Viral ‘Pocong’ di Belakang UNS, Polisi Selidiki Keaslian Rekaman CCTV

S Syakira Eliana 08 Jun 2026 0 dilihat 4 menit baca

Warga di kawasan Ngoresan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, digegerkan oleh beredarnya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong di sebuah gang permukiman. Video yang viral di media sosial sejak akhir pekan itu memicu berbagai spekulasi dan membuat sebagian warga serta mahasiswa yang tinggal di sekitar lokasi merasa resah.

Rekaman berdurasi beberapa detik tersebut pertama kali beredar melalui berbagai platform media sosial. Dalam video itu terlihat sosok berwarna putih berdiri di sebuah lorong yang minim penerangan pada dini hari. Sosok tersebut tampak diam beberapa saat sebelum rekaman berakhir. Belum diketahui secara pasti apakah video tersebut merupakan rekaman asli atau hasil rekayasa digital.

Lokasi yang disebut-sebut berada di kawasan belakang kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuat video tersebut cepat menyebar di kalangan mahasiswa. Berbagai unggahan yang membahas rekaman itu bahkan mendapat ribuan komentar dari warganet yang penasaran dengan kebenarannya.

Sejak video menjadi viral, sejumlah warga mengaku mulai lebih berhati-hati saat beraktivitas pada malam hari. Kawasan Ngoresan sendiri dikenal sebagai salah satu pusat hunian mahasiswa karena banyaknya rumah kos dan kontrakan yang berada di sekitar lingkungan kampus.

Beberapa penghuni kos mengaku awalnya menganggap video tersebut hanya bagian dari konten hiburan atau aksi iseng. Namun karena lokasi yang disebut berada tidak jauh dari tempat tinggal mereka, rasa penasaran dan kekhawatiran mulai muncul.

Fenomena tersebut juga memunculkan beragam spekulasi di media sosial. Sebagian pengguna internet meyakini sosok dalam rekaman itu hanyalah seseorang yang mengenakan kain putih untuk tujuan tertentu. Sebagian lainnya menduga video tersebut sengaja dibuat untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan popularitas akun media sosial tertentu.

Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, aparat kepolisian dari Polresta Surakarta langsung melakukan penyelidikan. Polisi turun ke lokasi yang diduga menjadi tempat pengambilan gambar untuk memeriksa kondisi lapangan sekaligus mengumpulkan informasi dari warga sekitar.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan keaslian rekaman dan mengetahui apakah terdapat unsur pelanggaran hukum di balik penyebaran video tersebut. Aparat juga berupaya melacak sumber awal unggahan yang pertama kali membuat video itu viral.

Menurut keterangan kepolisian, seluruh kemungkinan masih terbuka. Selain dugaan aksi iseng atau konten hiburan, polisi juga mempertimbangkan kemungkinan adanya motif lain yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Aparat tidak ingin masyarakat terjebak dalam kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi. Karena itu, warga diimbau untuk tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan sumber dan kebenarannya terlebih dahulu.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, patroli malam di wilayah Jebres ditingkatkan. Petugas kepolisian bersama unsur keamanan lingkungan melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dianggap rawan, termasuk gang-gang sempit dan area dengan pencahayaan terbatas.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila terdapat pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi untuk melakukan tindakan yang merugikan masyarakat. Dalam beberapa kasus di daerah lain, isu penampakan makhluk misterius pernah digunakan sebagai modus untuk menakut-nakuti warga atau membuat konten sensasional demi meraih perhatian publik.

Selain meningkatkan patroli, aparat juga mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan pengawasan lingkungan secara bersama-sama. Pemilik rumah maupun pengelola kos diminta memastikan kamera pengawas berfungsi dengan baik agar aktivitas di sekitar lingkungan dapat dipantau dengan lebih mudah.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Warga yang menemukan aktivitas mencurigakan diminta segera melapor kepada petugas terdekat agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Hingga saat ini, hasil pemeriksaan terhadap rekaman CCTV tersebut masih dalam proses pendalaman. Polisi belum menyimpulkan apakah sosok yang terekam benar-benar merupakan seseorang yang sengaja melakukan aksi tertentu atau hanya efek visual yang menimbulkan persepsi berbeda di kalangan masyarakat.

Meski demikian, aparat berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh isu yang belum terbukti kebenarannya. Di tengah pesatnya penyebaran informasi melalui media digital, kehati-hatian dalam menerima dan membagikan informasi dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kepanikan yang tidak perlu.

Sementara itu, video yang menghebohkan warga Solo tersebut masih terus menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk mengetahui fakta sebenarnya di balik sosok misterius yang terekam kamera pengawas dan sempat menggegerkan kawasan belakang kampus UNS.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Syakira Eliana

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Gempa M 7,7 di Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia

Gempa M 7,7 di Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia

JAKARTA – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo kuat sebesar 7,7 baru saja mengguncang wilayah Filipina pada hari ini. Berdasarkan analisis data seismik yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan hebat tersebut dilaporkan berpotensi memicu gelombang tsunami yang...

08 Jun 2026

Empat Aksi Demonstrasi Digelar di Jakarta, Pengendara Diimbau Hindari Sejumlah Ruas Jalan

Empat Aksi Demonstrasi Digelar di Jakarta, Pengendara Diimbau Hindari Sejumlah Ruas Jalan

Sejumlah aksi demonstrasi berlangsung di berbagai titik di wilayah Jakarta pada Jumat 5/6/2026 Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat empat agenda unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung sepanjang hari dan berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di sejumlah kawasan strategis ibu kota....

08 Jun 2026

Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp 3,4 Miliar

Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp 3,4 Miliar

Jakarta – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan, dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan dalam kasus korupsi terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan...

07 Jun 2026

Gelombang PHK Industri Teknologi Mulai Mereda, Perusahaan AI Justru Buka Ribuan Lowongan Baru di Asia Tenggara

Gelombang PHK Industri Teknologi Mulai Mereda, Perusahaan AI Justru Buka Ribuan Lowongan Baru di Asia Tenggara

Setelah dua tahun dibayangi efisiensi besar-besaran dan gelombang pemutusan hubungan kerja di industri teknologi global, situasi sektor digital mulai menunjukka

07 Jun 2026