Microsoft kembali melakukan perubahan besar dalam strategi bisnis divisi gimnya. Sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran di Xbox, perusahaan memutuskan untuk mengalihkan studio Obsidian Entertainment agar fokus mengembangkan gim baru dalam waralaba Fallout. Di sisi lain, pengembangan sekuel Avowed resmi dibatalkan bersama sejumlah proyek lain yang sebelumnya masih berada dalam tahap pengembangan.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari langkah Microsoft untuk memusatkan investasi pada waralaba yang telah memiliki basis penggemar besar dan terbukti sukses secara komersial. Kebijakan ini menyusul pengumuman restrukturisasi Xbox yang mencakup pengurangan ribuan karyawan, efisiensi operasional, serta penataan ulang sejumlah studio gim di bawah naungan Microsoft Gaming.
Menurut laporan yang dikutip dari Bloomberg, Obsidian Entertainment yang bermarkas di Irvine, California, juga melakukan pengurangan sekitar seperempat tenaga kerjanya. Selain membatalkan sekuel Avowed, studio tersebut menghentikan beberapa proyek lain yang sebelumnya belum diumumkan kepada publik.
Dalam struktur organisasi yang baru, Direktur Desain Obsidian Josh Sawyer disebut akan memimpin pengembangan proyek terbaru dalam semesta Fallout. Meski rencana tersebut masih dapat berubah sesuai perkembangan produksi, langkah tersebut menunjukkan arah baru Microsoft dalam mengembangkan salah satu waralaba paling populer yang dimilikinya.
Fallout merupakan salah satu seri gim role-playing (RPG) paling terkenal di dunia. Waralaba tersebut dikenal dengan latar dunia pasca-apokaliptik yang dipenuhi berbagai faksi, teknologi futuristis, serta kebebasan pemain dalam menentukan jalan cerita. Popularitas Fallout terus bertahan selama lebih dari dua dekade dan telah menghasilkan jutaan penggemar di berbagai negara.
Kesuksesan Fallout tidak hanya datang dari dunia gim. Adaptasi serial televisi produksi Amazon juga berhasil memperluas popularitas franchise tersebut dengan menarik penonton baru yang sebelumnya belum pernah memainkan gimnya. Keberhasilan adaptasi tersebut semakin meningkatkan nilai strategis Fallout bagi Microsoft sebagai salah satu aset intelektual paling berharga dalam portofolio Xbox.
Sementara itu, pembatalan sekuel Avowed cukup mengejutkan sebagian komunitas gim. Avowed sendiri merupakan gim RPG fantasi yang dikembangkan Obsidian dan mendapat perhatian sejak pertama kali diperkenalkan. Banyak penggemar berharap gim tersebut akan berkembang menjadi salah satu seri unggulan baru Xbox.
Namun, di tengah perubahan strategi perusahaan, Microsoft tampaknya memilih untuk memusatkan sumber daya pada proyek yang dinilai memiliki potensi keuntungan lebih besar. Dengan biaya pengembangan gim modern yang terus meningkat, perusahaan semakin selektif dalam menentukan proyek yang akan memperoleh pendanaan.
Langkah ini juga menjadi tindak lanjut dari kebijakan yang diumumkan CEO Xbox Asha Sharma beberapa hari sebelumnya. Dalam restrukturisasi tersebut, Microsoft memangkas sekitar 3.200 posisi di divisi gaming hingga akhir tahun fiskal 2027. Selain itu, perusahaan juga melepas beberapa studio dan melakukan evaluasi terhadap berbagai proyek yang sedang berjalan.
Menurut Sharma, restrukturisasi dilakukan karena bisnis Xbox belum mampu mencapai tingkat pertumbuhan yang diharapkan meskipun Microsoft telah menginvestasikan dana sangat besar untuk mengakuisisi berbagai perusahaan gim dalam satu dekade terakhir. Total nilai akuisisi tersebut mencapai sekitar US$78,7 miliar, termasuk pembelian sejumlah studio besar yang memperkuat posisi Microsoft di industri gim global.
Meski telah memperluas layanan Game Pass dan memperbanyak koleksi gim eksklusif, Microsoft menilai perlu adanya fokus yang lebih tajam terhadap waralaba dengan potensi jangka panjang. Fallout menjadi salah satu pilihan utama karena telah memiliki komunitas pemain yang besar, penjualan yang kuat, serta daya tarik lintas media melalui adaptasi televisi.
Hingga saat ini, seri utama terbaru Fallout masih merupakan Fallout 76 yang dirilis pada 2018. Walaupun peluncurannya sempat menuai kritik, Bethesda Game Studios secara konsisten memberikan pembaruan dan konten baru sehingga gim tersebut berhasil mempertahankan komunitas pemain yang aktif. Microsoft menyebut Fallout 76 kini telah dimainkan oleh lebih dari 23 juta pengguna di seluruh dunia.
Di sisi lain, Bethesda sendiri selama beberapa tahun terakhir masih disibukkan dengan berbagai proyek besar lainnya. Kondisi tersebut membuat pengembangan seri Fallout berikutnya berjalan lebih lambat dari harapan para penggemar. Dengan melibatkan Obsidian Entertainment, Microsoft berupaya mempercepat pengembangan konten baru dalam semesta Fallout.
Penunjukan Obsidian juga dinilai cukup menarik mengingat studio tersebut memiliki sejarah yang erat dengan franchise Fallout. Pada 2010, Obsidian mengembangkan Fallout: New Vegas, yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu seri Fallout terbaik oleh banyak penggemar berkat alur cerita, karakter, dan kebebasan eksplorasinya.
Para analis industri gim menilai keputusan Microsoft mencerminkan perubahan strategi bisnis yang lebih berorientasi pada efisiensi. Di tengah meningkatnya biaya produksi gim AAA, perusahaan besar kini lebih berhati-hati dalam memilih proyek dan cenderung memprioritaskan waralaba yang sudah memiliki basis pemain kuat dibandingkan membangun merek baru dari nol.
Meski pembatalan Avowed 2 mengecewakan sebagian penggemar, fokus baru terhadap Fallout diharapkan mampu memperkuat posisi Xbox dalam persaingan industri gim global. Dengan memanfaatkan pengalaman Obsidian dalam mengembangkan gim RPG serta popularitas Fallout yang terus bertahan, Microsoft berharap dapat menghadirkan pengalaman bermain baru yang mampu memenuhi ekspektasi para pemain sekaligus memperkuat ekosistem Xbox di masa mendatang.