak lama kemudian, tren ini pun lenyap.

Mango Smoothies: Kesegaran Tropis yang Merajai Minuman

Tak hanya makanan berat, minuman pun tak luput dari siklus tren viral. Salah satu contoh paling nyata adalah popularitas Mango Smoothies. Minuman berbahan dasar buah mangga ini sempat sangat populer, terutama di kalangan anak muda dan penggemar minuman manis nan segar. Dengan perpaduan mangga segar, es, dan terkadang tambahan susu atau krim, minuman ini menawarkan sensasi rasa manis, asam, dan dingin yang sangat cocok untuk iklim tropis Indonesia.

Popularitas Mango Smoothies didorong oleh beberapa faktor. Pertama, mangga adalah buah yang digemari dan mudah ditemukan di Indonesia, setidaknya pada musimnya. Kedua, minuman ini menawarkan tampilan yang menarik dan estetis, sangat cocok untuk diunggah ke media sosial. Ketiga, resepnya yang relatif mudah untuk dimodifikasi dan divariasikan, membuat banyak gerai minuman berlomba-lomba menyajikan versi terbaik mereka.

Namun, seperti halnya Donat Indomie, Mango Smoothies juga mengalami nasib serupa. Ketersediaan mangga yang bersifat musiman menjadi salah satu kendala utama. Ketika musim mangga berakhir, bahan baku utama menjadi lebih mahal dan sulit didapatkan, memengaruhi harga jual dan kualitas produk. Selain itu, seiring waktu, pasar menjadi jenuh dengan banyaknya penjual yang menawarkan produk serupa. Konsumen pun mulai beralih mencari inovasi minuman lain yang lebih baru dan menarik. Tren ini kemudian digantikan oleh minuman-minuman lain dengan bahan dasar yang berbeda atau kreasi yang lebih unik.

Pelajaran dari Tren yang Hilang: Keberlanjutan dalam Industri Kuliner

Fenomena hilangnya Donat Indomie dan Mango Smoothies memberikan pelajaran berharga bagi para pelaku industri kuliner di Indonesia. Popularitas viral di media sosial memang dapat mendongkrak penjualan dalam waktu singkat, namun hal tersebut jarang menjamin keberlanjutan bisnis jangka panjang. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan:

  • Faktor Kebaruan (Novelty Factor): Tren viral seringkali mengandalkan kebaruan ide. Begitu kebaruan itu pudar atau ditiru secara massal, daya tarik produk pun berkurang.
  • Kemudahan Replikasi: Jika produk terlalu mudah dibuat di rumah oleh konsumen, potensi pasar untuk bisnis komersial akan cepat menyusut.
  • Kualitas dan Inovasi Berkelanjutan: Produk yang hanya mengandalkan viralitas tanpa didukung kualitas rasa yang konsisten dan inovasi berkelanjutan akan sulit bertahan. Konsumen modern mencari lebih dari sekadar sensasi sesaat.
  • Manajemen Ekspektasi dan Branding: Bisnis perlu membangun merek yang kuat dan tidak hanya bergantung pada satu produk viral. Diversifikasi menu dan strategi pemasaran jangka panjang menjadi krusial.
  • Ketersediaan Bahan Baku: Ketergantungan pada bahan baku musiman atau sulit didapat dapat menjadi penghambat utama pertumbuhan dan keberlanjutan.

Pada tahun 2026 ini, industri kuliner Indonesia semakin matang dalam menyikapi tren. Banyak pelaku usaha yang kini lebih fokus pada pengembangan produk yang memiliki nilai jual jangka panjang, membangun identitas merek yang kuat, serta menciptakan pengalaman kuliner yang tidak hanya sekadar mengikuti tren sesaat. Meskipun demikian, pencarian akan inovasi dan sensasi baru akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika pasar kuliner yang begitu beragam di Tanah Air.

Mengenang kembali Donat Indomie dan Mango Smoothies bukan sekadar nostalgia, melainkan pengingat bahwa di balik gemerlap viralitas, ada tantangan besar dalam membangun fondasi bisnis yang kokoh dan berkelanjutan di tengah laju perubahan selera konsumen yang begitu cepat.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
N

Ditulis oleh

Nair

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait