TERNATE, 17 Mei 2026 – Sektor kebencanaan geologi Indonesia kembali menjadi sorotan utama hari ini setelah dua gunung api aktif di wilayah Provinsi Maluku Utara, yakni Gunung Ibu dan Gunung Dukono, dilaporkan mengalami erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan. Fenomena peningkatan aktivitas vulkanik secara simultan ini memicu kesiapsiagaan penuh dari pihak otoritas terkait guna mengantisipasi segala dampak buruk terhadap masyarakat sekitar.
Gunung Ibu Semburkan Abu Vulkanik, Status Waspada Dipertahankan
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanisasi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Ibu yang terletak di Pulau Halmahera bagian barat dilaporkan kembali meletus pada sore hari, tepatnya pukul 17.11 WIT. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu mencatat bahwa amplitudo gempa letusan serta aktivitas kegempaan harian di perut gunung masih berada pada grafik yang cukup tinggi.
Meskipun visual tinggi kolom abu tidak selalu teramati dengan jelas akibat tertutup kabut tebal sore ini, getaran runtuhan dan embusan gas magmatik menunjukkan bahwa suplai energi dari dalam kawah masih sangat aktif. Demi menjaga keselamatan warga, PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Ibu berada pada Status Level II (Waspada).
Sehubungan dengan penetapan status tersebut, pihak berwenang mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat setempat maupun wisatawan. Warga dilarang keras melakukan aktivitas apa pun, termasuk berkebun atau mendekati area dalam radius aman sejauh 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu.
Gunung Dukono Menyusul dengan Kolom Abu Setinggi 1.200 Meter
Hanya berselang tidak terlalu lama, laporan serupa juga datang dari wilayah utara Halmahera. Gunung Dukono, yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling persisten di Indonesia, menunjukkan peningkatan eskalasi sekunder. Pada hari yang sama, Gunung Dukono menyemburkan material vulkanik dengan tinggi kolom abu kelabu tebal mencapai 1.200 meter di atas puncak kawah.
Kolom abu hasil letusan Dukono terpantau bergerak condong ke arah timur dan timur laut, membawa material pasir halus dan debu vulkanik yang berpotensi menghujani pemukiman warga di sekitar Kabupaten Halmahera Utara. Bau belerang yang cukup menyengat juga dilaporkan mulai tercium di beberapa area yang searah dengan hembusan angin.
Pihak PGA Dukono terus memantau tremor menerus yang menjadi ciri khas dari gunung ini. Karakteristik Dukono yang kerap meletus secara fluktuatif membuat petugas mengimbau warga agar selalu menyiapkan masker pelindung mulut dan hidung untuk menghindari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kesiapsiagaan BPBD dan Antisipasi Dampak Lingkungan
Merespons situasi darurat di dua titik vulkanik ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara langsung berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat. Posko kesehatan darurat dan pembagian masker gratis mulai dipersiapkan sebagai langkah mitigasi awal jika intensitas hujan abu vulkanik meluas ke kawasan padat penduduk.
Pihak otoritas penerbangan juga terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik melalui Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) untuk memastikan bahwa jalur udara di sekitar Maluku Utara tetap aman bagi penerbangan komersial. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan fasilitas umum atau korban jiwa, namun masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tidak terpancing oleh isu-isu hoaks yang tidak bersumber dari rilis resmi PVMBG atau BMKG. Masyarakat diharapkan tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan dini terhadap perubahan aktivitas alam yang sewaktu-waktu bisa dinamis.