Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera dan Kalimantan

J Jall 23 Okt 2026 0 dilihat 2 menit baca

Isu kebakaran hutan dan lahan di kawasan Sumatera dan Kalimantan terus menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia dalam upaya menjaga kualitas udara dan mencegah dampak ekologis yang memburuk. BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa kombinasi cuaca kering serta karakteristik lahan gambut yang tebal menjadi tantangan terbesar dalam proses pemadaman api di lapangan. Kedalaman gambut yang terbakar di bawah permukaan tanah membuat titik api sulit dipadamkan secara total hanya dengan pembasahan permukaan biasa.

 

Sebagai langkah respons cepat, Pemerintah Indonesia menyiagakan puluhan ribu personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Manggala Agni, BNPB, serta relawan masyarakat peduli api. Satgas darat dikerahkan secara intensif untuk melakukan penyekatan lahan, pembuatan parit isolasi, serta pendinginan titik api yang berpotensi meluas ke area pemukiman warga maupun kawasan konservasi.

 

Selain penanganan jalur darat, operasi udara juga ditingkatkan secara masif melalui skema pembasahan air serta penerapan Operasi Modifikasi Cuaca untuk memancing timbulnya hujan buatan di wilayah rawan. Dalam mendukung upaya kemanusiaan dan penanggulangan bencana lintas negara ini, Pemerintah Malaysia turut memfasilitasi pengiriman bantuan berupa unit armada pesawat pemadam udara, helikopter pendukung, serta puluhan personel pemadam kebakaran berpengalaman untuk bahu-membahu bersama tim Satgas Karhutla Indonesia di wilayah Kalimantan.

 

Penanganan kebakaran hutan dan lahan ini tidak hanya berfokus pada tindakan pemadaman di area terdampak, tetapi juga mencakup langkah penegakan hukum tegas terhadap oknum atau korporasi yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal. Langkah preventif terus diperketat di tingkat tapak dengan mengedukasi warga desa sekitar hutan mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

 

Pemerintah berharap dengan adanya sinergi antar-lembaga serta dukungan kerja sama internasional, sebaran titik panas di Sumatera dan Kalimantan dapat terkendali secara efektif sebelum memasuki puncak musim kering, sehingga dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas perekonomian dapat diminimalisasi secara optimal.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
J

Ditulis oleh

Jall

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Darurat Kabut Asap! Udara Palangka Raya Sentuh PM2.5 593,4, Bernapas Seharian Setara Isap 27 Batang Rokok

Darurat Kabut Asap! Udara Palangka Raya Sentuh PM2.5 593,4, Bernapas Seharian Setara Isap 27 Batang Rokok

JAKARTA – Kualitas udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dilaporkan memasuki fase darurat yang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara terkini, rata-rata konsentrasi polutan partikulat halus atau PM2.5 di kota tersebut melonjak tajam hingga menyentuh angka 593,4 mikrogram...

22 Okt 2026

Penemuan Situs Bangkai Kapal Karam Abad Ke-10 di Perairan Nusantara Mengungkap Kejayaan Jalur Rempah dan Jaringan Perdagangan Antarbenua

Penemuan Situs Bangkai Kapal Karam Abad Ke-10 di Perairan Nusantara Mengungkap Kejayaan Jalur Rempah dan Jaringan Perdagangan Antarbenua

BELITUNG — Tim arkeologi kelautan gabungan kembali mencatatkan penemuan bersejarah berharga tinggi di wilayah perairan Indonesia. Penemuan berupa situs bangkai kapal karam (shipwreck) beserta ribuan komoditas muatannya yang berasal dari era abad ke-10 Masehi tersebut berhasil diidentifikasi di dasar laut...

21 Okt 2026

Penemuan Baru Lukisan Gua Prasejarah di Sulawesi Selatan Mengubah Teori Pemetaan Awal Seni Rupa dan Peradaban Manusia Kuno

Penemuan Baru Lukisan Gua Prasejarah di Sulawesi Selatan Mengubah Teori Pemetaan Awal Seni Rupa dan Peradaban Manusia Kuno

MAROS — Penemuan arkeologi luar biasa kembali memotret sejarah awal peradaban manusia modern di Kepulauan Nusantara. Tim peneliti gabungan arkeologi nasional Indonesia bersama pakar internasional berhasil mengidentifikasi dan memverifikasi penanggalan lukisan dinding gua (rock art) di kawasan karst Maros-Pangkep, Sulawesi...

20 Okt 2026

Penemuan Situs Megalitikum Gunung Tangkil Menggunakan Teknologi Pemindaian Laser Ungkap Peradaban Kuno dan Jalur Perdagangan Kuno di Jawa Barat

Penemuan Situs Megalitikum Gunung Tangkil Menggunakan Teknologi Pemindaian Laser Ungkap Peradaban Kuno dan Jalur Perdagangan Kuno di Jawa Barat

SUKABUMI — Dunia arkeologi dan sejarah Indonesia kembali dikejutkan oleh penemuan situs megalitikum baru yang berada di kawasan Gunung Tangkil, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penemuan berharga ini berhasil diungkap berkat kolaborasi riset antara tim peneliti arkeologi Badan Riset dan Inovasi...

19 Okt 2026