Dunia lelang benda-benda bersejarah kembali dihebohkan oleh kemunculan sebuah fosil dinosaurus raksasa yang digadang-gadang bakal memecahkan rekor sebagai fosil dinosaurus termahal yang pernah terjual. Fosil Tyrannosaurus rex yang diberi nama "Gus" ini akan dilelang oleh balai lelang ternama, Sotheby's, di New York pada 14 Juli 2026 mendatang. Dengan taksiran harga yang fantastis, banyak pihak menduga penjualan Gus akan menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam dunia paleontologi sekaligus dunia lelang barang antik.
Sotheby's memperkirakan fosil Gus akan terjual pada rentang harga 20 juta hingga 30 juta dolar AS, atau setara sekitar Rp 542 miliar jika mengacu pada estimasi tertinggi. Angka ini saja sudah cukup untuk menempatkan Gus sebagai salah satu fosil dinosaurus paling bernilai yang pernah ditawarkan ke publik. Namun yang membuat lelang ini semakin menarik untuk diikuti adalah kemungkinan terjadinya perang penawaran di antara para kolektor kaya raya, yang bisa saja mendorong harga akhir jauh melampaui estimasi awal.
Fosil T.rex ini ditemukan di kawasan Badlands, South Dakota, Amerika Serikat, sebuah wilayah yang memang dikenal sebagai salah satu lokasi penggalian fosil dinosaurus paling produktif di dunia. Nama "Gus" diambil dari mendiang Gary "Gus" Licking, peternak sapi yang lahannya menjadi lokasi penemuan fosil bersejarah ini pada tahun 2021.
Yang membuat Gus begitu istimewa adalah kelengkapannya. Kerangka ini terdiri dari 183 tulang, menjadikannya salah satu rangka T.rex paling lengkap yang pernah ditemukan di dunia. Bahkan, Gus turut memiliki gastralia atau "tulang rusuk perut" yang utuh, sebuah elemen anatomi langka yang biasanya sudah hancur atau hilang pada sebagian besar fosil dinosaurus lainnya.
Dari segi ukuran, panjang tubuh Gus mencapai 11,6 meter, menjadikannya salah satu spesimen kerangka dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan. Para ahli memperkirakan Gus hidup pada periode Maastrichtian, sekitar 66 hingga 72 juta tahun lalu, masa di mana bumi memiliki iklim panas, permukaan laut tinggi, serta dataran pantai luas yang kerap dilanda banjir.
Menariknya lagi, tubuh Gus menyimpan jejak "petualangan hidup" yang cukup dramatis. Terdapat beberapa bekas luka pada tulangnya, termasuk retakan yang telah sembuh dan bekas gigitan di bagian tengkorak maupun tubuhnya. Para peneliti menduga luka-luka ini merupakan hasil pertarungan dengan predator lain, kemungkinan besar sesama T.rex, semasa hidupnya jutaan tahun lalu.
Meski taksiran harganya sudah sangat tinggi, Gus sejatinya masih harus bekerja keras untuk menggeser rekor fosil dinosaurus termahal di dunia yang saat ini dipegang oleh "Apex". Fosil Stegosaurus tersebut terjual melalui Sotheby's pada tahun 2024 dengan harga fantastis mencapai 44,6 juta dolar AS.
Meski taksiran harganya sudah sangat tinggi, Gus sejatinya masih harus bekerja keras untuk menggeser rekor fosil dinosaurus termahal di dunia yang saat ini dipegang oleh "Apex". Fosil Stegosaurus tersebut terjual melalui Sotheby's pada tahun 2024 dengan harga fantastis mencapai 44,6 juta dolar AS.
Dengan tren tersebut, tidak menutup kemungkinan Gus bisa mengalami nasib serupa. Jika terjadi perang penawaran sengit di antara para kolektor, harga akhirnya bisa saja melonjak jauh melampaui estimasi awal dan mendekati, bahkan berpotensi memecahkan, rekor dunia yang dipegang Apex.
Bagaimana pun hasilnya nanti, lelang Gus pada 14 Juli 2026 mendatang akan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh para pencinta paleontologi maupun kolektor barang bersejarah di seluruh dunia. Publik pun kini menanti-nanti apakah Gus benar-benar mampu mengukir sejarah baru sebagai fosil dinosaurus termahal yang pernah terjual.