Siapa Khalil al-Hayya? Sosok Pemimpin Baru Hamas yang Jadi Sorotan

S Sawalika 26 Jul 2026 0 dilihat 3 menit baca

Nama Khalil al-Hayya mendadak ramai diperbincangkan setelah ia resmi terpilih sebagai pemimpin baru Hamas, menggantikan posisi yang sebelumnya kosong sejak kematian Yahya Sinwar. Terpilihnya al-Hayya menandai babak baru dalam kepemimpinan kelompok Palestina tersebut, di tengah situasi Gaza yang masih bergejolak meski gencatan senjata telah berlangsung sejak Oktober 2025.

Al-Hayya terpilih sebagai Ketua Biro Politik Hamas melalui proses pemungutan suara internal di Dewan Syura Umum Hamas. Ia mengalahkan mantan pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal, dalam putaran kedua pemilihan setelah tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas mutlak pada putaran pertama. Proses pemilihan ini disebut berlangsung berbulan-bulan mengingat kompleksitas struktur internal Hamas di tengah situasi perang.

Terpilihnya al-Hayya sejalan dengan kerangka kerja internal Hamas sejak 2021, yang mensyaratkan posisi kepemimpinan puncak mencerminkan keterwakilan wilayah geografis utama pergerakan tersebut—yakni Gaza, Tepi Barat, dan diaspora di luar negeri.

Khalil al-Hayya lahir di Kota Gaza pada 5 November 1960. Ia dibesarkan dalam keluarga konservatif yang mengalami langsung dampak Perang Arab-Israel 1967 dan pendudukan Israel setelahnya. Pengalaman masa kecil menyaksikan penggerebekan militer di rumah keluarganya serta penangkapan sejumlah kerabat turut membentuk kesadaran politiknya sejak dini.

Titik balik dalam hidupnya terjadi pada Maret 1980, ketika ia bertemu dengan pendiri Hamas, Syekh Ahmed Yassin—pertemuan yang menariknya masuk ke dalam aktivisme terorganisasi. Dari sisi pendidikan, al-Hayya menempuh jalur akademik yang cukup panjang: meraih gelar sarjana dari Universitas Islam Gaza pada 1983, gelar master dari Universitas Yordania pada 1986, hingga gelar doktor di bidang ilmu hadis dari Sudan pada awal 1990-an. Ia juga dikenal dengan nama kunyah Abu Osama.

Selain aktif di struktur Hamas, al-Hayya juga menjabat sebagai anggota Dewan Legislatif Palestina mewakili daerah pemilihan Gaza City sejak 2006.

Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, al-Hayya sempat menjabat Wakil Ketua Biro Politik Hamas dari Agustus hingga Oktober 2024, menggantikan Saleh al-Arouri yang tewas dalam serangan Israel. Setelah Yahya Sinwar terbunuh oleh militer Israel pada Oktober 2024, al-Hayya menjadi salah satu dari lima anggota dewan kepemimpinan sementara yang mengatur Hamas selama masa perang.

Posisinya semakin menguat setelah serangkaian kematian tokoh-tokoh penting Hamas sepanjang 2024, termasuk komandan militer Mohammed Deif serta pemimpin politik Ismail Haniyeh yang tewas dibunuh saat berkunjung ke Teheran. Di tengah kekosongan kepemimpinan tersebut, al-Hayya tampil sebagai salah satu tokoh yang paling menonjol dalam menjaga kelangsungan struktur organisasi.

Berbeda dengan Khaled Meshaal yang kalah dalam pemilihan, al-Hayya dikenal memiliki kedekatan erat dengan rezim Iran. Terpilihnya ia sebagai pemimpin baru dinilai banyak pengamat sebagai penegasan hubungan yang terus berlanjut antara Hamas dan Iran. Di kalangan Israel, al-Hayya kerap digambarkan sebagai sosok "hawkish" atau garis keras, yang dianggap lebih dekat ke Iran dibandingkan negara-negara Arab lain, bahkan Turki sekalipun.

Selama bertahun-tahun berkiprah di Hamas, al-Hayya lahir dan besar di Gaza, namun dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak tinggal di Doha, Qatar, sebagai pejabat Hamas berpangkat tertinggi yang berada di luar negeri.

Al-Hayya sendiri bukan sosok yang luput dari ancaman langsung. Ia setidaknya dua kali menjadi sasaran upaya pembunuhan oleh militer Israel. Serangan paling mencolok terjadi tahun lalu, ketika Angkatan Udara Israel mencoba menyerang jajaran pimpinan tertinggi Hamas di Doha, dengan al-Hayya disebut sebagai salah satu target utama. Ia berhasil selamat, namun harus menanggung kehilangan besar—empat putranya tewas dalam berbagai serangan Israel, termasuk salah satunya dalam serangan di Doha tersebut.

 

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sawalika

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait