Terbaru
Kasus Penyekapan Karyawan di Jakpus Soroti Pelanggaran Hukum Kerja Karir Masa Depan Mengapa Keterampilan "Prompt Engineering" Makin Dicari Perusahaan Sosial Tren "Digital Detox" Akhir Pekan Menjamu, Bukti Masyarakat Modern Butuh Jeda Kesehatan Mental Mengurai Dinamika Sepak Bola Global: Tantangan dan Harapan Nasional Sains Modern Ilmuwan Temukan Spesies Tanaman Tropis Baru Penolak Polusi Ekstrem untuk Jalan Protokol Pengusaha Angkutan Waswas B50 Mulai Berlaku Aptrindo Sebut Dampak pada Truk Masih Belum Teruji Lebih dari Sekadar Tren Thrifting Bertransformasi Menjadi Gaya Hidup Berkelanjutan Bagi Generasi Muda Kebangkitan Animasi Nasional Film Karya Anak Bangsa Dobrak Pasar Global dan Raih Penghargaan Internasional Kasus Penyekapan Karyawan di Jakpus Soroti Pelanggaran Hukum Kerja Karir Masa Depan Mengapa Keterampilan "Prompt Engineering" Makin Dicari Perusahaan Sosial Tren "Digital Detox" Akhir Pekan Menjamu, Bukti Masyarakat Modern Butuh Jeda Kesehatan Mental Mengurai Dinamika Sepak Bola Global: Tantangan dan Harapan Nasional Sains Modern Ilmuwan Temukan Spesies Tanaman Tropis Baru Penolak Polusi Ekstrem untuk Jalan Protokol Pengusaha Angkutan Waswas B50 Mulai Berlaku Aptrindo Sebut Dampak pada Truk Masih Belum Teruji Lebih dari Sekadar Tren Thrifting Bertransformasi Menjadi Gaya Hidup Berkelanjutan Bagi Generasi Muda Kebangkitan Animasi Nasional Film Karya Anak Bangsa Dobrak Pasar Global dan Raih Penghargaan Internasional

Demam Baru Masyarakat Urban Olahraga "Padel Tennis" Mulai Menyaingi Popularitas Badminton

F Fajar 03 Jul 2026 0 dilihat 3 menit baca

Jakarta – Dominasi badminton dan tenis lapangan sebagai olahraga raket paling populer di Indonesia kini tampaknya harus bersiap menghadapi penantang baru. Dalam setahun terakhir, sebuah cabang olahraga raket baru bernama Padel Tennis (atau biasa disebut padel) tengah mengalami lonjakan popularitas yang luar biasa, khususnya di kalangan masyarakat urban dan pencinta gaya hidup sehat di kota-kota besar.

Lapangan-lapangan padel baru berskala internasional kini mulai menjamur di berbagai sudut ibu kota dan pusat kebugaran modern. Olahraga yang memadukan elemen tenis tradisional dan skuas (squash) ini tidak hanya menjadi sekadar tren musiman di media sosial, tetapi juga mulai diakui sebagai opsi olahraga kardio yang sangat efektif, seru, dan adiktif. Perlahan tapi pasti, antusiasme masyarakat urban terhadap padel mulai membayangi popularitas badminton yang selama ini menjadi olahraga sejuta umat di Indonesia.

Apa Itu Padel Tennis dan Bagaimana Cara Bermainnya?

Lahir di Acapulco, Meksiko, pada akhir tahun 1960-an, padel tennis dimainkan secara ganda (dua lawan dua) di lapangan tertutup yang berukuran sekitar 25% lebih kecil dari lapangan tenis standar. Karakteristik paling unik dan mencolok dari olahraga ini adalah keberadaan dinding kaca transparan dan pagar kawat yang mengelilingi seluruh area lapangan.

Sama seperti dalam olahraga skuas, dinding kaca ini bukan sekadar pembatas, melainkan bagian aktif dari permainan. Pemain diperbolehkan memukul bola yang memantul dari dinding kaca setelah bola tersebut memantul sekali di area lantai beralas rumput sintetis. Raket yang digunakan pun berbeda; raket padel tidak menggunakan senar, melainkan berupa papan tebal (paddle) berbahan serat karbon atau fiberglass dengan lubang-lubang khusus di permukaannya untuk aerodinamika. Sementara itu, bolanya sekilas mirip bola tenis biasa, namun memiliki tekanan udara yang lebih rendah sehingga pantulannya lebih lambat dan mudah dikendalikan.

Mengapa Padel Sangat Digandrungi? Ramah Pemula Namun Tetap Intens

Ada alasan kuat mengapa masyarakat urban berbondong-bondong beralih ke olahraga ini. Padel dianggap memiliki learning curve atau tingkat kesulitan awal yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tenis lapangan biasa maupun badminton.

  • Sangat Ramah untuk Pemula: Pada tenis biasa, pemula sering kali menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk belajar melakukan servis yang benar atau mengejar bola yang keluar lapangan jauh. Di lapangan padel, karena ukurannya yang ringkas dan dikelilingi dinding, bola akan selalu memantul kembali ke dalam area permainan. Hal ini membuat reli-reli panjang yang seru bisa langsung tercipta sejak menit-menit pertama pemula mencobanya.

  • Pembakaran Kalori yang Sangat Intens: Jangan terkecoh dengan ukurannya yang lebih kecil. Padel tetap memberikan efek pembakaran kalori yang luar biasa tinggi. Dinamika permainan ganda yang cepat, dikombinasikan dengan pantulan bola tak terduga dari dinding kaca, menuntut pemain untuk terus bergerak secara eksplosif, berputar, dan melakukan refleks cepat. Satu sesi permainan padel selama satu jam rata-rata dapat membakar sekitar 600 hingga 800 kalori, menjadikannya opsi latihan kardio yang sangat andal untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan jantung.

  • Aspek Sosial yang Kuat: Karena selalu dimainkan berempat dalam jarak yang relatif dekat, padel membawa elemen sosial dan interaksi yang sangat kental. Olahraga ini menjadi sarana yang sempurna bagi masyarakat urban untuk melepas penat setelah jam kerja sekaligus bersosialisasi dengan kolega atau komunitas baru.

Masa Depan Padel di Indonesia

Melihat perkembangannya yang masif, padel diprediksi tidak akan menjadi tren sesaat. Pembangunan infrastruktur lapangan yang modern, turnamen-turnamen komunitas yang rutin digelar, hingga keterlibatan figur publik dan atlet nasional dalam mempromosikan olahraga ini menjadi bukti bahwa ekosistem padel di Indonesia sedang bertumbuh secara sehat.

Bagi masyarakat urban yang mencari alternatif olahraga raket yang tidak sekompleks tenis, namun menawarkan keseruan yang berbeda dari badminton, padel tennis adalah jawaban yang sempurna. Bersiaplah untuk memesan lapangan terdekat dan merasakan sendiri keseruan olahraga yang tengah mendunia ini!

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
F

Ditulis oleh

Fajar

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait