Kain Tenun Sumba Ditetapkan Jadi Warisan Dunia, Mendunia Lewat Pola dan Filosofi

S Sipa 11 Okt 2025 126 dilihat 2 menit baca

Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di mata dunia. Organisasi UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) mengumumkan penetapan Kain Tenun Sumba sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia.

Pengakuan ini datang sebagai apresiasi terhadap nilai sejarah, kekayaan teknik, dan filosofi mendalam yang terkandung dalam setiap helai kain yang ditenun secara tradisional oleh masyarakat Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Kisah yang Terukir dalam Benang

Yang membuat Tenun Sumba unik adalah proses pembuatannya yang sangat panjang dan rumit, sering kali memakan waktu berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun penuh. Teknik pewarnaannya masih menggunakan bahan-bahan alami dari alam seperti akar mengkudu untuk warna merah dan lumpur untuk warna hitam sebuah proses yang disebut ikat dan celup.

 

Selain teknik, nilai filosofi yang terkandung dalam setiap motif sangatlah mendalam dan mudah dipahami kaum awam :

  • Motif Kuda : Melambangkan kekayaan, keberanian, dan status sosial yang tinggi, sebab kuda adalah harta paling berharga di Sumba.

  • Motif Buaya : Melambangkan kekuatan dan kekuasaan tertinggi.

  • Motif Manusia (Patung) : Melambangkan nenek moyang atau arwah leluhur yang dihormati (Marapu), berfungsi sebagai pelindung keluarga.

 

Dorongan untuk Pariwisata dan Ekonomi

 

Penetapan oleh UNESCO ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda. Secara budaya, hal ini menjamin perlindungan dan keberlanjutan tradisi menenun oleh generasi muda Sumba. Secara ekonomi, pengakuan global ini diprediksi akan meningkatkan pariwisata ke Sumba dan mendorong permintaan Tenun Sumba di pasar internasional.

Pemerintah daerah dan komunitas penenun kini bekerja sama untuk memastikan bahwa proses produksi tetap mempertahankan keaslian tradisi, sambil memenuhi standar kualitas internasional. Tenun Sumba kini resmi mendunia, membawa kekayaan filosofi dan tradisi Nusantara ke panggung internasional.

Kategori: Umum

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sipa

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Beban Ekonomi Memicu Lonjakan Pekerja Anak di Berbagai Wilayah: Tantangan Kesejahteraan Sosial yang Kian Kompleks

Beban Ekonomi Memicu Lonjakan Pekerja Anak di Berbagai Wilayah: Tantangan Kesejahteraan Sosial yang Kian Kompleks

Bandung  — Fenomena keterlibatan anak di bawah umur dalam aktivitas perekonomian semakin marak terjadi di sejumlah daerah. Tekanan finansial rumah tangga yang kian berat akibat dinamika ekonomi nasional memaksa sebagian anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk terjun ke lapangan kerja demi...

31 Agu 2026

Hotspot Karhutla Menurun, Pemerintah Tetap Perkuat Penanganan di Kalimantan dan Sumatera

Hotspot Karhutla Menurun, Pemerintah Tetap Perkuat Penanganan di Kalimantan dan Sumatera

Jakarta  — Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Meskipun jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi mengalami penurunan, upaya pemadaman dan pencegahan masih dilakukan secara intensif karena kebakaran masih terjadi di sejumlah lokasi....

31 Agu 2026

Mulai Besok 1 September, Stasiun Karet Resmi Ditutup untuk Layanan Naik-Turun Penumpang KRL

Mulai Besok 1 September, Stasiun Karet Resmi Ditutup untuk Layanan Naik-Turun Penumpang KRL

JAKARTA – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) resmi mengumumkan kebijakan baru terkait operasional layanan kereta rel listrik (KRL) di wilayah ibu kota. Mulai besok, tepatnya pada Selasa, 1 September 2026 , Stasiun Karet yang berlokasi di kawasan Tanah Abang,...

31 Agu 2026

Sah! Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031 pada Muktamar ke-35 NU di Jombang

Sah! Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031 pada Muktamar ke-35 NU di Jombang

JAKARTA – Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung khidmat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, resmi melahirkan nahkoda baru bagi jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus...

31 Agu 2026