Infrastruktur Wisata Dibangun Megah, Infrastruktur Publik Dibiarkan Memprihatinkan

S Sawalika 19 Agu 2025 139 dilihat 2 menit baca

Jakarta - Negara Indonesia saat ini kerap menampilkan wajah terbaiknya melalui destinasi wisata yang dibangun dengan infrastruktur megah juga modern.Dengan adanya gerbang yang ikonik dibangun megah,jalan menuju destinasi wisata diperlebar, hingga adanya fasilitas penunjang wisata yang dipoles agar tampak menarik di media sosial, jalan tol menuju objek wisata, selain itu fasilitas mewah yang didanai dengan anggaran yang masif.Tujuan pembangunan ini untuk menarik devisa negara serta memanjakan para turis, juga menciptakan ilusi bahwa Indonesia adalah negara yang makmur dan tertata dengan sempurna.Namun,di sisi lain, apakah pembangunan tersebut seimbang dengan kebutuhan masyarakat sekitar?

 

Kenyataannya, dibalik kemegahan tersebut tersembunyi sebuah realitas bahwa ternyata jauh berbeda dengan yang dialami oleh sebagian besar rakyatnya.Masih banyak daerah yang masih memiliki kendala dengan infrastruktur publik dasar, kemudian bukan hanya itu akses air bersih belum merata sehingga fasilitas kesehatan dan pendidikan terbatas.yang membuat memprihatinkan hal hal seperti ini langsung menyentuh kehidupan masyarakat yang kerap kali tertinggal dibandingkan proyek wisata yang berorientasi pada citra dan pemasukan jangka pendek.Anggaran daerah seringkali dialokasikan untuk proyek yang bersifat glamor dan berorientasi pada pariwisata, sementara perbaikan infrastruktur publik yang fundamental diabaikan karena dianggap kurang menghasilkan pujian atau keuntungan finansial yang langsung terlihat.

 

Kesenjangan ini memperlihatkan sebuah prioritas kebijakan yang timpang dan berorientasi pada pencitraan.yang memunculkan kesan bahwa pembangunan lebih mementingkan estetika daripada fungsi.Faktanya, masyarakat yang tinggal disekitar destinasi wisata juga berhak merasakan manfaat adanya pembangunan infrastruktur.Ketika infrastruktur publik tidak diperbaiki, ditakutkan kesejahteraan rakyat menurun, walaupun wisatawan terus berdatangan.Dampaknya, terciptalah dua Indonesia: satu yang halus dan mengkilap untuk dilihat dunia, dan satu lagi yang kasar juga terabaikan untuk dirasakan oleh rakyatnya sendiri.

 

Idealnya,Pembangunan infrastruktur wisata dan publik berjalan bersama.Dengan begitu,keindahan yang ditawarkan kepada wisatawan tidak hanya tampak dari megahnya bangunan wisata, tetapi juga tercermin dari kualitas hidup masyarakat lokal.Sebuah bangsa yang memiliki kesatuan teguh tidak hanya dinilai dari kemewahan tempat wisatanya tetapi dinilai dari bagaimana negara hadir memastikan kualitas hidup dan akses yang layak bagi seluruh rakyatnya tanpa terkecuali.Karena pada akhirnya,pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar sumber daya manusianya.

 

 

Kategori: Umum

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sawalika

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Mulai 1 September 2026, Penumpang Wajib Pahami Sistem Piece Concept

Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Mulai 1 September 2026, Penumpang Wajib Pahami Sistem Piece Concept

Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi mengumumkan perubahan besar dalam kebijakan bagasi gratis bagi seluruh penumpangnya. Mulai 1 September 2026 , maskapai pelat merah tersebut tidak lagi menggunakan sistem Weight Concept atau perhitungan berdasarkan total berat bagasi, melainkan...

17 Jul 2026

Polda NTB Ambil Alih Perkara dan Targetkan Tuntas, Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah Masuk Babak Baru

Polda NTB Ambil Alih Perkara dan Targetkan Tuntas, Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tengah Masuk Babak Baru

Mataram  – Kasus pembakaran empat santri di Pondok Pesantren Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang mengguncang publik sejak akhir tahun lalu, memasuki babak baru. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) resmi mengambil alih penanganan perkara...

17 Jul 2026

Sorotan Komnas HAM Terhadap Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Dinamika Regulasi Daerah di Indonesia

Sorotan Komnas HAM Terhadap Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Dinamika Regulasi Daerah di Indonesia

JAKARTA — Wacana mengenai kedudukan kelompok minoritas gender di Indonesia kembali menjadi topik diskusi serius di ranah kebijakan publik. Alih-alih berfokus pada isu-isu sensasional, perdebatan kini bergeser ke ranah yang lebih fundamental, yakni mengenai perlindungan hak-hak dasar konstitusional, akses terhadap...

17 Jul 2026

KPAI Ungkap Sembilan Kasus Kekerasan Seksual Anak Diduga Libatkan Aparat

KPAI Ungkap Sembilan Kasus Kekerasan Seksual Anak Diduga Libatkan Aparat

KPAI merilis laporan mengejutkan tentang sembilan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak oleh aparat polisi. Mendesak investigasi serius dan reformasi ins

15 Jul 2026