JAKARTA – Bencana kebakaran hebat melanda kawasan Asrama Polisi (Aspol) yang berlokasi di wilayah Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kobaran api yang mengamuk dengan cepat menghanguskan deretan rumah dinas yang dihuni oleh para anggota kepolisian beserta keluarga mereka. Pascakejadian, kondisi bangunan bersejarah tersebut luluh lantak dan kini hanya menyisakan puing-puing hitam yang rata dengan tanah.
Peristiwa nahas ini sempat memicu kepanikan luar biasa, tidak hanya bagi para penghuni asrama, tetapi juga warga sipil yang bermukim di permukiman padat penduduk sekitar lokasi kejadian. Angin kencang dan cuaca terik diduga kuat menjadi faktor pendorong yang membuat api menjalar tak terkendali dari satu bangunan ke bangunan lainnya dalam waktu singkat.
Kronologi dan Respons Cepat Armada Pemadam
Api pertama kali dilaporkan terlihat mengepul dari bagian atap salah satu unit rumah di blok tengah asrama. Menyadari bahaya yang mengancam, warga asrama langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri serta barang-barang berharga yang masih bisa dijangkau. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang langsung merespons panggilan darurat dengan menerjunkan belasan unit mobil pemadam beserta puluhan personel ke lokasi kejadian.
Proses pemadaman berlangsung dramatis dan penuh tantangan akibat akses jalan yang cukup sempit menuju lokasi titik api terbesar. Beberapa prioritas penanganan darurat di lapangan meliputi:
-
Evakuasi Penghuni: Memastikan tidak ada anggota keluarga Polri, anak-anak, maupun lansia yang terjebak di dalam bangunan yang terbakar.
-
Penyekatan Area Padat: Menyemprotkan air secara masif ke bangunan di sekeliling area asrama guna memblokir laju rambatan api agar tidak melahap perkampungan warga sipil.
-
Lokalisir Material Mudah Terbakar: Mengamankan tabung gas LPG, jaringan instalasi listrik, serta kendaraan bermotor yang terparkir di sekitar area asrama.
Setelah berjuang selama kurang lebih tiga jam, tim pemadam akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah dan dilanjutkan dengan proses pendinginan (cooling down) untuk mematikan sisa-sisa bara api yang tersembunyi di bawah puing bangunan.
Penyelidikan Tim Inafis dan Penyaluran Bantuan
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden kebakaran Asrama Polisi Semarang Utara tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat puluhan unit rumah dinas beserta isinya hangus tak bersisa.
Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) dari Polrestabes Semarang telah memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dugaan awal mengarah pada terjadinya korsleting arus pendek listrik di area plafon rumah yang menjadi titik awal kemunculan api. Kendati demikian, kepolisian masih akan menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk memastikan penyebab utama kebakaran secara ilmiah.
Pemerintah Kota Semarang bersama Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) telah mendirikan posko tanggap darurat dan tenda pengungsian sementara di lapangan terdekat. Bantuan berupa pakaian layak, makanan siap saji, selimut, serta pendampingan psikologis mulai disalurkan kepada para personel kepolisian dan keluarga yang terdampak musibah ini.