Teknologi Vaksin Drone Bisa Jadi Solusi di Tengah Wabah Hantavirus

T Tirza 08 Mei 2026 39 dilihat 3 menit baca

Seorang profesor kimia dari University of Bath, Asel Sartbaeva, tengah menjadi sorotan dunia setelah mengembangkan inovasi pengiriman vaksin menggunakan drone untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan sulit diakses. Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi solusi penting dalam menghadapi wabah penyakit di masa depan, terutama di lokasi yang terisolasi seperti daerah pegunungan, pulau terpencil, hingga kapal yang berada di laut lepas.

Gagasan tersebut kembali menjadi perhatian setelah muncul kasus dugaan hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan memicu kekhawatiran global akan potensi penyebaran penyakit baru seperti yang pernah terjadi pada pandemi Covid-19.

Menurut laporan, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization telah mengonfirmasi bahwa lima dari delapan kasus yang dicurigai terkait hantavirus dinyatakan positif. Situasi tersebut membuat banyak negara mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman wabah baru yang dapat menyebar dengan cepat di berbagai wilayah dunia.

Melihat kondisi tersebut, Profesor Asel Sartbaeva menyatakan bahwa teknologi pengiriman vaksin berbasis drone sebenarnya telah ia pikirkan sejak bertahun-tahun lalu. Selama kurang lebih 15 tahun, dirinya bersama tim peneliti terus mengembangkan metode khusus agar vaksin dapat tetap aman dan efektif meskipun dikirim ke lokasi dengan kondisi lingkungan ekstrem.

Metode yang mereka kembangkan dikenal dengan nama “Insilication”. Teknologi ini memungkinkan vaksin dilapisi oleh material anorganik tipis berbahan dasar silika yang berfungsi melindungi kandungan vaksin dari perubahan suhu ekstrem. Dengan lapisan tersebut, vaksin tidak lagi terlalu bergantung pada rantai pendingin atau cold chain yang selama ini menjadi tantangan besar dalam distribusi vaksin global.

Selama ini, banyak vaksin harus disimpan pada suhu tertentu agar kualitasnya tetap terjaga. Hal tersebut sering menjadi kendala ketika vaksin perlu dikirim ke daerah terpencil yang minim fasilitas listrik maupun pendingin medis. Melalui teknologi Insilication, vaksin dapat bertahan lebih lama dan tetap stabil meski dikirim menggunakan drone dalam perjalanan jarak jauh.

Profesor Sartbaeva menjelaskan bahwa timnya telah berhasil menambahkan sistem stabilisasi termal tambahan pada vaksin sehingga mampu bertahan terhadap perubahan suhu yang drastis. Dengan demikian, pengiriman vaksin melalui udara menggunakan drone menjadi lebih memungkinkan dan aman untuk dilakukan di berbagai kondisi geografis.

“Kami telah menambahkan stabilisasi termal di atasnya untuk membuat vaksin tersebut tahan terhadap perubahan suhu sehingga kami dapat melakukan, misalnya, pengiriman menggunakan drone,” ujar Sartbaeva dalam wawancara yang dikutip dari BBC pada Jumat, 8 Mei 2026.

Penggunaan drone untuk distribusi medis sebenarnya bukan hal baru. Beberapa negara telah memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengirim obat-obatan, sampel darah, hingga alat medis ke daerah sulit dijangkau. Namun, tantangan utama selama ini adalah menjaga kualitas vaksin agar tidak rusak akibat perubahan suhu selama proses pengiriman.

Karena itu, inovasi dari tim University of Bath dianggap sebagai langkah besar dalam dunia kesehatan global. Teknologi ini dinilai dapat membantu percepatan distribusi vaksin ketika terjadi wabah mendadak, terutama di wilayah yang tidak memiliki akses transportasi cepat.

Selain itu, penggunaan drone juga dinilai lebih efisien dibandingkan transportasi konvensional karena mampu memangkas waktu pengiriman dan mengurangi biaya operasional. Dalam situasi darurat kesehatan, kecepatan distribusi vaksin menjadi faktor penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas.

Kasus yang terjadi di kapal MV Hondius juga menjadi contoh nyata bagaimana keterbatasan akses medis di tengah laut dapat menjadi masalah serius. Jika teknologi pengiriman vaksin dengan drone benar-benar diterapkan secara luas, maka penanganan wabah di kapal, pulau terpencil, maupun kawasan bencana dapat dilakukan lebih cepat.

Banyak pihak berharap inovasi ini segera memasuki tahap implementasi massal dan mendapat dukungan dari berbagai organisasi kesehatan internasional. Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat dunia terhadap ancaman virus baru, teknologi seperti ini dinilai dapat menjadi harapan baru dalam memperkuat sistem kesehatan global di masa depan.

Kategori: Teknologi

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
T

Ditulis oleh

Tirza

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Perkembangan Teknologi Terbaru: Smartphone Masa Depan Mulai Gunakan Fitur yang Dulu Cuma Ada di Film

Perkembangan Teknologi Terbaru: Smartphone Masa Depan Mulai Gunakan Fitur yang Dulu Cuma Ada di Film

  Perkembangan teknologi smartphone terus bergerak dengan sangat cepat. Jika beberapa tahun lalu fitur seperti asisten digital pintar, kamera berkualitas tinggi, atau layar tanpa tombol masih dianggap sebagai sesuatu yang futuristik, kini hampir semuanya sudah menjadi bagian dari perangkat sehari-hari....

22 Jun 2026

Fenomena Langka "Moon X" Menghiasi Langit Sore Ini, Masyarakat Indonesia Berkesempatan Menyaksikan Keajaiban Astronomi yang Hanya Berlangsung Dua Jam

Fenomena Langka "Moon X" Menghiasi Langit Sore Ini, Masyarakat Indonesia Berkesempatan Menyaksikan Keajaiban Astronomi yang Hanya Berlangsung Dua Jam

Jakarta - Masyarakat Indonesia patut bersiap menghadap ke langit senja hari ini, Senin, 22 Juni 2026. Sebuah fenomena langka bertajuk "Moon X" atau "X" di permukaan Bulan diprediksi akan menghiasi cakrawala dan dapat disaksikan dengan mata telanjang berbantuan teleskop. Fenomena...

22 Jun 2026

Manfaat Ekonomi AI Tak Merata, Disrupsi Pekerjaan Meningkat

Manfaat Ekonomi AI Tak Merata, Disrupsi Pekerjaan Meningkat

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus membawa perubahan besar di berbagai sektor industri di dunia. Teknologi yang mampu mengotomatisasi pekerjaan, menganalisis data dalam jumlah besar, hingga membantu pengambilan keputusan ini dianggap sebagai salah satu inovasi paling berpengaruh...

21 Jun 2026

Imbas Harga Chip Memori Melonjak, Apple Berencana Naikkan Harga iPhone dan Perangkat Terbaru

Imbas Harga Chip Memori Melonjak, Apple Berencana Naikkan Harga iPhone dan Perangkat Terbaru

JAKARTA – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple Inc., dilaporkan tengah menyusun rencana matang untuk menaikkan harga jual sejumlah lini produk generasi terbarunya dalam waktu dekat. Langkah yang cukup berat bagi konsumen ini terpaksa dipertimbangkan oleh Apple sebagai imbas langsung...

21 Jun 2026