Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 1.450 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

T Tirza 30 Jun 2026 9 dilihat 3 menit baca

Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pekan lalu terus bertambah. Berdasarkan laporan terbaru yang disampaikan pemerintah Venezuela, jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 1.450 orang, sementara sedikitnya 3.150 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jorge Rodríguez dalam pidato yang disiarkan melalui televisi nasional pada Minggu, 28 Juni 2026. Dalam keterangannya, Rodríguez menyebut bahwa pemerintah masih berada dalam fase kritis penanganan bencana, dengan fokus utama pada upaya penyelamatan korban dan pencarian warga yang masih hilang.

“Saat ini kita berada dalam jam-jam kritis, jam-jam krusial, untuk terus menyelamatkan nyawa masyarakat,” ujar Rodríguez sebagaimana dikutip oleh berbagai media internasional.

Selain korban jiwa dan korban luka, dampak gempa juga menyebabkan kerusakan yang sangat besar terhadap permukiman dan infrastruktur. Pemerintah mencatat sebanyak 12.721 orang terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka karena rumah-rumah yang ditempati mengalami kerusakan berat atau berada di wilayah yang dinilai tidak aman.

Data sementara menunjukkan bahwa sedikitnya 774 bangunan mengalami kerusakan parah atau bahkan runtuh akibat guncangan gempa. Bangunan yang terdampak tidak hanya rumah warga, tetapi juga berbagai fasilitas umum, termasuk rumah sakit dan pusat layanan kesehatan. Kerusakan pada fasilitas kesehatan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah karena jumlah korban yang membutuhkan perawatan medis terus bertambah.

Tim penyelamat hingga kini masih bekerja tanpa henti untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Pemerintah Venezuela mengerahkan ribuan personel dari berbagai instansi, termasuk petugas pemadam kebakaran, militer, tenaga kesehatan, dan relawan kemanusiaan.

Dalam kesempatan yang sama, Jorge Rodríguez juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas internasional atas bantuan yang telah diberikan kepada Venezuela. Sejumlah negara dan organisasi kemanusiaan internasional mengirimkan bantuan berupa peralatan penyelamatan, obat-obatan, makanan, serta tim pencarian dan penyelamatan.

Pemerintah Venezuela mengungkapkan bahwa sebanyak 2.624 petugas penyelamat dan 137 anjing pelacak atau K9 telah dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban. Kehadiran tim internasional dinilai sangat membantu upaya penyelamatan di tengah kondisi darurat yang dihadapi negara tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan pembentukan komisi kepresidenan khusus yang bertugas menilai kondisi bangunan dan infrastruktur yang rusak akibat gempa. Komisi tersebut akan melakukan evaluasi menyeluruh guna menentukan langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pemerintah juga memutuskan untuk memperpanjang masa penutupan sekolah hingga satu pekan ke depan. Kebijakan tersebut diambil demi menjaga keselamatan para siswa dan tenaga pengajar, sekaligus memberikan waktu bagi pemerintah untuk memeriksa kondisi bangunan sekolah yang terdampak gempa.

Bencana gempa ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Venezuela dalam beberapa tahun terakhir. Selain menimbulkan korban jiwa yang besar, gempa juga diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi, serta meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam proses pemulihan.

Para ahli kebencanaan memperingatkan bahwa proses pemulihan pascagempa kemungkinan akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Selain memperbaiki bangunan yang rusak, pemerintah juga perlu memastikan bahwa para pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Masyarakat internasional pun terus memantau perkembangan situasi di Venezuela dan berharap upaya penyelamatan dapat menemukan lebih banyak korban selamat. Di tengah duka yang mendalam akibat bencana ini, solidaritas dan bantuan dari berbagai pihak menjadi harapan bagi ribuan warga Venezuela yang terdampak.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan kerusakan yang begitu luas, pemerintah Venezuela kini menghadapi tantangan besar dalam menangani keadaan darurat sekaligus mempersiapkan proses pemulihan jangka panjang bagi masyarakat yang terkena dampak gempa bumi tersebut.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
T

Ditulis oleh

Tirza

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Dilepas Jiangsu Delong, Smelter Gunbuster Kini Beralih ke Kepemilikan BUMN China

Dilepas Jiangsu Delong, Smelter Gunbuster Kini Beralih ke Kepemilikan BUMN China

Perubahan besar terjadi di industri pengolahan nikel Indonesia setelah perusahaan milik negara asal China, Zhejiang Materials Development Co., Ltd., dikabarkan mengakuisisi mayoritas kepemilikan saham di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Langkah ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam industri hilirisasi...

30 Jun 2026

Pakistan Gempur Perbatasan Afghanistan, 29 Militan Dilaporkan Tewas

Pakistan Gempur Perbatasan Afghanistan, 29 Militan Dilaporkan Tewas

Pemerintah Pakistan mengumumkan telah melancarkan operasi militer besar-besaran di wilayah perbatasan dengan Afghanistan. Operasi yang melibatkan serangan darat berbasis intelijen dan serangan udara presisi tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 29 anggota kelompok militan. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas serangkaian serangan...

30 Jun 2026

Iran Inginkan Kendali Penuh di Selat Hormuz, Ketegangan Geopolitik Kembali Meningkat

Iran Inginkan Kendali Penuh di Selat Hormuz, Ketegangan Geopolitik Kembali Meningkat

Pemerintah Iran kembali menegaskan keinginannya untuk memiliki kendali lebih besar terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menjelang dimulainya negosiasi baru...

30 Jun 2026

Pesawat JetBlue Tabrak Drone Saat Mendarat di Bandara JFK, Keselamatan Penerbangan Kembali Jadi Sorotan

Pesawat JetBlue Tabrak Drone Saat Mendarat di Bandara JFK, Keselamatan Penerbangan Kembali Jadi Sorotan

Sebuah insiden yang melibatkan pesawat penumpang dan pesawat nirawak atau drone kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini, sebuah pesawat milik maskapai JetBlue Airways Corp dilaporkan menabrak sebuah drone saat melakukan proses pendaratan di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK),...

30 Jun 2026