Kyiv Diguncang Serangan Besar, Rusia Gempur Jantung Ukraina Menggunakan Rudal Super

A Aryatio 25 Mei 2026 1 dilihat 2 menit baca

JAKARTA – Situasi di Eropa Timur kembali memanas ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan setelah Angkatan Bersenjata Rusia melancarkan gelombang serangan udara masif ke ibu kota Ukraina, Kyiv. Dalam serangan terbaru ini, Moskow dilaporkan mengerahkan jajaran "rudal super" berkemampuan hipersonik dan taktis tingkat tinggi. Ledakan-ledakan besar yang menggema di seluruh penjuru kota membuat Kyiv diguncang hebat, memaksa ribuan warga sipil kembali berbondong-bondong menyelamatkan diri ke ruang-ruang bawah tanah dan stasiun metro yang berfungsi sebagai bungker perlindungan.

Menurut laporan dari otoritas pertahanan setempat, serangan ini terjadi di tengah malam dan berlangsung selama beberapa jam. Sistem pertahanan udara Ukraina langsung bekerja keras menghalau puluhan proyektil yang datang dari berbagai arah. Meskipun sejumlah rudal berhasil dicegat di udara, beberapa di antaranya yang dikategorikan sebagai teknologi rudal super mutakhir berhasil menembus barikade pertahanan dan menghantam beberapa titik infrastruktur krusial serta kawasan strategis di sekitar jantung kota.

Penggunaan rudal super dalam operasi ini dinilai oleh para pengamat militer sebagai strategi Moskow untuk melumpuhkan pusat komando dan jalur logistik energi Ukraina sebelum memasuki fase pertempuran berikutnya. Rudal-rudal jenis ini memiliki kecepatan yang sangat ekstrem dan kemampuan manuver yang sulit diprediksi oleh radar konvensional, menjadikannya salah satu senjata paling mematikan dalam teater perang modern saat ini. Gemuruh dari dampak benturan rudal tersebut dilaporkan terdengar hingga radius puluhan kilometer dari pusat kota.

Pemerintah Ukraina mengutuk keras aksi pemboman masif ini dan menyebutnya sebagai tindakan teror yang sengaja ditargetkan untuk meruntuhkan mentalitas dan moral masyarakat Kyiv. Pihak berwenang segera mengerahkan tim penyelamat, pemadam kebakaran, dan paramedis ke lokasi-lokasi terdampak untuk mengevakuasi korban dan membersihkan puing-puing bangunan yang hancur akibat daya ledak tinggi dari hulu ledak rudal Rusia tersebut.

"Ibu kota kembali menghadapi malam yang sangat berat. Daya hancur dari senjata yang mereka gunakan malam ini sangat masif, namun ketahanan masyarakat dan kesiapsiagaan siber serta militer kami tetap berdiri tegak," ujar seorang perwakilan resmi dari komando militer Kyiv dalam konferensi pers darurat.

Di sisi lain, eskalasi besar ini memicu reaksi keras dari dunia internasional. Blok Barat dan sekutu NATO segera menggelar pertemuan darurat guna membahas bantuan tambahan bagi Ukraina, khususnya pengiriman sistem pertahanan udara yang lebih modern dan mampu menangkal pergerakan rudal hipersonik. Konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda ini diprediksi akan semakin menyulitkan upaya diplomasi damai global, sekaligus memperpanjang krisis kemandirian pangan dan energi yang dampaknya terasa hingga ke berbagai belahan dunia.

 

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
A

Ditulis oleh

Aryatio

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait