Produsen Gadget Kembangkan Chip Hemat Daya untuk AI di Smartphone
JAKARTA — Tren penggunaan kecerdasan buatan di smartphone mendorong produsen chip besar dunia untuk mengembangkan prosesor mobile generasi baru yang lebih hemat daya namun memiliki kinerja AI lebih tinggi.
Menurut laporan industri, perusahaan seperti Qualcomm, MediaTek, dan Samsung Foundry sedang berlomba memasukkan Neural Processing Unit (NPU) yang lebih bertenaga ke dalam chipset terbaru. Teknologi ini memungkinkan aplikasi berjalan langsung di perangkat tanpa ketergantungan besar ke cloud.
Fitur AI di ponsel kini tak hanya dipakai untuk kamera, tetapi juga transkripsi real-time, penerjemahan bahasa, hingga asisten pintar yang memahami konteks percakapan pengguna.
Analis pasar menilai langkah ini akan membuat smartphone kelas menengah pun mampu memanfaatkan AI dengan performa tinggi tanpa menguras baterai. Selain itu, efisiensi energi menjadi sorotan karena pengguna banyak menginginkan ponsel yang tahan lebih lama tanpa pengisian daya berulang.
Perangkat pertama dengan prosesor AI hemat daya ini diperkirakan mulai hadir di pasar Asia pada pertengahan 2026, sebelum menyebar secara global.