Terbaru
Pengawasan Ketat DPR untuk Akuntabilitas Pemulihan Pascabencana Sumatera ◆ Akuntabilitas Pemulihan Pascabencana Sumatera: Komisi III DPR Soroti Kinerja Satgas PRR ◆ Komisi III DPR Kawal Akuntabilitas Pemulihan Bencana Sumatera ◆ PSSI Evaluasi Agenda FIFA Matchday November 2026 Usai Laga Uji Coba Lintas Kawasan Dibatalkan ◆ Jelang Libur Akhir Tahun, Dishub dan Pengelola Transportasi Masifkan Ramp Check dan Pemeliharaan Armada ◆ Ancaman Siber Meningkat, Sektor Perbankan Nasional Perketat Keamanan Lapis Dua dan Sosialisasi Anti-Phishing ◆ Dinamika Pasar Keuangan Awal November 2026 IHSG Diproyeksi Stabil, Harga Emas Antam Bertahan di Level Tinggi ◆ Akselerasi Program Perumahan MBR Kementerian PKP Perluas Sosialisasi Skema Baru Bantuan Bedah Rumah untuk Penghuni Kontrakan ◆ Pengawasan Ketat DPR untuk Akuntabilitas Pemulihan Pascabencana Sumatera ◆ Akuntabilitas Pemulihan Pascabencana Sumatera: Komisi III DPR Soroti Kinerja Satgas PRR ◆ Komisi III DPR Kawal Akuntabilitas Pemulihan Bencana Sumatera ◆ PSSI Evaluasi Agenda FIFA Matchday November 2026 Usai Laga Uji Coba Lintas Kawasan Dibatalkan ◆ Jelang Libur Akhir Tahun, Dishub dan Pengelola Transportasi Masifkan Ramp Check dan Pemeliharaan Armada ◆ Ancaman Siber Meningkat, Sektor Perbankan Nasional Perketat Keamanan Lapis Dua dan Sosialisasi Anti-Phishing ◆ Dinamika Pasar Keuangan Awal November 2026 IHSG Diproyeksi Stabil, Harga Emas Antam Bertahan di Level Tinggi ◆ Akselerasi Program Perumahan MBR Kementerian PKP Perluas Sosialisasi Skema Baru Bantuan Bedah Rumah untuk Penghuni Kontrakan ◆

Kebakaran Hutan dan Lahan Masih Berlangsung, Ratusan Hektare Masih Ditangani

A Azka 24 Sep 2026 2 dilihat 3 menit baca

Jakarta, Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih menjadi perhatian pemerintah pada September 2026. Sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih melakukan penanganan terhadap area yang terdampak kebakaran.

Data terbaru menunjukkan sekitar 209,78 hektare lahan masih dalam proses pemadaman di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Tim gabungan terus melakukan penanganan sekaligus memantau kemungkinan munculnya titik api baru.

Karhutla merupakan persoalan lingkungan yang memiliki dampak luas. Ketika kebakaran terjadi di kawasan hutan maupun lahan, kerusakan tidak hanya dirasakan oleh lingkungan sekitar. Asap yang dihasilkan juga dapat menyebar ke kawasan permukiman dan memengaruhi aktivitas masyarakat.

Pemantauan melalui satelit menjadi salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui indikasi munculnya titik panas. Hingga 20 September 2026, Kementerian Kehutanan mencatat terdapat sekitar 1.532 hotspot di sejumlah wilayah Indonesia.

Meski demikian, jumlah hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kebakaran. Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui pemantauan satelit. Pemeriksaan di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Penanganan kebakaran menjadi lebih sulit ketika lokasi berada di area yang sulit dijangkau. Petugas terkadang harus menghadapi keterbatasan akses jalan maupun sumber air.

Kondisi tersebut juga terjadi di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Satuan tugas karhutla melakukan penguatan mobilisasi petugas untuk menghadapi kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi.

Selain proses pemadaman, dampak terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Asap dari kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 174 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di wilayah terdampak karhutla selama periode 18 Agustus hingga 21 September 2026. Dari jumlah tersebut, lebih dari 40 ribu kasus terjadi pada balita.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan. Dampaknya dapat menjalar ke sektor kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Anak-anak dan kelompok masyarakat yang rentan perlu mendapatkan perhatian ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat di wilayah terdampak juga perlu memperhatikan informasi resmi mengenai kondisi udara serta mengikuti imbauan dari pemerintah daerah.

Selain penanganan ketika kebakaran sudah terjadi, upaya pencegahan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko karhutla. Pemantauan titik panas, patroli wilayah, edukasi masyarakat, dan kesiapan personel menjadi beberapa langkah yang diperlukan.

Kawasan lahan gambut juga membutuhkan perhatian khusus. Karakteristik lahan gambut membuat api dapat menyebar dan bertahan di bawah permukaan sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan yang tepat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebelumnya melaporkan bahwa kebakaran telah berdampak pada lahan gambut di sejumlah provinsi, termasuk Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Sebagian wilayah telah berhasil ditangani, tetapi pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Penegakan hukum juga menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla. Di Riau, aparat kepolisian sebelumnya menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka dalam perkara kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2026.

Langkah hukum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menangani kasus kebakaran yang diduga berkaitan dengan pelanggaran aturan.

Di sisi lain, pemerintah juga menekankan perlunya penanganan yang terkoordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, serta masyarakat.

Pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Masyarakat juga memiliki peran dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di kawasan yang rawan terbakar.

Karhutla merupakan persoalan yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Pemadaman ketika api muncul memang penting, tetapi pencegahan dan pemulihan lingkungan juga tidak kalah penting.

Dengan masih adanya area yang menjalani proses pemadaman dan pemantauan hotspot yang terus dilakukan, kondisi karhutla masih menjadi salah satu isu lingkungan yang perlu diperhatikan hingga akhir September 2026.

Pemerintah bersama masyarakat diharapkan dapat terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
A

Ditulis oleh

Azka

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Jelang Libur Akhir Tahun, Dishub dan Pengelola Transportasi Masifkan Ramp Check dan Pemeliharaan Armada

Jelang Libur Akhir Tahun, Dishub dan Pengelola Transportasi Masifkan Ramp Check dan Pemeliharaan Armada

BEKASI, 8 NOVEMBER 2026 — Mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat pada periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) bersama jajaran pengelola transportasi massal di wilayah metropolitan mulai melakukan langkah mitigasi agresif. Fokus utama per hari ini...

08 Nov 2026

Akselerasi Program Perumahan MBR Kementerian PKP Perluas Sosialisasi Skema Baru Bantuan Bedah Rumah untuk Penghuni Kontrakan

Akselerasi Program Perumahan MBR Kementerian PKP Perluas Sosialisasi Skema Baru Bantuan Bedah Rumah untuk Penghuni Kontrakan

JAKARTA, 8 NOVEMBER 2026 — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menggenjot langkah-langkah akselerasi guna memastikan pemerataan akses hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Memasuki awal bulan November 2026, kementerian secara masif memperluas jangkauan sosialisasi skema terobosan baru program...

08 Nov 2026

Umat Hindu di Seluruh Indonesia Merayakan Hari Raya Pagerwesi 2026 dengan Peneguhan Iman dan Tradisi Kebersamaan

Umat Hindu di Seluruh Indonesia Merayakan Hari Raya Pagerwesi 2026 dengan Peneguhan Iman dan Tradisi Kebersamaan

BALI — Umat Hindu di berbagai wilayah Indonesia merayakan perayaan suci Hari Raya Pagerwesi pada Rabu, 4 November 2026. Hari suci yang dirayakan setiap 210 hari sekali pada Somiswara wuku Watugunung ini menjadi puncak dari rangkaian hari suci keagamaan yang...

04 Nov 2026

Peringatan Hari Kerohanian Nasional 2026 Menjadi Momentum Merawat Toleransi dan Kerukunan Bangsa di Tengah Keberagaman

Peringatan Hari Kerohanian Nasional 2026 Menjadi Momentum Merawat Toleransi dan Kerukunan Bangsa di Tengah Keberagaman

JAKARTA — Bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kerohanian Nasional yang jatuh pada Selasa, 3 November 2026. Peringatan tahunan ini menjadi pengingat krusial bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terus merawat toleransi interaksi antarumat beragama, menghormati hak beribadah, serta memperkokoh persatuan nasional...

03 Nov 2026