Blue Owl Pimpin Utang US$2,4 Miliar Iran

S Sawalika 14 Sep 2026 1 dilihat 4 menit baca

Blue Owl Capital Inc. (NYSE: OWL), salah satu pengelola aset alternatif terbesar di dunia, mengumumkan bahwa dana-dana yang dikelolanya memimpin pembiayaan utang senilai US$2,4 miliar untuk IREN Limited (NASDAQ: IREN), perusahaan penyedia platform cloud berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bermarkas di Sydney, Australia. Kesepakatan ini menjadi salah satu transaksi pembiayaan infrastruktur AI terbesar yang tercatat sepanjang tahun ini, sekaligus menegaskan posisi Blue Owl sebagai salah satu pemain utama di balik gelombang investasi pusat data yang tengah melanda industri teknologi global.

Paket utang tersebut terdiri dari dua komponen dengan nilai yang sama besar: pinjaman berjangka senior yang dijamin (senior secured term loan) sebesar US$1,2 miliar, dan surat utang senior yang dijamin (senior secured notes) senilai US$1,2 miliar. Kedua instrumen ini menanggung suku bunga sebesar 9 persen dan memiliki masa jatuh tempo dua setengah tahun sejak dana dicairkan.

Struktur pembiayaan ini dirancang secara khusus agar dana dapat dicairkan secara bertahap, sejalan dengan pengiriman dan proses instalasi perangkat keras. Dengan kata lain, Iren tidak menerima seluruh dana sekaligus, melainkan dalam beberapa tahap sesuai kebutuhan pembelian peralatan.

Selain Blue Owl, Pacific Investment Management Co. (PIMCO) turut menjadi salah satu pendukung dalam transaksi ini, menambah kredibilitas dan kekuatan modal di balik kesepakatan tersebut.

Dana hasil pembiayaan akan digunakan Iren untuk membeli unit pemroses grafis (GPU) generasi terbaru dari Nvidia Corp., yakni seri Blackwell Ultra, yang merupakan salah satu chip AI paling canggih dan paling diburu di pasar saat ini. GPU-GPU tersebut nantinya akan dipasang di kompleks pusat data Mackenzie milik Iren yang berlokasi di British Columbia, Kanada.

Investasi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi besar-besaran Iren dalam membangun kapasitas komputasi untuk mendukung pelatihan dan inferensi model-model AI. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai penambang Bitcoin ini kini bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur komputasi awan yang vertikal terintegrasi, mencakup pusat data, daya komputasi, hingga perangkat lunak pendukung AI.

Dalam laporan kinerja keuangannya, Iren memproyeksikan belanja modal (capital expenditure) hingga US$30 miliar untuk tahun fiskal 2027, angka yang menggambarkan betapa agresifnya ambisi perusahaan ini dalam membangun infrastruktur AI skala besar.

Kurt Tenenbaum, Senior Managing Director di Blue Owl, menjelaskan bahwa investasi ini mencerminkan kombinasi antara pembiayaan peralatan untuk GPU dengan penjaminan pinjaman langsung kepada Iren. Pernyataan ini menegaskan bahwa Blue Owl tidak sekadar menjadi pemberi pinjaman biasa, tetapi juga berperan aktif dalam menstrukturkan pembiayaan yang menyesuaikan dengan siklus pengadaan perangkat keras AI.

Sementara itu, pihak Nvidia turut memberikan pandangan positif terhadap kesepakatan ini. Perwakilan dari divisi infrastruktur AI global Nvidia menyebut bahwa arsitektur komputasi terpadu milik Nvidia membuat “pabrik AI” dapat digunakan secara fleksibel oleh berbagai jenis pelanggan dan beban kerja, sehingga menjadikan infrastruktur AI Nvidia sebagai kelas aset yang layak untuk investasi modal jangka panjang. Kesepakatan Blue Owl-Iren ini disebut sebagai bukti nyata sekaligus model yang dapat direplikasi untuk pembiayaan infrastruktur AI dalam skala besar di masa depan.

Blue Owl, yang saat ini mengelola aset senilai sekitar US$319 miliar, bukan pemain baru dalam pembiayaan proyek infrastruktur AI berskala besar. Perusahaan ini sebelumnya juga telah berpartisipasi dalam pendanaan proyek fasilitas Hyperion milik Meta Platforms Inc. di Louisiana, serta proyek pusat data di Abilene, Texas, yang dikembangkan bersama Crusoe dan Primary Digital Infrastructure.

Pola ini menunjukkan bagaimana perusahaan manajemen aset alternatif semakin gencar masuk ke ranah pembiayaan infrastruktur digital, seiring meningkatnya permintaan global terhadap kapasitas komputasi untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan generatif.

Di sisi lain, pengumuman rencana belanja modal jumbo oleh Iren untuk tahun fiskal 2027 justru direspons negatif oleh pasar. Saham Iren tercatat anjlok hampir 13 persen ke level US$35,40 pada sesi perdagangan Jumat sore waktu New York, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap besarnya beban belanja modal serta risiko yang menyertai ekspansi agresif di sektor infrastruktur AI, meskipun dari sisi pendanaan sendiri, kesepakatan dengan Blue Owl memberi sinyal positif berupa dukungan modal jangka panjang dari investor institusi kelas dunia.

Kombinasi antara pendanaan segar dari Blue Owl dan PIMCO di satu sisi, serta kekhawatiran pasar atas besarnya belanja modal di sisi lain, menggambarkan dinamika yang kini banyak dihadapi perusahaan-perusahaan infrastruktur AI: kebutuhan modal yang masif untuk mengejar permintaan komputasi, di tengah ketidakpastian soal seberapa cepat investasi tersebut akan membuahkan hasil.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
S

Ditulis oleh

Sawalika

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Dinamika Pasar Komoditas Harga Emas Antam Terkoreksi Rp11.000 ke Level Rp2.559.000 per Gram di Tengah Penyesuaian Tarif Listrik dan Fluktuasi Rupiah

Dinamika Pasar Komoditas Harga Emas Antam Terkoreksi Rp11.000 ke Level Rp2.559.000 per Gram di Tengah Penyesuaian Tarif Listrik dan Fluktuasi Rupiah

JAKARTA, 29 OKTOBER 2026 — Pasar komoditas domestik hari ini mencatatkan pergerakan dinamis seiring penyesuaian indikator-indikator ekonomi makro. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami koreksi tipis sebesar Rp11.000 per gram. Penurunan ini menempatkan emas berada di...

29 Okt 2026

Bursa Asia Bersiap Menguat, IPO Anthropic Kembali Bangkitkan Minat Investor terhadap AI

Bursa Asia Bersiap Menguat, IPO Anthropic Kembali Bangkitkan Minat Investor terhadap AI

Bursa saham Asia diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, mengikuti tren positif di Wall Street setelah pengajuan dokumen penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Anthropic PBC kembali menarik perhatian investor terhadap industri kecerdasan buatan...

27 Okt 2026

Bitcoin Turun di Bawah US$80.000, Investor Kembali Mencermati Tren AI

Bitcoin Turun di Bawah US$80.000, Investor Kembali Mencermati Tren AI

Harga Bitcoin kembali melemah hingga turun di bawah level US$80.000 pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Pelemahan tersebut terjadi ketika perhatian investor mulai beralih ke kebangkitan saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjelang pengumuman kinerja keuangan sejumlah perusahaan...

27 Okt 2026

Indeks Harga Saham Gabungan Mengalami Volatilitas Tajam Akibat Wacana Penyesuaian Klasifikasi Pasar oleh MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan Mengalami Volatilitas Tajam Akibat Wacana Penyesuaian Klasifikasi Pasar oleh MSCI

Laju Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia bergerak sangat fluktuatif dan berada di bawah tekanan besar pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Pergerakan IHSG yang diwarnai gelombang aksi jual intensif ini menyita perhatian luas dari para pelaku pasar modal, analis...

27 Okt 2026