Rupiah Kembali Tertekan, Nilai Tukar Bergerak di Level Rp17.864 per Dolar AS

A Azka 24 Sep 2026 0 dilihat 3 menit baca

Jakarta, Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis, 24 September 2026. Pergerakan mata uang nasional tersebut terjadi ketika pasar global kembali memperhatikan perkembangan harga minyak dunia serta situasi geopolitik yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi.

Pada awal perdagangan, rupiah berada di posisi Rp17.864 per dolar AS. Angka tersebut melemah sekitar 46 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.818 per dolar AS.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent untuk pengiriman November tercatat berada di sekitar US$103,08 per barel setelah mengalami kenaikan. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate atau WTI berada di sekitar US$92,16 per barel.

Pergerakan harga minyak menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar karena energi memiliki hubungan erat dengan berbagai aktivitas ekonomi. Kenaikan harga minyak dapat memengaruhi biaya produksi, transportasi, distribusi, hingga pengeluaran perusahaan.

Situasi geopolitik internasional turut menjadi perhatian. Perkembangan hubungan Iran dan Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang diamati pasar karena kondisi di kawasan tersebut dapat berpengaruh terhadap pasokan energi dunia.

Ketidakpastian di pasar global biasanya membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Perubahan nilai tukar dan harga komoditas juga dapat terjadi dengan cepat ketika muncul informasi baru mengenai kondisi ekonomi maupun geopolitik.

Tidak hanya rupiah, pasar saham Indonesia juga mengalami pergerakan pada awal perdagangan Kamis. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka turun 9,93 poin atau sekitar 0,16 persen ke level 6.364,98.

Indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 2,55 poin atau 0,40 persen sehingga berada di posisi 630,63. Pergerakan tersebut terjadi sehari setelah IHSG mengalami penguatan cukup signifikan.

Pada perdagangan Rabu, IHSG ditutup menguat 97,87 poin atau sekitar 1,56 persen ke level 6.374,91. Penguatan tersebut sebelumnya dipengaruhi oleh respons pasar terhadap perkembangan kebijakan moneter dalam negeri.

Perubahan IHSG dari satu hari ke hari berikutnya menunjukkan bahwa pasar keuangan sangat sensitif terhadap informasi baru. Investor tidak hanya mempertimbangkan kondisi perusahaan, tetapi juga melihat perkembangan ekonomi domestik dan global.

Bagi pelaku usaha, perubahan nilai rupiah menjadi perhatian tersendiri. Perusahaan yang melakukan kegiatan impor harus mempertimbangkan pergerakan kurs karena perubahan nilai dolar dapat memengaruhi biaya pembelian barang dari luar negeri.

Sebaliknya, perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor dapat memperoleh dampak berbeda ketika nilai tukar berubah. Karena itu, pergerakan rupiah menjadi salah satu indikator yang penting bagi dunia usaha dalam menyusun perencanaan keuangan.

Harga minyak juga dapat memberikan dampak yang lebih luas. Ketika harga energi meningkat, biaya transportasi dan produksi berpotensi ikut mengalami perubahan. Dalam jangka tertentu, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam perkembangan harga barang dan jasa.

Analis yang dikutip dalam laporan ANTARA memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS. Namun, pergerakan aktual sepanjang perdagangan tetap bergantung pada perkembangan pasar dan sentimen investor.

Masyarakat perlu memahami bahwa nilai tukar yang ditampilkan pada awal perdagangan bukan merupakan angka final. Kurs dapat berubah sepanjang hari mengikuti transaksi dan kondisi pasar.

Perkembangan ekonomi global juga masih akan menjadi perhatian dalam beberapa waktu ke depan. Harga minyak, kebijakan bank sentral, perkembangan geopolitik, serta kondisi ekonomi negara-negara besar dapat memberikan pengaruh terhadap pasar keuangan Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah dan IHSG masih menjadi perhatian pelaku ekonomi pada Kamis, 24 September 2026. Pasar akan terus mencermati berbagai perkembangan yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan nilai tukar.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
A

Ditulis oleh

Azka

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait