Madrid, 10 Juni 2026 – Klub raksasa Spanyol, Real Madrid, resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala mereka, Álvaro Arbeloa. Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi klub pada Rabu (10/6/2026) dini hari WIB. Keputusan ini menandai berakhirnya masa kepelatihan Arbeloa yang berlangsung sekitar lima bulan bersama tim utama Los Blancos.
Arbeloa sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih kepala Real Madrid pada Januari 2026 untuk menggantikan Xabi Alonso. Saat itu, manajemen klub mengambil langkah cepat setelah Alonso meninggalkan jabatannya menyusul hasil yang dinilai belum memenuhi ekspektasi. Arbeloa yang sebelumnya menangani tim Castilla kemudian dipromosikan ke tim utama karena dianggap memahami filosofi dan budaya klub dengan sangat baik.
Penunjukan Arbeloa sempat mendapat sambutan positif dari para pendukung Real Madrid. Sebagai mantan pemain yang pernah membela klub selama bertahun-tahun, ia dikenal memiliki kedekatan emosional dengan klub. Banyak pihak berharap pengalamannya sebagai pemain dan pelatih akademi dapat membantu mengembalikan performa tim yang sedang mengalami masa sulit.
Dalam pernyataan resminya, Real Madrid menyampaikan apresiasi atas kontribusi Arbeloa selama mengabdi di klub. Manajemen menyebut Arbeloa sebagai sosok yang selalu menunjukkan loyalitas, komitmen, dan profesionalisme sejak pertama kali bergabung dengan akademi hingga dipercaya menangani tim utama. Klub juga menegaskan bahwa Arbeloa akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Real Madrid.
"Real Madrid C.F. dan Álvaro Arbeloa telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama," tulis klub dalam pernyataan resminya. Real Madrid juga menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi Arbeloa serta keluarganya untuk perjalanan karier berikutnya.
Selama menangani tim utama, Arbeloa memimpin Real Madrid dalam 28 pertandingan di berbagai kompetisi. Dari jumlah tersebut, ia berhasil meraih 18 kemenangan, dua hasil imbang, dan delapan kekalahan. Catatan tersebut sebenarnya menunjukkan persentase kemenangan yang cukup baik, namun belum mampu memenuhi target tinggi yang selalu dibebankan kepada klub sebesar Real Madrid.
Di kompetisi domestik, Real Madrid gagal mempertahankan dominasi mereka di liga. Los Blancos harus puas mengakhiri musim di posisi kedua klasemen, berada di bawah rival abadi mereka, FC Barcelona. Hasil tersebut dianggap kurang memuaskan mengingat ambisi klub untuk selalu bersaing memperebutkan gelar juara setiap musim.
Kekecewaan juga datang dari ajang piala. Di bawah arahan Arbeloa, Real Madrid gagal melangkah jauh di kompetisi domestik maupun Eropa. Tim tersingkir dari Copa del Rey dan juga gagal mencapai target di Liga Champions. Kegagalan meraih trofi pada musim 2025/2026 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong manajemen melakukan perubahan di kursi kepelatihan.
Meski masa jabatannya tergolong singkat, Arbeloa tetap meninggalkan sejumlah hal positif. Ia dikenal berani memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk tampil bersama tim utama. Kebijakan tersebut sejalan dengan tradisi Real Madrid yang selama ini berupaya mengembangkan talenta dari akademi klub. Kehadiran beberapa pemain muda dalam skuad utama menjadi salah satu warisan yang ditinggalkannya.
Berakhirnya kerja sama dengan Arbeloa memunculkan berbagai spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi pelatih berikutnya. Sejumlah laporan media Eropa menyebut nama José Mourinho sebagai kandidat terkuat untuk kembali menangani Real Madrid. Bahkan, beredar kabar bahwa Mourinho akan mendapat kontrak berdurasi tiga musim untuk memimpin proyek baru klub di Santiago Bernabéu. Namun hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pihak klub mengenai pengganti Arbeloa.
Keputusan berpisah dengan Arbeloa menunjukkan bahwa Real Madrid tetap berpegang pada standar tinggi yang telah menjadi ciri khas klub selama bertahun-tahun. Dengan target meraih gelar di kompetisi domestik maupun Eropa pada musim depan, manajemen diyakini akan segera menunjuk pelatih baru yang dinilai mampu membawa Los Blancos kembali ke jalur kemenangan.