Dua orang dilaporkan mengalami luka akibat dugaan peluru nyasar di kawasan depan Gedung Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat. Peristiwa tersebut terjadi saat sejumlah mahasiswa tengah melakukan selebrasi seminar proposal pada Selasa sore. Insiden yang terjadi di lingkungan kampus itu langsung mengundang perhatian mahasiswa, dosen, serta masyarakat sekitar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah saksi di lokasi, kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu suasana kampus cukup ramai karena banyak mahasiswa berkumpul untuk merayakan keberhasilan rekan mereka yang baru menyelesaikan seminar proposal. Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tembakan. Tidak lama setelah suara tersebut terdengar, dua orang ditemukan mengalami luka.
Korban pertama merupakan seorang laki-laki yang mengalami luka pada bagian lengan. Sementara korban kedua adalah seorang mahasiswi yang mengalami luka pada bagian paha. Keduanya berada di area yang berdekatan ketika peristiwa tersebut terjadi. Mahasiswa yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan awal sambil menunggu bantuan medis datang.
Salah seorang saksi mengatakan bahwa dirinya hanya mendengar satu kali suara ledakan sebelum kedua korban ditemukan terluka. Menurutnya, suara tersebut cukup keras dan membuat mahasiswa yang sedang berada di sekitar lokasi langsung panik. Banyak mahasiswa berlarian menjauh dari area depan rektorat karena khawatir terjadi kejadian lanjutan.
Setelah menerima laporan, petugas keamanan kampus langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian. Mahasiswa yang berada di sekitar area diminta untuk meninggalkan tempat tersebut demi menjaga keselamatan dan memudahkan proses penanganan. Tidak lama kemudian, ambulans dari klinik kampus tiba di lokasi dan membawa kedua korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Hingga kini, sumber pasti dari proyektil yang diduga menyebabkan luka pada kedua korban masih belum diketahui. Dugaan sementara mengarah pada peluru nyasar yang berasal dari luar area kampus. Aparat dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal peluru serta penyebab insiden tersebut.
Pihak Universitas Negeri Padang membenarkan adanya kejadian yang menyebabkan seorang mahasiswi dan seorang warga mengalami luka. Kampus menyatakan bahwa keselamatan mahasiswa menjadi prioritas utama dan pihak universitas akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa tersebut.
Sejumlah saksi menyebutkan bahwa situasi di lokasi sempat menegangkan setelah insiden terjadi. Namun kondisi berhasil dikendalikan setelah petugas keamanan kampus mengambil langkah cepat untuk mensterilkan area. Aktivitas mahasiswa di sekitar lokasi kejadian pun dihentikan sementara hingga situasi dinyatakan aman.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena terjadi di lingkungan pendidikan yang selama ini dikenal sebagai tempat yang aman untuk kegiatan akademik. Banyak pihak berharap investigasi dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga penyebab kejadian dapat segera diketahui dan langkah pencegahan dapat diterapkan agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Saat ini kedua korban telah mendapatkan penanganan medis. Kondisi mereka terus dipantau oleh tenaga kesehatan. Sementara itu, aparat berwenang masih mengumpulkan keterangan dari para saksi, memeriksa lokasi kejadian, serta melakukan analisis terhadap bukti yang ditemukan di lapangan.
Masyarakat dan civitas akademika diimbau untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Semua pihak diharapkan menunggu informasi yang disampaikan oleh aparat dan pihak universitas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi.