Netflix Akuisisi Warner Bros. Discovery, Industri Streaming Global Siap Alami Perubahan Besar
Los Angeles — Netflix resmi mengumumkan kesepakatan besar untuk mengakuisisi divisi studio dan streaming milik Warner Bros. Discovery senilai 72 miliar dolar AS. Akuisisi yang dilakukan dengan kombinasi tunai dan saham ini menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri hiburan modern dan berpotensi mengubah peta persaingan layanan streaming global.
Dalam kesepakatan tersebut, Netflix akan memperoleh kendali atas katalog konten Warner Bros. Discovery, termasuk waralaba raksasa seperti Harry Potter, DC Universe, Game of Thrones, dan berbagai judul film blockbuster lainnya. Jika seluruh proses persetujuan regulator berjalan mulus, merger ini akan menciptakan perpaduan koleksi konten terbesar yang pernah ada pada satu platform streaming.
Keputusan ini mendapat respons beragam dari industri. Sejumlah analis menilai langkah Netflix sebagai strategi agresif untuk mempertahankan posisi teratas dalam persaingan layanan streaming, di tengah ketatnya kompetisi dari Disney+, Amazon Prime Video, hingga Apple TV+. Namun, pihak kritikus menilai akuisisi raksasa media dapat memicu berkurangnya persaingan, mengurangi pilihan penonton, hingga memengaruhi distribusi film ke bioskop.
Meski begitu, Netflix menegaskan bahwa penggabungan aset ini tidak akan menghilangkan distribusi film ke layar lebar. Pihak perusahaan menyebut komitmennya untuk tetap merilis sejumlah judul unggulan di bioskop, sekaligus memperluas akses global bagi pengguna platform digital.
Sementara proses akuisisi berlangsung, Netflix juga merilis deretan tayangan baru untuk Desember 2025 sebagai bagian dari strategi mempertahankan pertumbuhan pelanggan. Beberapa judul yang mendapat sorotan di antaranya Troll 2, My Secret Santa, The Night My Dad Saved Christmas 2, dan drama baru berjudul Jay Kelly, disusul daftar film dan serial dari berbagai genre untuk penonton keluarga hingga dewasa.
Dengan langkah besar ini, Netflix bukan hanya memperluas basis kontennya, tetapi juga memposisikan diri sebagai pusat hiburan digital terbesar di dunia. Industri kini menunggu bagaimana perubahan besar ini akan memengaruhi harga langganan, perilisan film, hingga dinamika kompetisi streaming global pada tahun 2026 mendatang.