Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pekan lalu terus bertambah. Berdasarkan laporan terbaru yang disampaikan pemerintah Venezuela, jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 1.450 orang, sementara sedikitnya 3.150 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jorge Rodríguez dalam pidato yang disiarkan melalui televisi nasional pada Minggu, 28 Juni 2026. Dalam keterangannya, Rodríguez menyebut bahwa pemerintah masih berada dalam fase kritis penanganan bencana, dengan fokus utama pada upaya penyelamatan korban dan pencarian warga yang masih hilang.
“Saat ini kita berada dalam jam-jam kritis, jam-jam krusial, untuk terus menyelamatkan nyawa masyarakat,” ujar Rodríguez sebagaimana dikutip oleh berbagai media internasional.
Selain korban jiwa dan korban luka, dampak gempa juga menyebabkan kerusakan yang sangat besar terhadap permukiman dan infrastruktur. Pemerintah mencatat sebanyak 12.721 orang terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka karena rumah-rumah yang ditempati mengalami kerusakan berat atau berada di wilayah yang dinilai tidak aman.
Data sementara menunjukkan bahwa sedikitnya 774 bangunan mengalami kerusakan parah atau bahkan runtuh akibat guncangan gempa. Bangunan yang terdampak tidak hanya rumah warga, tetapi juga berbagai fasilitas umum, termasuk rumah sakit dan pusat layanan kesehatan. Kerusakan pada fasilitas kesehatan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah karena jumlah korban yang membutuhkan perawatan medis terus bertambah.
Tim penyelamat hingga kini masih bekerja tanpa henti untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Pemerintah Venezuela mengerahkan ribuan personel dari berbagai instansi, termasuk petugas pemadam kebakaran, militer, tenaga kesehatan, dan relawan kemanusiaan.
Dalam kesempatan yang sama, Jorge Rodríguez juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas internasional atas bantuan yang telah diberikan kepada Venezuela. Sejumlah negara dan organisasi kemanusiaan internasional mengirimkan bantuan berupa peralatan penyelamatan, obat-obatan, makanan, serta tim pencarian dan penyelamatan.
Pemerintah Venezuela mengungkapkan bahwa sebanyak 2.624 petugas penyelamat dan 137 anjing pelacak atau K9 telah dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban. Kehadiran tim internasional dinilai sangat membantu upaya penyelamatan di tengah kondisi darurat yang dihadapi negara tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan pembentukan komisi kepresidenan khusus yang bertugas menilai kondisi bangunan dan infrastruktur yang rusak akibat gempa. Komisi tersebut akan melakukan evaluasi menyeluruh guna menentukan langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pemerintah juga memutuskan untuk memperpanjang masa penutupan sekolah hingga satu pekan ke depan. Kebijakan tersebut diambil demi menjaga keselamatan para siswa dan tenaga pengajar, sekaligus memberikan waktu bagi pemerintah untuk memeriksa kondisi bangunan sekolah yang terdampak gempa.
Bencana gempa ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Venezuela dalam beberapa tahun terakhir. Selain menimbulkan korban jiwa yang besar, gempa juga diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi, serta meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam proses pemulihan.
Para ahli kebencanaan memperingatkan bahwa proses pemulihan pascagempa kemungkinan akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Selain memperbaiki bangunan yang rusak, pemerintah juga perlu memastikan bahwa para pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.
Masyarakat internasional pun terus memantau perkembangan situasi di Venezuela dan berharap upaya penyelamatan dapat menemukan lebih banyak korban selamat. Di tengah duka yang mendalam akibat bencana ini, solidaritas dan bantuan dari berbagai pihak menjadi harapan bagi ribuan warga Venezuela yang terdampak.
Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan kerusakan yang begitu luas, pemerintah Venezuela kini menghadapi tantangan besar dalam menangani keadaan darurat sekaligus mempersiapkan proses pemulihan jangka panjang bagi masyarakat yang terkena dampak gempa bumi tersebut.