Pasar memori NAND flash global mencatat pertumbuhan luar biasa pada kuartal pertama 2026. Lonjakan permintaan yang berasal dari industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan pendapatan industri hingga mencapai US$46 miliar atau sekitar Rp824 triliun.
Berdasarkan laporan terbaru dari Counterpoint Research, industri NAND flash mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Pendapatan pasar hampir dua kali lipat dibandingkan kuartal keempat 2025 dan meningkat sekitar 3,5 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan penyimpanan data yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi AI di berbagai sektor. Mulai dari pusat data, layanan komputasi awan, hingga pengembangan model AI generatif membutuhkan kapasitas penyimpanan yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Para analis menilai bahwa tren pembangunan infrastruktur AI dalam skala besar menjadi pendorong utama lonjakan permintaan memori. Perusahaan teknologi di berbagai negara kini berlomba-lomba memperluas kapasitas pusat data mereka untuk mendukung kebutuhan komputasi yang semakin kompleks.
Selain itu, perkembangan teknologi Agentic AI yang memungkinkan sistem AI bekerja lebih mandiri dan mampu mengambil keputusan secara otomatis juga turut meningkatkan kebutuhan terhadap perangkat penyimpanan berkecepatan tinggi. Teknologi tersebut membutuhkan akses data yang cepat dan kapasitas penyimpanan yang besar agar dapat menjalankan berbagai tugas secara efisien.
Laporan Counterpoint menunjukkan bahwa segmen enterprise solid-state drive (eSSD) menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan pasar. Produk eSSD yang banyak digunakan pada server pusat data kini menyumbang sekitar 43 persen dari total pasar NAND global pada kuartal pertama 2026. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat dan berpotensi melampaui 60 persen pada akhir tahun.
Pertumbuhan yang terjadi bahkan disebut sangat luar biasa karena pendapatan industri NAND pada kuartal pertama 2026 saja telah melampaui total pendapatan industri sepanjang tahun 2023. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya perubahan yang terjadi di sektor teknologi penyimpanan data akibat revolusi AI.
Dalam persaingan industri, Samsung Electronics masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar global. Produsen teknologi asal Korea Selatan tersebut menguasai sekitar 29 persen pangsa pasar NAND dunia dan tetap menjadi pemain terbesar dalam industri penyimpanan data.
Di bawah Samsung, persaingan semakin ketat antara beberapa perusahaan besar seperti Kioxia, Micron Technology, SanDisk, serta Yangtze Memory Technologies Co. atau YMTC. Keempat perusahaan tersebut menikmati peningkatan permintaan yang kuat dari pasar global.
Salah satu sorotan terbesar datang dari YMTC. Perusahaan asal China tersebut mencatat pertumbuhan pendapatan yang sangat tinggi, hampir 445 persen secara tahunan. Pangsa pasar YMTC juga meningkat pesat dari sekitar 8 persen pada kuartal pertama 2025 menjadi 13 persen pada kuartal pertama 2026.
Kinerja impresif YMTC didukung oleh tingginya permintaan dari produsen perangkat elektronik dalam negeri China. Selain itu, keterbatasan pasokan di pasar global turut mendorong kenaikan harga produk memori sehingga memberikan keuntungan tambahan bagi perusahaan tersebut.
Tidak hanya mencatat pertumbuhan bisnis yang pesat, YMTC juga tengah mempersiapkan langkah strategis baru melalui rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal China. Langkah ini dinilai dapat memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Rencana tersebut mengikuti jejak ChangXin Memory Technologies yang sebelumnya juga dikabarkan mempertimbangkan strategi serupa untuk memperoleh tambahan pendanaan.
Menurut analis Counterpoint, keberhasilan IPO dapat menjadi titik penting bagi pertumbuhan YMTC di masa depan. Suntikan modal baru akan memberikan kemampuan yang lebih besar bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat penelitian dan pengembangan teknologi, serta memperluas jangkauan pasar internasional.
Di sisi lain, tren pertumbuhan pasar NAND diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang 2026. Permintaan terhadap pusat data AI, layanan komputasi awan, serta perangkat berbasis kecerdasan buatan terus meningkat di berbagai negara. Kondisi tersebut membuat industri penyimpanan data menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan dari revolusi AI global.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi AI dalam operasional bisnis mereka, kebutuhan akan memori berkapasitas besar dan berkecepatan tinggi diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini membuka peluang pertumbuhan besar bagi para produsen memori dunia sekaligus memperkuat posisi industri semikonduktor sebagai tulang punggung perkembangan teknologi masa depan.