Dilepas Jiangsu Delong, Smelter Gunbuster Kini Beralih ke Kepemilikan BUMN China

T Tirza 30 Jun 2026 16 dilihat 3 menit baca

Perubahan besar terjadi di industri pengolahan nikel Indonesia setelah perusahaan milik negara asal China, Zhejiang Materials Development Co., Ltd., dikabarkan mengakuisisi mayoritas kepemilikan saham di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Langkah ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam industri hilirisasi mineral Indonesia, mengingat GNI merupakan salah satu smelter nikel terbesar yang beroperasi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Berdasarkan laporan media China, China.com, Pengadilan Xiangshui di Provinsi Jiangsu telah menyetujui rencana reorganisasi terhadap 30 perusahaan, termasuk Jiangsu Delong Nickel Industry Co Ltd. Dalam proses reorganisasi tersebut, Zhejiang Materials Development disebut akan mengambil alih 75 persen dari 99,84 persen saham yang sebelumnya dimiliki Jiangsu Delong di PT Gunbuster Nickel Industry.

Akuisisi ini menandai perubahan kepemilikan yang signifikan di salah satu perusahaan pengolahan nikel terbesar di Indonesia. Selama ini, PT GNI dikenal sebagai salah satu pelaku utama dalam industri pemrosesan bijih nikel menjadi produk bernilai tambah, yang merupakan bagian dari strategi hilirisasi mineral yang terus didorong oleh pemerintah Indonesia.

Smelter GNI memiliki kapasitas produksi yang besar dan menjadi salah satu investasi penting di kawasan industri Morowali Utara. Kehadiran perusahaan ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nikel nasional, tetapi juga menciptakan ribuan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar.

Perubahan kepemilikan ini juga menjadi perhatian karena melibatkan perusahaan milik negara China. Zhejiang Materials Development atau Zheshang Zhongtuo merupakan BUMN yang bergerak di bidang perdagangan komoditas, logistik, dan investasi industri. Dengan masuknya perusahaan tersebut ke dalam struktur kepemilikan GNI, muncul harapan bahwa operasional perusahaan dapat berjalan lebih stabil setelah sebelumnya menghadapi berbagai tantangan.

Jiangsu Delong sendiri diketahui mengalami tekanan keuangan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya reorganisasi perusahaan sebagai upaya penyelamatan bisnis dan restrukturisasi aset. Akuisisi terhadap aset-aset strategis, termasuk saham di PT GNI, menjadi bagian dari proses tersebut.

Bagi Indonesia, keberlangsungan operasional PT Gunbuster Nickel Industry memiliki arti penting mengingat industri nikel merupakan salah satu sektor strategis yang menjadi andalan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan transisi energi global. Indonesia saat ini merupakan produsen nikel terbesar di dunia dan memiliki cadangan nikel yang sangat besar.

Permintaan terhadap nikel terus meningkat seiring berkembangnya industri kendaraan listrik dan baterai. Nikel menjadi salah satu bahan baku utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik, sehingga keberadaan smelter dan industri pengolahan nikel menjadi sangat penting dalam rantai pasok global.

Pemerintah Indonesia selama beberapa tahun terakhir juga terus mendorong hilirisasi dengan melarang ekspor bijih nikel mentah dan mengarahkan investasi ke sektor pengolahan di dalam negeri. Kebijakan tersebut berhasil menarik banyak investor asing, terutama dari China, untuk membangun smelter dan fasilitas pengolahan mineral di Indonesia.

Meski demikian, perubahan kepemilikan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia juga menimbulkan perhatian terkait keberlanjutan investasi, perlindungan tenaga kerja, dan kepastian operasional perusahaan. Para pelaku industri berharap proses akuisisi dapat berlangsung lancar dan tidak mengganggu aktivitas produksi maupun kesejahteraan para pekerja.

Analis menilai bahwa masuknya BUMN China ke dalam kepemilikan PT GNI berpotensi memberikan dukungan finansial yang lebih kuat bagi perusahaan. Dengan modal dan jaringan bisnis yang dimiliki Zhejiang Materials Development, perusahaan diharapkan dapat memperkuat posisi GNI dalam industri nikel global.

Di sisi lain, perkembangan ini juga menunjukkan bahwa industri nikel Indonesia masih menjadi daya tarik besar bagi investor internasional. Potensi sumber daya yang melimpah serta meningkatnya permintaan global terhadap nikel menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat industri pengolahan nikel dunia.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada bagaimana strategi baru yang akan diterapkan oleh pemilik baru PT Gunbuster Nickel Industry. Stabilitas operasional, peningkatan produksi, dan kontribusi terhadap hilirisasi nasional menjadi faktor penting yang akan menentukan peran perusahaan tersebut dalam mendukung pertumbuhan industri nikel Indonesia di masa mendatang.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
T

Ditulis oleh

Tirza

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait