Terbaru
Rupiah Menguat Tinggalkan Level Psikologis Rp18.000 IHSG Dibuka Menguat di Awal Pekan Kesempatan Langsung Nonton HUT RI, Pemerintah Buka War Tiket untuk 8.100 Masyarakat Umum Resmi Turun! Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terkoreksi per 1 Agustus 2026, Ini Daftar Lengkap dan Faktor Penyebabnya Tragedi Laut Jawa: Kapal Feri Mutiara Sentosa II Terbakar, 5 Tewas dan 37 Penumpang Masih Hilang Krisis Imigrasi Memuncak! Sekitar 60 Ribu Migran Serentak Terobos Perbatasan Spanyol Demi Masuk Eropa BMKG Prediksi Kemarau Lebih Kering Berlanjut Hingga September, Hujan Mulai Oktober-November Elektabilitas Gerindra Teratas Namun Menurun: Sinyal Evaluasi Politik Nasional Dialog AS-Iran Berlanjut, Kontrak Berjangka Wall Street Tembus Zona Hijau Rupiah Menguat Tinggalkan Level Psikologis Rp18.000 IHSG Dibuka Menguat di Awal Pekan Kesempatan Langsung Nonton HUT RI, Pemerintah Buka War Tiket untuk 8.100 Masyarakat Umum Resmi Turun! Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terkoreksi per 1 Agustus 2026, Ini Daftar Lengkap dan Faktor Penyebabnya Tragedi Laut Jawa: Kapal Feri Mutiara Sentosa II Terbakar, 5 Tewas dan 37 Penumpang Masih Hilang Krisis Imigrasi Memuncak! Sekitar 60 Ribu Migran Serentak Terobos Perbatasan Spanyol Demi Masuk Eropa BMKG Prediksi Kemarau Lebih Kering Berlanjut Hingga September, Hujan Mulai Oktober-November Elektabilitas Gerindra Teratas Namun Menurun: Sinyal Evaluasi Politik Nasional Dialog AS-Iran Berlanjut, Kontrak Berjangka Wall Street Tembus Zona Hijau

BMKG Prediksi Kemarau Lebih Kering Berlanjut Hingga September, Hujan Mulai Oktober-November

R Revena 03 Agu 2026 1 dilihat 3 menit baca

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem. BMKG memprediksi bahwa periode musim kemarau dengan intensitas yang lebih kering (dry spell) diprakirakan masih akan berlanjut hingga bulan September. Sementara itu, potensi curah hujan dengan intensitas tinggi diprediksi baru akan muncul secara bertahap pada periode Oktober hingga November.

Kondisi kemarau yang lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya ini dipicu oleh masuknya puncak fenomena kemarau serta dinamika suhu permukaan laut di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik. Karakteristik cuaca ini berpotensi memicu lonjakan risiko krisis air bersih dan penurunan ketersediaan air tanah di berbagai wilayah Indonesia.

Wilayah Rawan dan Puncak Cuaca Kering

Berdasarkan pemantauan indikator iklim terbarunya, BMKG mencatat bahwa sejumlah kawasan di Indonesia terutama wilayah selatan Khatulistiwa seperti Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan merasakan dampak fenomena cuaca kering yang paling signifikan.

Imbauan BMKG: BMKG meminta sektor pertanian dan pengelola sumber daya air untuk segera mengambil langkah penyesuaian. Tanpa adanya hujan dengan intensitas cukup hingga bulan September, potensi kekeringan meteorologis yang berdampak pada lahan pertanian dan krisis air baku harian masyarakat dipastikan kian meningkat.

Minimnya pembentukan awan hujan di kawasan tersebut juga berisiko memperpanjang durasi cuaca panas terik pada siang hari serta memicu risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di titik-titik rawan.

Meski kemarau kering diprediksi mendominasi hingga September, BMKG memproyeksikan bahwa pola angin dan kelembapan udara akan mulai beranjak mengalami transisi pada awal kuartal keempat tahun ini. Masuknya musim pancaroba dan dimulainya awal musim hujan akan terjadi secara tidak serentak di tiap wilayah.

Beberapa hal penting terkait peralihan musim yang disampaikan BMKG meliputi:

  • Pancaroba di Akhir September: Wilayah bagian barat dan utara Indonesia diprediksi mulai memasuki masa transisi dengan ditandai munculnya hujan lokal berdurasi singkat namun berintensitas lebat.

  • Hujan Tinggi Oktober–November: Potensi curah hujan intensitas sedang hingga tinggi diprakirakan baru aktif secara bertahap mulai bulan Oktober dan meluas ke seluruh wilayah Indonesia pada bulan November.

  • Antisipasi Cuaca Ekstrem: Masyarakat diminta mewaspadai potensi angin puting beliung, petir, dan hujan es yang kerap mengintai saat transisi dari musim kemarau menuju musim hujan tiba.

Menanggapi laporan prediksi dari BMKG ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian terkait mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk segera menetapkan status siaga darurat kekeringan serta mengoptimalkan pendistribusian air bersih ke zona-zona kritis.

Para petani juga disarankan untuk mengatur strategi pola tanam dengan memilih varietas komoditas yang lebih tahan terhadap cuaca kering (drought-resistant) serta memaksimalkan penggunaan teknologi irigasi hemat air. Langkah edukasi hemat air di tingkat rumah tangga juga menjadi kunci utama agar kebutuhan air baku nasional tetap terjaga aman hingga hujan mulai turun secara merata pada bulan Oktober dan November mendatang.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
R

Ditulis oleh

Revena

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Kesempatan Langsung Nonton HUT RI, Pemerintah Buka War Tiket untuk 8.100 Masyarakat Umum

Kesempatan Langsung Nonton HUT RI, Pemerintah Buka War Tiket untuk 8.100 Masyarakat Umum

JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia kembali memberikan kesempatan emas bagi masyarakat umum untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan. Pada peringatan tahun ini, pemerintah secara resmi mengumumkan bakal menyediakan 8.100 kuota...

03 Agu 2026

Sinergi Kearifan Lokal dan Inovasi Digital Dorong Daya Saing Pariwisata Indonesia

Sinergi Kearifan Lokal dan Inovasi Digital Dorong Daya Saing Pariwisata Indonesia

Temukan bagaimana Banyuwangi menjadi teladan pariwisata berbasis kearifan lokal, didukung strategi digital Kemenpar dengan AI dan nano influencer, mengangkat pe

02 Agu 2026

BMKG Rilis Peringatan Dini Bibit Siklon Tropis 94W Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Maluku hingga Papua Barat Daya

BMKG Rilis Peringatan Dini Bibit Siklon Tropis 94W Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Maluku hingga Papua Barat Daya

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W yang memicu dinamika cuaca di perairan utara Indonesia. Sistem cuaca ini terpantau berada di kawasan Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga...

02 Agu 2026

JFC 2026 Tembus Sorotan Dunia, AFP Angkat Kemegahan Karya Anak Bangsa ke Panggung Internasional

JFC 2026 Tembus Sorotan Dunia, AFP Angkat Kemegahan Karya Anak Bangsa ke Panggung Internasional

JEMBER – Jember Fashion Carnival (JFC) 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu ajang fesyen jalanan paling bergengsi di dunia. Gelaran yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sukses mencuri perhatian publik internasional setelah kantor berita...

01 Agu 2026