Bisnis Peralatan Pusat Data Dongkrak Kinerja Nokia, Laba Tembus Rp8,8 Triliun

H Herman 24 Jul 2026 5 dilihat 4 menit baca

Nokia Oyj mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal II-2026. Perusahaan teknologi asal Finlandia tersebut berhasil membukukan kenaikan laba berkat meningkatnya permintaan terhadap peralatan jaringan untuk pusat data (data center), sebuah sektor yang berkembang pesat seiring ekspansi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), komputasi awan (cloud computing), dan layanan digital di berbagai belahan dunia.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Kamis, Nokia mengumumkan laba operasional yang disesuaikan mencapai €434 juta atau sekitar US$496 juta, setara kurang lebih Rp8,8 triliun. Capaian tersebut melampaui proyeksi rata-rata analis yang sebelumnya memperkirakan laba perusahaan hanya berada di kisaran €372,3 juta, berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg.

Selain laba yang meningkat, Nokia juga mencatat pertumbuhan penjualan bersih sebesar 8% secara tahunan menjadi €4,8 miliar selama periode April hingga Juni 2026. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar dan menunjukkan bahwa transformasi bisnis perusahaan mulai memberikan hasil positif.

Kinerja impresif Nokia tidak terlepas dari perubahan strategi perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya bisnis Nokia lebih dikenal sebagai penyedia perangkat jaringan telekomunikasi untuk operator seluler, kini perusahaan semakin agresif memperluas bisnis ke sektor infrastruktur pusat data yang tengah berkembang pesat.

Permintaan terhadap peralatan jaringan berkecepatan tinggi meningkat signifikan karena operator pusat data terus memperluas kapasitas untuk mendukung layanan berbasis AI. Teknologi seperti chatbot, pemrosesan bahasa alami, analisis data besar, hingga komputasi awan membutuhkan infrastruktur jaringan yang mampu menangani lalu lintas data dalam jumlah sangat besar dengan latensi rendah.

Nokia melihat peluang tersebut sebagai sumber pertumbuhan baru. Perusahaan mulai memperkuat portofolio produk jaringan optik, router berkapasitas tinggi, perangkat Ethernet, serta solusi konektivitas untuk pusat data modern. Produk-produk tersebut menjadi komponen penting dalam menghubungkan ribuan server yang bekerja secara bersamaan di fasilitas data center.

Lonjakan investasi global pada pembangunan pusat data menjadi pendorong utama peningkatan permintaan tersebut. Perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, Amazon, Meta, hingga OpenAI terus memperluas kapasitas infrastruktur mereka guna memenuhi kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat.

Selain perusahaan teknologi, operator telekomunikasi dan penyedia layanan cloud juga berlomba membangun fasilitas data center baru di berbagai kawasan, termasuk Eropa, Amerika Utara, dan Asia Pasifik. Kondisi ini menciptakan peluang bisnis yang besar bagi perusahaan penyedia perangkat jaringan seperti Nokia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Nokia memang melakukan transformasi besar-besaran untuk mengurangi ketergantungan terhadap bisnis jaringan seluler tradisional. Persaingan yang semakin ketat di sektor tersebut membuat perusahaan mencari sumber pendapatan baru yang memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi.

Transformasi tersebut kini mulai membuahkan hasil. Segmen bisnis yang berkaitan dengan pusat data memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pendapatan perusahaan, sekaligus membantu menjaga profitabilitas di tengah perlambatan investasi jaringan 5G di sejumlah negara.

Selain fokus pada pusat data, Nokia juga terus mengembangkan berbagai solusi jaringan generasi berikutnya, termasuk teknologi jaringan berbasis perangkat lunak, otomatisasi jaringan menggunakan AI, serta layanan keamanan siber untuk infrastruktur digital.

Perusahaan menilai integrasi AI ke dalam sistem jaringan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan utama di masa depan. Teknologi tersebut memungkinkan operator mengoptimalkan penggunaan jaringan secara otomatis, mendeteksi gangguan lebih cepat, hingga meningkatkan efisiensi operasional.

Kinerja positif Nokia juga mendapat perhatian pelaku pasar. Laba yang melampaui ekspektasi analis menunjukkan bahwa strategi diversifikasi bisnis perusahaan berjalan sesuai rencana. Investor melihat perkembangan tersebut sebagai sinyal bahwa Nokia mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri teknologi global.

Meski demikian, perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan. Persaingan dengan perusahaan jaringan global seperti Ericsson, Huawei, Cisco, hingga Arista Networks tetap berlangsung ketat, terutama dalam memperebutkan proyek-proyek pembangunan pusat data berskala besar.

Selain itu, kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil juga dapat memengaruhi belanja modal perusahaan telekomunikasi dan penyedia layanan digital. Fluktuasi nilai tukar, inflasi, serta ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang perlu diantisipasi oleh perusahaan teknologi di seluruh dunia.

Namun, meningkatnya adopsi AI diperkirakan akan terus mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur digital dalam jangka panjang. Semakin banyak aplikasi berbasis AI yang digunakan oleh perusahaan maupun masyarakat, semakin besar pula kebutuhan akan pusat data berkapasitas tinggi beserta perangkat jaringan pendukungnya.

Bagi Nokia, tren tersebut membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan bisnis jaringan seluler. Dengan memanfaatkan keahliannya dalam teknologi jaringan dan konektivitas, perusahaan berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem infrastruktur AI global.

Ke depan, Nokia optimistis permintaan terhadap solusi jaringan pusat data akan terus meningkat seiring berkembangnya transformasi digital di berbagai sektor. Jika tren investasi AI dan pembangunan data center tetap berlanjut, perusahaan berpeluang mempertahankan pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan profitabilitas pada kuartal-kuartal berikutnya. Kinerja kuartal II-2026 menjadi bukti bahwa strategi diversifikasi bisnis menuju infrastruktur digital mulai memberikan hasil nyata bagi perusahaan asal Finlandia tersebut.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
H

Ditulis oleh

Herman

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Beragam Modus Mengakali Registrasi SIM Biometrik, Komdigi Perketat Pengawasan

Beragam Modus Mengakali Registrasi SIM Biometrik, Komdigi Perketat Pengawasan

Penerapan registrasi kartu SIM berbasis biometrik yang mulai diberlakukan pemerintah menjadi langkah penting dalam memperkuat keamanan identitas digital dan menekan penyalahgunaan nomor telepon. Namun, di balik implementasi sistem baru tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) masih menemukan sejumlah modus yang...

24 Jul 2026

Mendang-Mending Smartphone: Huawei Pura 90s Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra

Mendang-Mending Smartphone: Huawei Pura 90s Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra

Persaingan smartphone premium kembali memanas setelah Huawei memperkenalkan Pura 90s Pro Max , perangkat flagship terbaru yang langsung berhadapan dengan Samsung Galaxy S26 Ultra di segmen ponsel kelas atas. Kedua perangkat sama-sama menyasar pengguna yang menginginkan performa terbaik, kamera berkualitas...

24 Jul 2026

Agen Kecerdasan Buatan OpenAI Raih 10 Juta Pengguna

Agen Kecerdasan Buatan OpenAI Raih 10 Juta Pengguna

OpenAI mencatat perkembangan signifikan dalam adopsi produk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berbasis agen setelah peluncuran ChatGPT Work. Perusahaan tersebut mengumumkan bahwa jumlah pengguna aktif dua layanan agen AI andalannya, yakni ChatGPT Work dan Codex , telah mencapai sekitar 10 juta...

24 Jul 2026

Resmi Mengaspal! Mobil Listrik Murni Buatan Anak Bangsa Ini Dibanderol di Bawah Rp150 Juta

Resmi Mengaspal! Mobil Listrik Murni Buatan Anak Bangsa Ini Dibanderol di Bawah Rp150 Juta

JAKARTA — Sebuah tonggak sejarah baru dalam industri otomotif nasional resmi tertancap hari ini. Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor manufaktur dan baterai, berkolaborasi dengan startup otomotif lokal, secara resmi meluncurkan "Nusantara EV-1". Kendaraan ini tercatat...

24 Jul 2026