PROBOLINGGO – Suasana akhir pekan di jalur menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo berubah mencekam pada Sabtu siang (9/5/2026). Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di tanjakan ekstrem Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Insiden ini mengakibatkan kemacetan panjang dan menimbulkan sejumlah korban luka-luka.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, saat arus wisatawan menuju maupun meninggalkan Gunung Bromo sedang padat-padatnya. Menurut keterangan saksi mata di lokasi, kecelakaan bermula ketika sebuah bus pariwisata berukuran sedang yang mengangkut rombongan wisatawan asal Surabaya melaju turun dari arah Desa Jetak menuju Sukapura.
Diduga kuat, bus tersebut mengalami kegagalan sistem pengereman (rem blong) saat melintasi turunan curam dan berkelok. Pengemudi bus dilaporkan kehilangan kendali atas kendaraannya yang terus melaju dengan kecepatan tinggi.
"Bus terlihat oleng dan melaju sangat cepat di turunan. Sopir sepertinya mencoba membuang arah ke kanan, tapi di depan ada antrean mobil," ujar Maryono, salah satu warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.
Bus tersebut kemudian menghantam bagian belakang sebuah mobil SUV putih yang berada searah di depannya. Dorongan yang sangat kuat memicu efek domino; SUV tersebut terlempar dan menabrak mobil pikap pengangkut sayur dari arah berlawanan, yang kemudian berujung pada benturan dengan sebuah jip wisata (hardtop) yang tengah terparkir di bahu jalan.
Dampak dan Evakuasi Korban
Benturan keras menyebabkan bagian depan bus ringsek parah, sementara mobil SUV mengalami kerusakan berat di bagian belakang dan depan. Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sukapura bersama warga segera melakukan evakuasi terhadap para penumpang yang terjepit di dalam kendaraan.
Berdasarkan data sementara dari Satlantas Polres Probolinggo:
-
Korban Luka Berat: 2 orang (Sopir bus dan satu penumpang SUV).
-
Korban Luka Ringan: 8 orang (Mayoritas penumpang bus dan pengemudi pikap).
-
Korban Jiwa: Nihil (Hingga berita ini diturunkan).
Seluruh korban luka segera dilarikan ke Puskesmas Sukapura dan sebagian dirujuk ke RSUD Dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan perawatan intensif.
Penanganan Arus Lalu Lintas
Kecelakaan ini sempat melumpuhkan akses utama menuju Gunung Bromo selama kurang lebih tiga jam. Antrean kendaraan wisatawan mengular hingga 3 kilometer. Polisi harus memberlakukan sistem buka-tutup jalan untuk memberikan ruang bagi mobil derek mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di tengah jalan.
Kasat Lantas Polres Probolinggo menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
"Kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Dugaan awal memang kegagalan rem, namun kami juga akan memeriksa kelaikan jalan kendaraan bus tersebut serta kondisi fisik pengemudi," tegasnya di lokasi kejadian.
Imbauan bagi Wisatawan
Pihak otoritas setempat kembali mengingatkan kepada para pengguna jalan, khususnya operator bus pariwisata dan jip, untuk selalu melakukan pengecekan rutin terhadap armada mereka sebelum memasuki jalur Bromo. Medan yang didominasi tanjakan terjal dan turunan tajam menuntut kondisi kendaraan yang prima serta konsentrasi tinggi dari pengemudi.
Kini, jalur wisata Bromo telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan, namun para pengendara diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca di area pegunungan yang seringkali berkabut dan licin pada sore hari.