Kurangi Ketergantungan Dolar BI Catat Transaksi LCT Melonjak 309%

H Herman 24 Mei 2026 28 dilihat 4 menit baca

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi Local Currency Transaction (LCT) atau transaksi mata uang lokal antarnegara sepanjang tahun 2026. Bank sentral melaporkan nilai transaksi LCT meningkat hingga 309 persen dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional semakin diminati dan mulai mengurangi dominasi dolar Amerika Serikat.

Kebijakan penggunaan transaksi mata uang lokal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam aktivitas perdagangan dan investasi lintas negara. Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Indonesia bersama sejumlah negara mitra terus memperluas kerja sama penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral.

LCT sendiri memungkinkan pelaku usaha melakukan transaksi perdagangan internasional menggunakan mata uang masing-masing negara tanpa harus melalui dolar AS sebagai mata uang perantara. Skema ini dianggap lebih efisien karena mampu menekan biaya konversi valuta asing dan mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar dolar.

Peningkatan transaksi LCT sebesar 309 persen menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan dan pelaku bisnis yang mulai beradaptasi dengan sistem tersebut. Negara-negara yang telah bekerja sama dengan Indonesia dalam implementasi LCT di antaranya adalah Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan beberapa negara ASEAN lainnya.

Bank Indonesia menilai tren ini menjadi perkembangan positif di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih dipengaruhi tensi geopolitik, inflasi, hingga kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Ketergantungan tinggi terhadap dolar selama ini dinilai membuat banyak negara rentan terhadap gejolak eksternal, terutama ketika nilai tukar dolar mengalami penguatan tajam.

Dengan penggunaan mata uang lokal, perusahaan dapat melakukan transaksi secara lebih stabil dan terukur. Selain itu, penggunaan LCT juga diyakini dapat memperkuat posisi rupiah di pasar internasional serta memperluas penggunaan mata uang domestik dalam perdagangan global.

Sejumlah ekonom menilai peningkatan transaksi LCT menjadi langkah strategis bagi Indonesia dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Di tengah tren dedolarisasi yang mulai dilakukan sejumlah negara berkembang, Indonesia dianggap mencoba membangun sistem perdagangan yang lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada mata uang asing tertentu.

Fenomena dedolarisasi sendiri saat ini mulai ramai diperbincangkan di berbagai negara. Beberapa negara anggota BRICS bahkan mulai mendorong penggunaan mata uang lokal untuk transaksi perdagangan internasional demi mengurangi pengaruh dolar AS dalam sistem keuangan global. Meski begitu, dolar hingga kini masih menjadi mata uang cadangan utama dunia dan mendominasi sebagian besar transaksi internasional.

Bank Indonesia menegaskan bahwa kebijakan LCT bukan bertujuan menggantikan dolar secara total, melainkan menciptakan alternatif transaksi yang lebih fleksibel bagi pelaku usaha. Dengan adanya opsi mata uang lokal, pelaku bisnis dapat memilih mekanisme pembayaran yang dianggap paling menguntungkan dan minim risiko.

Di sisi lain, peningkatan transaksi LCT juga dianggap dapat membantu menjaga cadangan devisa negara. Selama ini, kebutuhan dolar untuk impor maupun pembayaran internasional sering memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Dengan semakin banyak transaksi menggunakan mata uang lokal, kebutuhan terhadap dolar secara bertahap dapat ditekan.

Para pelaku usaha pun mulai merasakan manfaat dari implementasi sistem ini. Selain mempercepat proses transaksi lintas negara, penggunaan mata uang lokal juga membantu perusahaan mengurangi biaya hedging atau perlindungan nilai tukar yang biasanya diperlukan ketika menggunakan dolar AS.

Meski menunjukkan perkembangan pesat, Bank Indonesia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam memperluas penggunaan LCT. Salah satunya adalah kesiapan sistem keuangan, edukasi kepada pelaku usaha, serta peningkatan kerja sama dengan lebih banyak negara mitra dagang.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen terus memperluas implementasi transaksi mata uang lokal agar semakin banyak sektor bisnis yang memanfaatkannya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Lonjakan transaksi LCT hingga 309 persen menjadi bukti bahwa transformasi sistem pembayaran internasional mulai bergerak menuju pola yang lebih beragam. Indonesia pun berupaya mengambil posisi strategis dalam perubahan tersebut dengan memperkuat penggunaan rupiah dan memperluas kerja sama ekonomi berbasis mata uang lokal.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
H

Ditulis oleh

Herman

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait