Terbaru
Sengketa Uranium dan Tarif Selat Hormuz Jadi Penghambat Dialog Amerika Serikat dan Iran Ekonomi Indonesia 2026: Proyeksi Pertumbuhan dan Strategi Prosesor Gaming Populer Ryzen 7 5800X3D 10th Anniversary Edition Resmi Rilis di India Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 4,9-5,7 Persen pada 2026 Startup Teknologi Lokal Mulai Dominasi Pasar Digital Indonesia 2026 Inggris dan Australia Perketat Aturan Media Sosial Demi Lindungi Anak di Ruang Digital Antisipasi Badai Ekonomi Global Langkah Cerdas Presiden Prabowo Subianto Kumpulkan Mentor Finansial Era SBY Demi Amankan Isi Dompet Rakyat Lonjakan Kebutuhan Industri Terhadap Profesi Prompt Engineer Mengubah Kiblat Kurikulum Pelatihan Digital di Berbagai Lembaga Pendidikan Sengketa Uranium dan Tarif Selat Hormuz Jadi Penghambat Dialog Amerika Serikat dan Iran Ekonomi Indonesia 2026: Proyeksi Pertumbuhan dan Strategi Prosesor Gaming Populer Ryzen 7 5800X3D 10th Anniversary Edition Resmi Rilis di India Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 4,9-5,7 Persen pada 2026 Startup Teknologi Lokal Mulai Dominasi Pasar Digital Indonesia 2026 Inggris dan Australia Perketat Aturan Media Sosial Demi Lindungi Anak di Ruang Digital Antisipasi Badai Ekonomi Global Langkah Cerdas Presiden Prabowo Subianto Kumpulkan Mentor Finansial Era SBY Demi Amankan Isi Dompet Rakyat Lonjakan Kebutuhan Industri Terhadap Profesi Prompt Engineer Mengubah Kiblat Kurikulum Pelatihan Digital di Berbagai Lembaga Pendidikan

Kacamata Pintar Meta Kini Dukung Fitur Menulis Pesan Lewat Gestur Tangan

T Tirza 22 Mei 2026 16 dilihat 3 menit baca

Meta kembali membuat gebrakan di dunia teknologi wearable setelah menghadirkan fitur baru pada kacamata pintarnya. Kini, pengguna dapat menulis pesan hanya dengan menggunakan gestur tangan tanpa perlu menyentuh keyboard maupun layar smartphone.

Fitur terbaru tersebut hadir pada perangkat Meta Ray-Ban Display yang kini mendukung teknologi pengetikan virtual berbasis gerakan tangan. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengetik pesan di udara atau melalui gerakan kecil jari dan pergelangan tangan yang kemudian diterjemahkan menjadi teks oleh sistem AI Meta.

Meta menjelaskan bahwa teknologi tersebut bekerja menggunakan perangkat tambahan bernama Neural Wristband, yaitu gelang pintar yang mampu membaca sinyal otot dari pergelangan tangan menggunakan teknologi electromyography (EMG). Sinyal gerakan tangan pengguna akan diterjemahkan menjadi perintah digital secara real-time sehingga pengguna bisa mengetik tanpa perlu memegang ponsel.

Awalnya fitur ini hanya tersedia untuk pengguna terbatas di aplikasi seperti WhatsApp dan Messenger. Namun kini Meta mulai memperluas dukungan ke lebih banyak aplikasi, termasuk Instagram dan layanan pesan lainnya.

Kehadiran fitur tersebut menjadi langkah besar Meta dalam mengembangkan konsep komputasi tanpa sentuhan atau hands-free computing. Pengguna kini tidak lagi harus mengeluarkan smartphone untuk membalas pesan karena seluruh proses dapat dilakukan langsung lewat kacamata pintar dan gerakan tangan sederhana.

Selain fitur mengetik lewat gestur, Meta juga menghadirkan berbagai pembaruan lain untuk kacamata pintarnya. Salah satunya adalah fitur live captions atau teks otomatis saat melakukan panggilan suara. Dengan fitur ini, percakapan suara dapat langsung diterjemahkan menjadi teks secara real-time di layar kacamata.

Meta juga menghadirkan fitur navigasi augmented reality yang memungkinkan petunjuk arah muncul langsung di lensa kacamata saat pengguna berjalan kaki. Teknologi ini dinilai dapat membantu mobilitas pengguna tanpa harus terus melihat layar smartphone.

Banyak pengamat teknologi menilai langkah Meta menunjukkan arah masa depan perangkat wearable berbasis AI dan augmented reality. Perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut memang diketahui sedang agresif mengembangkan ekosistem perangkat pintar yang lebih praktis dan intuitif.

Meski terlihat futuristis, teknologi gestur tangan sebenarnya sudah lama dikembangkan Meta. Dalam beberapa acara teknologi sebelumnya, Meta sempat memperlihatkan demonstrasi mengetik pesan di udara tanpa keyboard fisik.

Sejumlah pengguna awal mengaku terkesan dengan pengalaman menggunakan fitur tersebut. Banyak yang menilai kontrol gestur membuat interaksi terasa lebih natural dan modern dibanding perangkat konvensional.

Namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan efektivitasnya untuk penggunaan sehari-hari. Sebagian pengguna menilai mengetik lewat gerakan tangan masih terasa lebih lambat dibanding menggunakan smartphone atau keyboard biasa. Ada juga kekhawatiran soal akurasi sistem dalam membaca gerakan tangan pengguna.

Selain masalah kenyamanan, isu privasi juga kembali menjadi perhatian. Kacamata pintar Meta sebelumnya sempat menuai kontroversi karena fitur kamera dan AI yang dianggap berpotensi mengganggu privasi orang lain di tempat umum.

Meski begitu, Meta tampaknya tetap optimistis bahwa perangkat wearable berbasis AI akan menjadi masa depan industri teknologi. Bahkan perusahaan teknologi lain seperti Apple juga dikabarkan sedang mengembangkan smart glasses dengan teknologi serupa.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, bukan tidak mungkin di masa depan aktivitas mengetik pesan, bekerja, hingga berkomunikasi sehari-hari dapat dilakukan hanya lewat gerakan tangan tanpa perlu bergantung pada smartphone tradisional.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
T

Ditulis oleh

Tirza

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Prosesor Gaming Populer Ryzen 7 5800X3D 10th Anniversary Edition Resmi Rilis di India

Prosesor Gaming Populer Ryzen 7 5800X3D 10th Anniversary Edition Resmi Rilis di India

Kabar menarik datang untuk para gamer PC dan penggemar hardware. AMD Ryzen 7 5800X3D kembali jadi sorotan setelah versi spesial “10th Anniversary Edition” dilaporkan resmi hadir di pasar India. Kehadiran prosesor legendaris ini langsung menarik perhatian komunitas PC karena 5800X3D...

22 Mei 2026

Startup Teknologi Lokal Mulai Dominasi Pasar Digital Indonesia 2026

Startup Teknologi Lokal Mulai Dominasi Pasar Digital Indonesia 2026

Perkembangan industri digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026. Sejumlah startup teknologi lokal kini mulai mendominasi pasar digital nasional melalui berbagai inovasi di bidang kecerdasan buatan, layanan keuangan digital, hingga platform berbasis komunitas. Transformasi digital yang semakin...

22 Mei 2026

Anthropic Pertimbangkan Penggunaan Chip AI Microsoft, Persaingan Industri Semakin Memanas

Anthropic Pertimbangkan Penggunaan Chip AI Microsoft, Persaingan Industri Semakin Memanas

Anthropic dikabarkan tengah mempertimbangkan penggunaan chip kecerdasan buatan milik Microsoft untuk mendukung pengembangan teknologi AI mereka di masa depan. Kabar ini menjadi sorotan besar di industri teknologi global karena dapat mengubah peta persaingan bisnis chip AI yang saat ini masih...

22 Mei 2026

Uji Coba Integrasi Tiket Terpadu Berbasis Wajah Face Recognition pada Seluruh Stasiun Hub Utama Jabodetabek Mulai Diberlakukan

Uji Coba Integrasi Tiket Terpadu Berbasis Wajah Face Recognition pada Seluruh Stasiun Hub Utama Jabodetabek Mulai Diberlakukan

Sistem integrasi transportasi massal di wilayah metropolitan Jabodetabek kembali mencatatkan tonggak sejarah baru, dengan resmi dimulainya uji coba sistem tiket terpadu berbasis pemindai wajah ( Face Recognition ). Langkah teknologi mutakhir ini diterapkan secara serentak di sejumlah stasiun hub dengan...

22 Mei 2026