Zohran Mamdani Jadi Sorotan Usai Kenakan Gamis Bertema Arsenal saat Iduladha

S Syakira Eliana 31 Mei 2026 8 dilihat 4 menit baca

Penampilan Zohran Mamdani saat menghadiri salat Iduladha di kawasan Bronx sukses menarik perhatian publik dan media sosial. Wali Kota New York itu tampil berbeda dengan mengenakan gamis kustom bernuansa Arsenal F.C., klub sepak bola yang sudah lama ia dukung.

Busana tersebut langsung viral karena dianggap memadukan identitas religius, budaya populer, dan kecintaan terhadap sepak bola dalam satu tampilan yang tidak biasa.

Alih-alih mengenakan gamis polos seperti yang umum digunakan saat perayaan Iduladha, Mamdani memilih jubah panjang bergaya thobe yang terinspirasi dari jersey tandang Arsenal musim 2025/2026. Dominasi warna biru dipadukan dengan aksen merah khas klub London Utara itu membuat tampilannya mencolok di tengah kerumunan jamaah.

Detail desainnya dibuat menyerupai jersey asli. Logo meriam Arsenal terlihat di bagian dada kiri, sementara tulisan sponsor “Emirates Fly Better” tetap dipertahankan di bagian tengah pakaian. Garis merah di area lengan turut memberi sentuhan sporty tanpa menghilangkan bentuk tradisional gamis itu sendiri.

Penampilan Mamdani dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet menyebutnya sebagai salah satu tampilan politik paling unik tahun ini, sementara sebagian lain memuji keberaniannya memadukan budaya sepak bola modern dengan pakaian bernuansa religius.

Sebagai wali kota muslim pertama dalam sejarah New York City, Mamdani memang dikenal sering menampilkan sisi personalnya secara terbuka, termasuk kecintaannya pada Arsenal. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia pernah terlihat mengenakan atribut klub tersebut saat menghadiri acara santai maupun kegiatan komunitas.

Namun kali ini, pilihan busananya terasa lebih simbolis karena dikenakan pada momen Iduladha, salah satu hari besar terpenting bagi umat Islam di seluruh dunia.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Mamdani membagikan foto dan video ketika ia menyapa warga, bersalaman dengan jamaah, serta menghadiri kegiatan bersama sejumlah tokoh politik lokal, termasuk Alexandria Ocasio-Cortez.

Dalam pesannya, Mamdani menyinggung makna Iduladha sebagai momen pengorbanan, solidaritas, dan kepedulian sosial. Ia menyampaikan bahwa hari raya tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat harus saling membantu dan memastikan setiap orang memiliki akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan layanan pengasuhan anak.

Pernyataan itu sejalan dengan citra politik Mamdani yang selama ini dikenal vokal membahas isu biaya hidup, ketimpangan sosial, dan akses layanan publik di New York.

Penampilannya juga mendapat perhatian besar dari komunitas penggemar Arsenal. Banyak fans menganggap gamis bertema klub tersebut sebagai bentuk kreativitas yang segar, terutama karena momen itu datang ketika Arsenal tengah menikmati musim yang sangat sukses.

Klub berjuluk The Gunners itu baru saja mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali menjuarai Premier League. Atmosfer kemenangan masih terasa kuat di kalangan pendukung Arsenal di berbagai negara, termasuk di Amerika Serikat yang memiliki basis fans cukup besar.

Tak sedikit netizen bercanda bahwa Mamdani mungkin menjadi “wali kota paling Arsenal” yang pernah dimiliki New York.

Di sisi lain, beberapa pengamat mode menilai tampilan tersebut mencerminkan perubahan cara tokoh publik mengekspresikan identitas mereka di era modern. Pakaian kini tidak hanya dipandang sebagai formalitas seremonial, tetapi juga medium untuk menyampaikan kedekatan budaya dan karakter personal.

Perpaduan antara busana tradisional dengan elemen olahraga global seperti Arsenal dianggap memperlihatkan bagaimana identitas modern dapat bergerak lebih cair tanpa kehilangan makna dasarnya.

Fenomena itu juga memperlihatkan bagaimana sepak bola kini telah berkembang jauh melampaui olahraga. Logo klub, warna jersey, hingga atribut pendukung sudah menjadi bagian dari budaya populer global yang dapat muncul di berbagai ruang sosial, termasuk acara keagamaan.

Meski menuai pujian luas, ada pula sebagian pengguna media sosial yang mempertanyakan apakah penggunaan desain jersey sepak bola pada pakaian ibadah terlalu berlebihan. Namun perdebatan itu justru semakin membuat penampilan Mamdani menjadi bahan pembicaraan publik sepanjang pekan.

Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang jelas: penampilan Zohran Mamdani berhasil menciptakan momen visual yang sulit dilupakan.

Di tengah lautan pakaian formal dan busana seremonial yang biasanya seragam, gamis Arsenal miliknya muncul seperti simbol era baru politik modern, lebih personal, lebih santai, dan sangat dekat dengan budaya generasi sekarang.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Syakira Eliana

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait