JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Guna memastikan seluruh kebutuhan dasar para warga terdampak terpenuhi, Kemensos secara resmi mendistribusikan ribuan paket bantuan logistik darurat, tenda pengungsian, hingga peralatan sanitasi ke wilayah terpencil tersebut.
Pengiriman bantuan ini dilakukan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta unsur TNI/Polri, mengingat jalur distribusi menuju Pulau Palue membutuhkan akses transportasi laut yang harus menyesuaikan dengan kondisi gelombang perairan setempat.
Rincian Bantuan dan Posko Dapur Umum
Menteri Sosial menegaskan bahwa fokus utama penanganan darurat saat ini adalah keselamatan warga serta kepastian ketersediaan bahan pangan dan tempat berlindung yang layak bagi masyarakat yang mengungsi akibat kerusakan bangunan rumah mereka.
Adapun rincian bantuan logistik tanggap darurat yang dikirimkan oleh Kemensos menuju Pulau Palue mencakup:
-
Makanan dan Nutrisi: Ribuan paket makanan siap saji, lauk pauk kemasan, makanan anak, serta beras dan air mineral.
-
Perlengkapan Berlindung: Tenda gulung, tenda serbaguna keluarga, kasur lipat, serta selimut tebal untuk para pengungsi.
-
Sanitasi dan Hygiene Kit: Paket perlengkapan mandi, pembalut wanita, popok bayi, serta sabun disinfektan.
-
Peralatan Operasional: Generator set (genset) portabel untuk mendukung penerangan di lokasi posko pengungsian.
Selain menyalurkan barang logistik, Kemensos melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga mendirikan posko dapur umum terpadu di titik-titik konsentrasi pengungsi utama. Dapur umum ini dioperasikan penuh untuk menyediakan ribuan porsi makanan hangat setiap harinya bagi warga terdampak maupun petugas relawan di lapangan.
Pendampingan Psikososial bagi Anak-Anak dan Lansia
Tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik dan logistik, Kemensos turut menerjunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Tim ahli ini bertugas memberikan pendampingan penanganan trauma (trauma healing) bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, serta warga lanjut usia (lansia) yang mengalami guncangan psikologis pasca-gempa.
Melalui kegiatan permainan edukatif, hiburan spiritual, dan konseling kelompok di tenda ramah anak, diharapkan kondisi mental para korban gempa dapat perlahan pulih di tengah masa tanggap darurat.
Pemerintah memastikan pemantauan ketersediaan stok logistik di Pulau Palue akan terus dilakukan secara berkala. Jika masa tanggap darurat diperpanjang, Kemensos berkomitmen untuk terus menyuplai bahan bantuan tambahan hingga kondisi masyarakat kembali pulih dan aman.