Robot Humanoid Biksu Pertama Hasil Kreasi Korea Selatan

H Herman 10 Mei 2026 3 dilihat 3 menit baca

Korea Selatan kembali menarik perhatian dunia setelah memperkenalkan robot humanoid biksu pertama bernama Gabi. Kehadiran robot tersebut langsung viral di berbagai media sosial dan media internasional karena dianggap sebagai perpaduan unik antara teknologi modern dan kehidupan spiritual. Banyak masyarakat dunia merasa kagum sekaligus penasaran terhadap kemampuan robot humanoid yang dapat mengikuti ritual keagamaan layaknya manusia.

Robot humanoid Gabi diperkenalkan dalam sebuah upacara Buddhis di Kuil Jogyesa, Seoul, Korea Selatan. Dalam prosesi tersebut, Gabi tampil mengenakan jubah tradisional biksu sambil mengikuti ritual penahbisan. Robot itu terlihat melakukan gerakan penghormatan, merapatkan tangan untuk berdoa, hingga membungkukkan badan di depan para pemuka agama dan jemaat yang hadir.

Momen tersebut langsung menjadi perhatian publik karena untuk pertama kalinya sebuah robot humanoid mengikuti ritual keagamaan secara resmi. Video prosesi Gabi bahkan dengan cepat menyebar di TikTok, Instagram, YouTube, dan X. Banyak pengguna media sosial menganggap inovasi tersebut sebagai gambaran masa depan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.

Menurut informasi yang beredar, robot Gabi dikembangkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sistem tersebut memungkinkan robot untuk berbicara, menjawab pertanyaan sederhana, serta berinteraksi dengan manusia. Selain itu, robot juga dirancang agar mampu melakukan gerakan yang menyerupai manusia sehingga terlihat lebih natural saat mengikuti ritual keagamaan.

Pihak kuil menjelaskan bahwa kehadiran robot humanoid ini bukan untuk menggantikan manusia ataupun pemuka agama. Robot tersebut dibuat sebagai simbol perkembangan zaman dan upaya untuk menarik perhatian generasi muda terhadap ajaran Buddha di era digital. Mereka menilai teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk pendidikan, budaya, dan kegiatan sosial.

Fenomena robot biksu ini memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat dunia. Sebagian orang menganggap inovasi tersebut sangat menarik dan futuristik. Banyak netizen memuji Korea Selatan karena berhasil menggabungkan budaya tradisional dengan teknologi modern secara unik. Tidak sedikit pula yang menilai kehadiran robot humanoid dapat membantu memperkenalkan nilai-nilai spiritual kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih modern.

Namun di sisi lain, muncul juga berbagai kritik dan perdebatan. Beberapa orang mempertanyakan apakah robot benar-benar dapat memahami nilai spiritual dan makna kehidupan seperti manusia. Ada pula yang merasa penggunaan robot dalam ritual keagamaan terlalu berlebihan dan dikhawatirkan dapat mengurangi nilai tradisi yang selama ini dijaga secara turun-temurun.

Meski menuai pro dan kontra, kemunculan robot humanoid biksu Gabi tetap menjadi salah satu topik teknologi paling viral saat ini. Banyak pengamat menilai perkembangan robot humanoid menunjukkan bahwa teknologi AI kini mulai memasuki berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk bidang sosial dan spiritual.

Perkembangan robot humanoid sendiri memang semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, robot lebih banyak digunakan di sektor industri dan penelitian. Namun kini, teknologi humanoid mulai dikembangkan untuk pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga hiburan. Kehadiran Gabi dianggap menjadi bukti bahwa penggunaan robot di masa depan akan semakin luas dan dekat dengan kehidupan manusia.

Hingga saat ini, topik mengenai robot humanoid biksu pertama dari Korea Selatan masih ramai dibahas di berbagai negara. Selain dianggap unik dan futuristik, inovasi tersebut juga memunculkan pertanyaan besar mengenai hubungan antara manusia, teknologi, dan kehidupan spiritual di masa depan. Banyak masyarakat dunia kini semakin penasaran terhadap perkembangan AI dan bagaimana teknologi tersebut akan memengaruhi kehidupan manusia dalam beberapa tahun mendatang.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
H

Ditulis oleh

Herman

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait