Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan hari Kamis pagi dengan sentimen yang sangat positif. Pada sesi pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG langsung melesat menguat sebesar 0,61 persen atau naik ke posisi 5.310,85 dari level penutupan sebelumnya. Penguatan ini langsung disambut baik oleh para pelaku pasar modal tanah air yang terlihat melakukan aksi beli secara agresif pada menit-menit awal perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan BEI pagi ini, penguatan IHSG didorong oleh lonjakan di hampir seluruh sektor utama. Sektor keuangan dan perbankan menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan signifikan, disusul oleh sektor infrastruktur, barang konsumen primer, serta sektor energi. Tercatat, lebih dari 200 saham mengalami kenaikan harga, sementara sekitar 80 saham stagnan, dan sisanya mengalami penurunan. Nilai transaksi pada awal pembukaan ini juga tercatat cukup deras, menembus angka triliunan rupiah dengan volume perdagangan yang sangat likuid.
Salah satu faktor utama yang membuat IHSG betah bertengger di zona hijau pagi ini adalah tingginya ekspektasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini hingga besok. Para pelaku pasar masih menantikan keputusan terkait kebijakan suku bunga acuan (BI Rate). Mayoritas ekonom dan analis memprediksi Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan pada level yang saat ini berlaku, dengan mempertimbangkan stabilitas nilai tukar Rupiah serta upaya untuk menjaga laju inflasi agar tetap berada di dalam target pemerintah.
Kepala Riset salah satu sekuritas di Jakarta menyebutkan bahwa penguatan IHSG pagi ini juga didukung oleh euforia rilis kinerja keuangan emiten-emiten besar untuk kuartal ketiga tahun 2026. "Banyak emiten perbankan dan komoditas yang membukukan laba bersih di atas ekspektasi pasar. Ini memberikan katalis positif bagi investor untuk kembali mengakumulasi saham-saham blue chip," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon pagi ini.
Selain faktor domestik, sentimen positif juga datang dari bursa global dan regional. Semalam, bursa saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup menguat seiring dengan meredanya kekhawatiran pasar terhadap data ketenagakerjaan dan inflasi di Negeri Paman Sam. Hal ini membuat bursa Asia pagi ini bergerak kompak di zona hijau, termasuk Nikkei di Jepang dan Straits Times di Singapura. Hal ini secara tidak langsung memberikan angin segar bagi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.
Saham-saham berkapitalisasi besar atau big cap menjadi penopang utama indeks hari ini. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terpantau kompak menguat dan menyumbang poin terbesar bagi IHSG. Selain itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII) juga turut serta dalam tren positif ini, mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi makro Indonesia yang masih terjaga dengan baik.
Meskipun demikian, para analis mengingatkan investor untuk tetap mencermati pergerakan pasar menjelang pengumuman hasil RDG BI besok. Fluktuasi jangka pendek sangat mungkin terjadi apabila ada kejutan dari keputusan bank sentral. IHSG saat ini memiliki level support di kisaran 5.250 dan level resistance terdekat di angka 5.350. Jika IHSG mampu bertahan dan menembus level resistance tersebut, bukan tidak mungkin tren penguatan ini akan berlanjut hingga akhir pekan.
Secara keseluruhan, pembukaan perdagangan hari ini menunjukkan optimisme yang tinggi dari investor terhadap prospek pasar modal Indonesia. Diharapkan dengan terjaganya stabilitas makroekonomi dan tingginya minat investor asing, IHSG dapat terus mempertahankan momentum positifnya hingga penutupan sesi sore nanti. Pasar kini sepenuhnya mengalihkan fokus pada konferensi pers Bank Indonesia yang akan digelar setelah rapat internal selesai untuk mendapatkan arah kebijakan moneter yang lebih jelas.