Kabar duka menyelimuti dunia usaha dan industri kecantikan Tanah Air. Tokoh wirausaha ternama sekaligus pendiri Martha Tilaar Group, DR. (H.C.) Martha Tilaar, mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (14/10/2026) pagi di Jakarta akibat sakit. Kepergian wanita kelahiran Kebumen, 4 September 1937 ini menandai berpulangnya sosok pelopor yang mendedikasikan hidupnya untuk mengangkat kearifan lokal serta bahan-bahan alami Indonesia ke panggung kecantikan nasional hingga internasional.
Perjalanan karier sosok yang akrab disapa Bu Martha ini dimulai dari langkah kecil pada tahun 1970. Kala itu, sekembalinya mendampingi sang suami studi di Amerika Serikat, ia merintis salon kecantikan sederhana berukuran 4x6 meter di kediaman orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Lewat ketekunan dan visinya memanfaatkan ramuan jamu serta bahan herbal tradisional, usaha salon tersebut berkembang pesat hingga melahirkan PT Martina Berto Tbk pada tahun 1981, yang kini menaungi berbagai merek ternama seperti Sariayu, Biokos, dan Caring Colours.
Atas jasa dan dedikasinya dalam membangun industri kosmetik berbasis bahan alam serta pemberdayaan perempuan di berbagai daerah, pemerintah menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma pada tahun 2016. Kiprahnya tak hanya memberikan warna bagi industri estetika nasional, tetapi juga membanggakan nama Indonesia di kancah global.
Pihak keluarga besar dan manajemen Martha Tilaar Group mengonfirmasi bahwa jenazah almarhumah saat ini disemayamkan di Rumah Duka Patra Kuningan, Jakarta Selatan, untuk memberikan kesempatan bagi para pelayat memberikan penghormatan terakhir. Berdasarkan rencana keluarga, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) mendatang di area pemakaman keluarga San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Kepergian almarhumah meninggalkan warisan inspiratif bagi generasi muda dan para pelaku UMKM di seluruh Indonesia.