Kisah Revans Ashmita Chaliha Taklukkan Unggulan Utama di French Open 2026

D Dina 23 Okt 2026 1 dilihat 3 menit baca

Paris menjadi saksi bisu lahirnya salah satu kejutan terbesar pada gelaran French Open 2026. Pada babak 16 besar yang digelar Jumat, 23 Oktober 2026, pebulu tangkis tunggal putri asal India, Ashmita Chaliha, berhasil menciptakan guncangan di sektor tunggal putri. Pemain yang tidak diunggulkan tersebut sukses menumbangkan unggulan utama asal Jepang, Akane Yamaguchi, melalui pertarungan sengit dua gim langsung dengan skor akhir 21-19 dan 21-18. Kemenangan ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan sebuah pembalasan dendam yang manis sekaligus tonggak sejarah baru dalam perjalanan karier Chaliha di dunia bulu tangkis internasional.

Pertandingan yang berlangsung di lapangan utama Stade Pierre de Coubertin tersebut berjalan dengan intensitas yang sangat tinggi sejak menit pertama. Akane Yamaguchi, yang dikenal luas sebagai salah satu pemain terbaik dunia dengan pertahanan berlapis dan stamina luar biasa, langsung mendapat tekanan hebat dari Chaliha. Alih-alih bermain bertahan dan menunggu kesalahan lawan, Chaliha justru mengambil inisiatif serangan sejak awal. Ia kerap memaksa Yamaguchi bergerak ke seluruh penjuru lapangan dengan kombinasi drop shot halus dan smes keras yang menusuk pertahanan wakil Jepang tersebut. Meskipun Yamaguchi sempat memberikan perlawanan sengit dan sempat menyamakan kedudukan di poin-poin kritis, Chaliha tetap tenang dan berhasil mengamankan gim pertama dengan selisih tipis 21-19.

Memasuki gim kedua, tekanan justru beralih kepada Yamaguchi. Sebagai unggulan utama, ia dituntut untuk segera bangkit dan menyamakan kedudukan. Namun, mental Chaliha yang sedang berada di puncak kepercayaan diri membuatnya tak gentar sedikit pun. Ia terus melancarkan serangan balik cepat yang membuat Yamaguchi kewalahan. Alih-alih menyerah, Chaliha justru semakin menjauh di pertengahan gim kedua. Keputusan-keputusan bola yang cerdik serta penempatan shuttlecock yang akurat membuat Yamaguchi kerap kali tertipu dan salah mengantisipasi arah bola. Hingga akhirnya, sebuah pukulan silang yang tidak mampu dijangkau oleh Yamaguchi memastikan Chaliha menutup gim kedua dengan skor 21-18, sekaligus memastikan tiket ke babak perempat final.

Kemenangan ini terasa sangat istimewa bagi Ashmita Chaliha karena ini merupakan ajang revans yang sempurna. Sepekan sebelumnya, pada turnamen Denmark Open, Chaliha harus mengakui keunggulan Yamaguchi dan terhenti langkahnya. Kekalahan tersebut rupanya menjadi bahan evaluasi berharga bagi Chaliha dan tim pelatihnya. Ia belajar dari kesalahan taktis di Denmark dan berhasil mengubah strategi bermain menjadi lebih agresif serta tidak ragu mengambil risiko di lapangan. Kemenangan atas Yamaguchi ini juga mencatatkan sejarah baru bagi Chaliha, di mana ia berhasil menembus babak perempat final turnamen BWF Super 750 untuk pertama kalinya sepanjang kariernya. Sebelumnya, pencapaian terbaiknya di level Super 750 terhenti di babak-babak awal.

Menariknya, ada fakta unik di balik gaya bermain Ashmita Chaliha yang membuat Yamaguchi kesulitan meredam serangannya. Chaliha merupakan salah satu dari sedikit pemain tunggal putri kelas atas dunia yang menggunakan tangan kiri (kidal). Gaya bermain kidal dengan pegangan raket yang unik serta pukulan silang (cross-court) yang tajam sering kali membuat pemain lawan, termasuk Yamaguchi, kesulitan membaca arah datangnya bola. Kombinasi kelincahan kaki dan pukulan mematikan dari sisi kiri lapangan ini sering kali disamakan dengan gaya bermain legenda bulu tangkis India, Prakash Padukone. Chaliha kerap dianggap sebagai salah satu pemain dengan pukulan paling estetik dan sulit ditebak di sektor tunggal putri saat ini.

Kemenangan ini tentu menjadi suntikan moral yang sangat besar bagi Chaliha dan juga bagi skuad bulu tangkis India secara keseluruhan. Di babak perempat final, Chaliha akan menghadapi tantangan berat lainnya dari pemain-pemain papan atas dunia yang bertekad menghentikan laju kejutannya. Namun, dengan performa apik, mental baja, serta dukungan penuh dari para penggemar bulu tangkis di seluruh dunia yang menyukai kisah kuda hitam, Ashmita Chaliha membuktikan bahwa di atas lapangan, peringkat dan status unggulan bukanlah segalanya. Dengan raket di tangan kirinya, ia siap melanjutkan misi mengejutkan di turnamen bergengsi French Open 2026.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
D

Ditulis oleh

Dina

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait