Jakarta – Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bekasi, dan Surabaya dalam beberapa hari terakhir mendadak menjadi sorotan publik. Fenomena yang terjadi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini memicu beragam spekulasi di media sosial, termasuk narasi yang mengaitkannya dengan potensi aksi unjuk rasa besar-besaran pada Agustus 2026. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, angkat bicara dan meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.
Pagar-pagar tinggi tersebut terlihat di sejumlah mal besar, seperti Kota Kasablanka dan Gandaria City di Jakarta, Pakuwon Mall Surabaya, Pakuwon City Mall, Royal Plaza, Tunjungan Plaza, hingga Pakuwon Mall Bekasi.Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pemasangan pagar setinggi sekitar 2,5 meter di depan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan.Pagar berwarna abu-abu itu dipasang di dekat pintu masuk utama kendaraan dari Jalan Raya Casablanca.Perbincangan di publik pun semakin memanas setelah akun Instagram @jakartainfoterkini.id mengunggah foto kondisi salah satu mal pada 31 Juli 2026, yang memperlihatkan pagar besi dengan ukuran lebih tinggi dari biasanya.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih terkendali dan belum menerima surat pemberitahuan terkait adanya aksi demonstrasi.Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Polisi Fadil Imran juga menegaskan bahwa berdasarkan data daily operating reporting system, tidak ada hal yang menonjol yang perlu dikhawatirkan. "Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa. Jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya," ujar Fadil di Jakarta, Sabtu (1/8).
Seruan DPR untuk Masyarakat Tetap Tenang
Menanggapi maraknya spekulasi yang beredar, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, secara tegas menyatakan bahwa fenomena pemasangan pagar tinggi di pusat perbelanjaan tidak mencerminkan adanya peningkatan ancaman terhadap keamanan nasional. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari aparat keamanan, hingga kini belum ada informasi resmi yang menunjukkan peningkatan ancaman menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Ruang publik perlu dijaga dari beredarnya informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Dave kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).Politikus Partai Golkar itu menambahkan bahwa setiap dugaan sebaiknya disikapi secara proporsional dan berlandaskan fakta, bukan spekulasi yang justru dapat memicu kekhawatiran yang tidak berdasar.
Lebih lanjut, Dave menjelaskan bahwa pemasangan pagar pengaman merupakan kewenangan masing-masing pengelola gedung sebagai bagian dari prosedur operasional dan penilaian risiko internal.Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan kondisi keamanan nasional. Menurut Dave, pengelola gedung memiliki kewenangan menentukan standar keamanan sesuai kebutuhan operasionalnya, dan kebijakan tersebut dapat dilakukan sebagai langkah antisipatif tanpa harus dikaitkan dengan situasi keamanan negara.
Penjelasan serupa juga disampaikan oleh pihak pengelola mal. Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi, mengungkapkan bahwa pemasangan pagar bertujuan meningkatkan aspek keselamatan, terutama bagi para pengunjung. Ia membantah narasi yang menyebut pemagaran dilakukan sebagai langkah mengantisipasi potensi gangguan keamanan atau demonstrasi pada Agustus 2026. "Ekonomi baik-baik saja. Baik-baik saja. Kita mau takut apa? Kita memang hidup di Indonesia," ujar Sutandi.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, juga menilai pemasangan pagar dilakukan semata-mata untuk alasan keamanan. "Ini kan mungkin melihat kondisi yang ada ya, mereka mungkin ya supaya berhati-hati saja gitu," ujarnya di Istana, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI, Dave mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ketenangan dan persatuan. Ia mengingatkan bahwa menjaga stabilitas nasional tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat dalam menyebarkan informasi yang akurat dan tidak memicu keresahan."Stabilitas nasional merupakan tanggung jawab bersama. Kepercayaan publik akan semakin kuat apabila seluruh pihak mengedepankan informasi yang benar, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Dave.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya juga menyoroti fenomena ini dan menilai pagar yang terlalu tinggi dapat mengurangi kenyamanan ruang publik serta memberi kesan seolah-olah Jakarta sedang tidak aman.Pramono meminta pihak pengelola tidak merasa khawatir berlebih karena kondisi ibu kota aman. "Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta," ucapnya.Setelah mendapat perhatian tersebut, pagar tinggi di Mal Kota Kasablanka akhirnya dibongkar pada Minggu (2/8/2026).
Dave pun mengingatkan publik untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, agar ruang publik tidak dipenuhi spekulasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, serta mempercayakan informasi mengenai kondisi keamanan kepada institusi yang berwenang sehingga peringatan kemerdekaan dapat berlangsung aman dan kondusif.