Drama UTBK Lagi, Jaringan Lelet di Daerah, Siswa Pelosok Gigit Jari

N Nair 27 Mei 2026 16 dilihat 1 menit baca

Tiap tahun ceritanya sama: siswa di kota besar lancar ujian, sementara yang di pinggiran berjuang melawan sinyal. Kapan ketidakadilan digital ini benar-benar diselesaikan?

Bayangkan sudah belajar mati-matian selama dua belas tahun. Hari ujian tiba. Kamu duduk di depan komputer. Soal terbuka. Lalu… loading. Loading. Loading. Koneksi putus. Panitia datang, minta sabar. Timer terus berjalan.

Ini bukan cerita fiktif. Setiap musim UTBK, laporan serupa datang dari berbagai penjuru Indonesia — Kalimantan pedalaman, NTT, Papua. Siswa yang secara akademis mungkin sama cerdasnya dengan teman mereka di Jakarta, tapi kalah bukan karena nilai, melainkan karena infrastruktur.

Masalahnya berlapis. Server yang tidak siap menampung lonjakan traffic. Pusat ujian yang kekurangan komputer layak. Dan yang paling mendasar: koneksi internet yang tidak merata. Indonesia memang sudah memiliki program Palapa Ring untuk memperluas jangkauan internet, tapi kualitas sinyal di titik-titik terpencil masih jauh dari ideal.

Para pendidik dan aktivis pendidikan sudah lama menyuarakan solusi alternatif: ujian berbasis kertas untuk daerah 3T, perpanjangan waktu otomatis ketika sistem bermasalah, atau pengembangan aplikasi ujian yang bisa berjalan secara offline lalu sinkronisasi ketika ada sinyal.

Sementara solusi sistemik belum datang, yang paling dirugikan adalah anak-anak yang tidak punya pilihan tempat lahir. Dan itu, bagaimanapun kita memandangnya, bukan salah mereka.

Bagikan artikel ini:

WhatsApp X / Twitter Facebook
N

Ditulis oleh

Nair

Jurnalis & Kontributor RianSA — Portal Berita Terpercaya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Indonesia Jadi Tuan Rumah IMSO ke-23, 404 Murid dari 23 Negara Berkompetisi

Indonesia Jadi Tuan Rumah IMSO ke-23, 404 Murid dari 23 Negara Berkompetisi

Depok — Indonesia resmi menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23. Ajang bergengsi tingkat internasional ini diselenggarakan melalui kolaborasi Direktorat Sekolah Dasar dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) serta Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat...

04 Okt 2026

Program Double Teaching Disdikbud Lampung Perkuat Kompetensi 210 Guru SMA

Program Double Teaching Disdikbud Lampung Perkuat Kompetensi 210 Guru SMA

Bandar Lampung — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi meluncurkan program double teaching yang melibatkan 210 guru SMA Negeri di seluruh wilayah Lampung. Program ini merupakan kebijakan strategis Disdikbud Lampung untuk memperkuat kompetensi dan profesionalitas guru melalui praktik...

03 Okt 2026

Digitalisasi Pendidikan, SMA As Syafiiyah 02 Sukses Terapkan Sistem LMS dan Ujian CBT dari Nexdigi Creative

Digitalisasi Pendidikan, SMA As Syafiiyah 02 Sukses Terapkan Sistem LMS dan Ujian CBT dari Nexdigi Creative

BEKASI – Dunia pendidikan di Indonesia kembali menunjukkan geliat transformasi digital. Kali ini, SMA As-Syafi'iyah 02 resmi menggunkan sistem Learning Management System (LMS) dan Computer Based Test (CBT) yang dikembangkan oleh Nexdigi Creative. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk...

23 Sep 2026

Sistem Informasi Terintegrasi: Pilar Utama Efisiensi Akademik UNEJ

Sistem Informasi Terintegrasi: Pilar Utama Efisiensi Akademik UNEJ

Universitas Jember terus mengoptimalkan Sistem Informasi Terintegrasi (SISTER) demi efisiensi akademik dan kemudahan akses bagi sivitas. Simak pentingnya platfo

21 Sep 2026