Si Jago Merah Merenggut Nyawa di Kantor Drone Jakarta

N Nair 11 Des 2025 98 dilihat 2 menit baca

Tragedi kelam menyelimuti industri teknologi drone Indonesia menyusul kebakaran hebat yang melanda kantor Terra Drone Indonesia di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025. Insiden memilukan ini menelan 22 korban jiwa, yang sebagian besar meninggal akibat menghirup asap dan gas karbon monoksida. Diduga kuat, api bermula dari ledakan baterai drone di lantai satu gedung berlantai tujuh tersebut, memicu kekhawatiran serius akan standar keselamatan dalam sektor yang tengah berkembang pesat ini.

Peristiwa nahas itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.43 WIB. Upaya awal karyawan untuk memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR) justru disebut memperparah situasi dan menyebabkan ledakan yang kian menyebarkan kobaran api dengan cepat. Tim pemadam kebakaran mengerahkan 29 unit dan 101 personel, namun api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.05 WIB. Sayangnya, banyak korban, termasuk 15 wanita dan seorang wanita hamil, terjebak di lantai tiga hingga lima gedung dan tidak berhasil menyelamatkan diri meskipun beberapa karyawan lainnya sempat dievakuasi melalui rute darurat menuju gedung tetangga. Seluruh jenazah korban kini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi forensik.

Penyelidikan mendalam kini menjadi prioritas utama. Polisi dan Komisi III DPR RI mendesak adanya investigasi tuntas guna mengungkap penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dan kepatuhan gedung terhadap standar proteksi kebakaran yang telah ditetapkan. Kantor pusat Terra Drone Corporation di Tokyo, Jepang, bahkan telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang menimbulkan kerugian besar ini. Sebagai penyedia layanan drone industri untuk survei udara, inspeksi, dan pengolahan data, musibah di Terra Drone Indonesia ini secara langsung menyoroti celah keamanan dalam operasional teknologi canggih.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri drone di Indonesia—yang diproyeksikan mencapai US$12.832 juta pada tahun 2030 dengan peningkatan jumlah unit drone dari 17.200 pada 2024 menjadi 22.500 pada 2028—insiden ini menjadi pengingat penting. Regulator seperti Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA) telah memiliki kerangka aturan untuk operasional drone. Namun, tragedi ini menekankan urgensi evaluasi menyeluruh terhadap protokol keamanan internal perusahaan, khususnya terkait penanganan dan penyimpanan baterai drone yang dikenal berisiko tinggi. Kejadian ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat dan memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan demi mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Kategori: Umum

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
N

Ditulis oleh

Nair

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

PT PLN Batam Berhasil Pulihkan 100 Persen Pasokan Listrik Pascagangguan Sistem Gardu Induk dan Siapkan Kompensasi Komersial Bagi Pelanggan

PT PLN Batam Berhasil Pulihkan 100 Persen Pasokan Listrik Pascagangguan Sistem Gardu Induk dan Siapkan Kompensasi Komersial Bagi Pelanggan

BATAM — Manajemen PT PLN Batam mengumumkan bahwa seluruh sistem kelistrikan di wilayah Kota Batam dan sekitarnya telah pulih total 100 persen setelah sempat mengalami gangguan besar yang memicu pemadaman listrik secara meluas (blackout) . Pemulihan bertahap yang dilakukan oleh...

16 Okt 2026

Program Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau Kota: Menciptakan Ruang Interaksi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

Program Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau Kota: Menciptakan Ruang Interaksi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

Pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia makin gencar melakukan revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari penataan kota modern yang berkelanjutan. Taman-taman kota yang sebelumnya kurang terawat kini disulap menjadi kawasan ramah lingkungan yang tidak hanya berfungsi sebagai "paru-paru...

16 Okt 2026

Konflik Ranah Privat Sering Viral di Media Sosial: Pengamat Budaya Ingatkan Pergeseran Nilai Etika Digital

Konflik Ranah Privat Sering Viral di Media Sosial: Pengamat Budaya Ingatkan Pergeseran Nilai Etika Digital

JAKARTA — Fenomena pengunggahan isu personal dan konflik ranah privat ke ranah publik melalui platform media sosial kini kian marak terjadi. Mulai dari perselisihan dalam rumah tangga, konflik antaranggota keluarga, perselisihan dengan rekan kerja, hingga masalah utang-piutang antarindividu kerap diunggah...

15 Okt 2026

Pemerintah Dorong Percepatan Transisi Energi Bersih Melalui Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Skala Besar

Pemerintah Dorong Percepatan Transisi Energi Bersih Melalui Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Skala Besar

JAKARTA — Komitmen Indonesia dalam mewujudkan target emisi nol bersih atau net zero emission terus direalisasikan melalui berbagai langkah konkret di sektor energi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama perusahaan listrik negara secara masif mempercepat proyek pembangunan Pembangkit Listrik...

14 Okt 2026