Jerit Histeris dan Tangis Warga Saat Gempa Besar Meretakkan Rumah di NTT

S Sawalika 16 Agu 2026 0 dilihat 4 menit baca

Pagi buta di Nusa Tenggara Timur berubah menjadi mimpi buruk pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Tepat pukul 04.58 WIB, tanah di kawasan Flores berguncang hebat akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7. Pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Dalam hitungan detik, ketenangan subuh berubah menjadi kepanikan massal. Jerit histeris bersahutan dari rumah ke rumah, sementara tangis anak-anak dan orang tua pecah di tengah gelapnya dini hari.

Warga yang sebagian besar masih terlelap tiba-tiba dikejutkan oleh guncangan dahsyat yang membuat dinding rumah bergetar, genteng berjatuhan, dan perabotan berserakan. Banyak yang berlarian keluar rumah hanya dengan pakaian tidur, sebagian bahkan tanpa alas kaki, demi menyelamatkan diri dan keluarga dari reruntuhan bangunan. Di beberapa titik, warga saling berteriak memanggil nama anggota keluarga yang terpisah dalam kepanikan, sementara yang lain berusaha menembus kegelapan untuk mencari anak-anak dan orang tua yang belum sempat keluar rumah.

Guncangan gempa terasa hingga wilayah yang cukup jauh dari pusatnya, mulai dari Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, hingga Labuan Bajo, dengan intensitas yang bervariasi antara skala IV hingga VII MMI. Di sejumlah daerah tersebut, tembok-tembok rumah warga dilaporkan ambruk dan runtuh akibat kuatnya guncangan. Pemandangan rumah-rumah yang retak parah, sebagian bahkan rata dengan tanah, menjadi potret memilukan yang menghiasi berbagai penjuru NTT pasca-gempa.

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah. Di sana, warga harus berjibaku melakukan evakuasi darurat untuk menyelamatkan anggota keluarga, termasuk anak-anak, dari bawah reruntuhan bangunan yang ambruk. Suasana mencekam bercampur haru terlihat saat warga saling bahu-membahu menyingkirkan puing-puing dengan tangan kosong sembari menunggu bantuan alat berat dan tim penyelamat tiba di lokasi.

Tidak hanya rumah warga, fasilitas umum vital turut menjadi korban keganasan gempa ini. Pelabuhan Laurentius Say di Maumere, Kabupaten Sikka, mengalami kerusakan parah setelah gedung ruang tunggu pelabuhan ambruk dan menewaskan sejumlah orang yang berada di dalamnya saat kejadian. Kantor Bupati Sikka juga mengalami keretakan serius, begitu pula sejumlah rumah sakit, sekolah, kantor pemerintahan, hingga Hotel Jayakarta di Labuan Bajo yang turut terdampak.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa terus bertambah seiring proses pencarian dan evakuasi yang masih berlangsung. Hingga Sabtu malam, tercatat 47 orang meninggal dunia, dengan sebaran korban di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, serta masing-masing satu orang di Ngada dan Ende. Ribuan warga lainnya kini mengungsi di tempat-tempat yang dianggap lebih aman, sembari menahan trauma mendalam atas peristiwa yang mereka alami.

Dari sisi kerusakan bangunan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan. Sebagian besar korban kerusakan adalah rumah tinggal warga yang roboh total atau mengalami retakan struktur utama yang sangat fatal, membuat bangunan tersebut tidak lagi layak untuk ditempati.

Ancaman belum sepenuhnya berlalu. BMKG mencatat puluhan hingga ratusan gempa susulan terjadi pasca-gempa utama, dengan kekuatan bervariasi antara magnitudo 3,7 hingga 6,2. Kondisi ini membuat warga semakin waswas untuk kembali ke rumah masing-masing, meski sebagian barang berharga mereka masih tertinggal di dalam bangunan yang retak. BMKG bahkan sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah ketinggian muka laut di beberapa titik pesisir NTT hingga Sulawesi Selatan terpantau naik antara 0,14 hingga hampir satu meter, sebelum akhirnya peringatan tersebut dicabut.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi bangunan yang telah retak atau berpotensi ambruk, mengingat gempa susulan masih terus terjadi. Warga juga diminta untuk tidak kembali memasuki bangunan yang rusak sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Kini, di tengah reruntuhan dan duka yang menyelimuti Bumi Flores, semangat gotong royong warga NTT justru semakin terlihat. Mereka saling membantu mendirikan tenda darurat, berbagi makanan dan air bersih, serta menenangkan anak-anak yang masih dibayangi trauma akibat guncangan dahsyat tersebut. Pemerintah daerah bersama tim gabungan dari TNI, Polri, BNPB, dan relawan terus bekerja siang malam melakukan proses evakuasi dan pemulihan, berharap luka yang ditinggalkan gempa ini dapat segera pulih seiring waktu.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sawalika

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Malam Renungan Suci HUT ke-81 RI Berlangsung Khidmat di TMP Kalibata

Malam Renungan Suci HUT ke-81 RI Berlangsung Khidmat di TMP Kalibata

Jakarta, Suasana hening dan khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (16/8/2026) malam. Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia memasuki salah satu momen paling sakral, yaitu gelaran Malam Renungan Suci yang menjadi tradisi...

16 Agu 2026

Kemarau Ekstrem Pemicu Karhutla BNPB Terjunkan Tim Gabungan Atasi Kebakaran Hutan di Ponorogo, Malang, dan Bulungan

Kemarau Ekstrem Pemicu Karhutla BNPB Terjunkan Tim Gabungan Atasi Kebakaran Hutan di Ponorogo, Malang, dan Bulungan

JAKARTA  — Dampak puncak musim kemarau di Indonesia mulai memicu peningkatan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara signifikan di beberapa wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perluasan titik panas ( hotspot ) dan kejadian karhutla yang meluas...

15 Agu 2026

Guncangan Dahsyat M 7,7 Hantam Utara Flores Ratusan Gempa Susulan Picu Evakuasi Massal di NTT

Guncangan Dahsyat M 7,7 Hantam Utara Flores Ratusan Gempa Susulan Picu Evakuasi Massal di NTT

JAKARTA — Bencana gempa bumi tektonik berdaya rusak tinggi mengguncang wilayah Indonesia Timur. Pada Sabtu pagi (15/8/2026), gempa tektonik kuat bermagnitudo 7,7 menghantam kawasan perairan utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Guncangan hebat tersebut memicu kepanikan warga di berbagai...

15 Agu 2026

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Lebih dari 100 Orang Meninggal Dunia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Lebih dari 100 Orang Meninggal Dunia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman

JAKARTA — Bencana alam dahsyat kembali melanda kawasan Amerika Selatan. Bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Kolombia pada Selasa (11/8/2026). Berdasarkan laporan sementara otoritas setempat, musibah ini mengakibatkan sedikitnya 100 orang meninggal dunia, ratusan warga luka-luka, serta...

11 Agu 2026